Bercakap-cakap dengan OmJay

GURU PENGGERAK INDONESIA - 22 Maret 2021
Bercakap-cakap dengan OmJay
I Wayan Putra, S.Pd.SD.,M.Pd  
Penulis
|
Editor

I Wayan Putra, S.Pd.SD.,M.Pd

Siang ini, pada Whatsaap Group Guru TIK-nya Om Jay, saya bercakap-cakap dengan beliau. Om Jay atau nama lengkapnya Wijaya Kusumah, merupakan seorang inspirator yang hebat dalam bidang tulis menulis. Sebenarnya saya sudah kenal dengan beliau kira-kira sejak tahun 2010 silam, sejak beberapa artikelnya sempat saya baca perihal bloging. Sementara di saat bersamaan saya juga mencoba untuk belajar ngeblog. Tak kurang dari beberapa blog gratisan saya coba, tetapi tidak berjalan seperti harapan semula. Kadang sehari saya menulis banyak yang topiknya tentang idealisme pendidikan, teori dan metode pendidikan, akan tetapi hal itupun saya lakukan tidak konsisten. Terkadang, karena berbagai kesibukan, saya tidak melakukannya lagi untuk beberapa minggu bahkan bulan. Sehingga ketika suatu saat saya buka kembali blog-blog itu, dalam seminggu saya bisa posting 6 sampai 5 kali, sementara untuk minggu berikutnya absen untuk jangka waktu yang lama.

Suatu saat saya iseng, membuka email, ternyata telah beberapa pemberitahuan yang masuk, tentang cara-cara bloging. Kembali saya buka, dan membaca beberapa artikel terkait bloging. Saya mulai lagi ingat, bahwa menulis itu harus setiap hari. Kemudian saya coba melakukannya, tetapi dengan blog yang berbeda, karena blog yang dulu saya lupa paswordnya. Saya mulai lagi dari awal, menata tampilan, mengelola widget, kebetulan saat itu saya melakukannya di blogger.com miliknya google. Saya mencoba beberapa kali posting artikel pada blog gratisan yang baru saya buat. Tak lupa juga mencari referensi lain yang mengatakan bahwa ternyata bloging itu mendapat penghasilan dari Adsense, saya coba utak atik, tetapi gagal, karena waktu itu Adsense sepertinya belum mau menerima penulis blog dari Indonesia. Karena fokus perhatian beralih ke kesibukan lain, maka kegiatan menulis berhenti lagi, untuk jangka waktu yang agak lama.

Baca Liannya  Pembelajaran Berbasis Aktivitas

Rupanya kemudahan dalam berinternet kian hari semakin mudah, dengan adanya teknologi 3G dan 4G. Kemudahan untuk mengakses blog saat ini lebih baik ketika beberapa tahun yang lalu. Maklumlah saya tinggal di daerah pedesaan di Bali, sehingga akses jaringan dan kecepatan internet dulu tidak pernah stabil. Untuk posting satu artikel saja, indikator jaringan itu berputar ratusan kali, baru kemudian tulisan itu dapat diposting. Akan tetapi zaman telah berubah, kehadiran 4G membuat akses menjadi lebih cepat. Pada saat senggang, pada suatu waktu, saya mencoba kembali mengotak-atik halaman blog saya yang dulu. Ketika tanpa sengaja saya menemukan artikel bahwa dengan domain berbayar maka blog akan semakin keren dan mudah untuk dimonitising. Saya pun kembali mencoba, mengikuti panduan untuk membuat blog berbayar, dengan domain id berbasis wordpress. Kebetulan saja sekolah membutuhkan sarana itu, dan menadi salah satu prasyarat untuk mendapat poin lebih pada akreditasi sekolah. Saya pun kembali mengotak-atik blog dan menghubungi penyedia domain, dan akhirnya saya mempunyai blog pertama dengan domain berbayar (metode.id), yaitu pada tahun 2020. Saat itu tepat bersamaan dengan diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh karena Covid-19, sehingga saya bisa membuat laporan mingguan yang saya posting di blog itu.

Sejak saat itu, kembali aktifitas bloging seolah menadi hobi lama yang kambuh lagi. Saya mencoba untuk menulis setiap saat, tetapi tidak setiap hari, itu tergantung mute saja. Ketika beberapa tulisan sudah tersedia, saya mencoba untuk memonitisingnya, dengan bantuan layanan Google Adsense, dan ternyata berhasil. Niat untuk ngeblog meningkat lagi, setiap saat saya pantau fitur Analitis Google yang sengaja saya sematkan di blog saya. Akan tetapi, ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Mendapatkan penghasilan dari blog ternyata tidak semudah membaca artikel yang topiknya “tips mendapatkan uang dari ngeblog”. Beberapa kali saya coba melihat dan memanipulasi blog agar tampil lebih menarik, dan aksesnya lebih mudah, dan tidak lupa dengan memanfaatkan SEO. Kembali seperti apa yang saya alami sebelumnya, yaitu, faktor kesibukan atau mungkin kemalasan, yang menyebabkan aktivitas menulis tersendat kembali.

Baca Liannya  5 Karakter Guru Penggerak Indonesia

Tanpa sengaja, saya mendapat pesan di salah satu Group Whatsaap PGRI, yang ternyata Om Jay, blogger yang dulu saya kenal itu, kembali dapat saya baca postingannya, setelah sekian tahun absen. Wah… ternyata beliau sudah di atas angin, rupanya dinamika kehidupan beliau selama ini, lepas dari pengamatan saya. Saya kembali lagi mengikuti trik-trik menulis dari beberapa postingan yang beliau muat di blog-blognya. Bebebrapa kali saya mencoba mengikuti lomba blog, tetapi belum pernah berhasil hingga kini. Ada satu buku beliau yang menarik, yang berjudul :”Membacalah Setiap Hari, dan Buktikan Apa Yang Terjadi”, yang mungkin harus menadi buku wajib bagi para blogger dari kalangan guru.

Saya membaca kembali beberapa tulisan saya, yang saya posting di metode.id. Saya berpikir, sepertinya layak untuk dijadikan sebuah buku. Karena kebetulan saja, sekolah yang saya kelola sedang menggalakkan program ekstrakurikuler coding scratch, maka aktivitas komunikasi dengan Om Jay menjadi semakin intensif, hingga bertanya bagaimana caranya menerbitkan buku. Dimana sebenarnya sejak awal saya bercita-cita menerbitkan sebuah buku yang murni merupakan buah pikiran sendiri. Karena sebelumnya, beberapa buku yang saya tulis sekedarnya saja, tanpa review, dan itu hanya untuk kepentingan kenaikan pangkat. Kembali ke topik tadi, ketika saya lihat kembali tulisan-tulisan saya tekait “Universal Thinking” sepertinya layak untuk dijadikan buku. Atas rekomendari Om Jay, akhirnya saya direkomendasikan untuk menerbitkan buku di “YPTD”. Saya bingung YPTD itu apa. Saya memberanikan diri bertanya: “YPTD itu apa Pak Jay?”  Alangkah malunya saya dengan Om Jay, padahal waktu webinar kemarin ada materi dari Pak Dahlan tentang YPTD, yang saya sendiri malah kepanjangannya tidak tahu. Haahahaha…. Akhirnya saya diperkenalkan dengan Pak Dahlan dari Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan, yang hari itu juga memberikan petunjuk kepada saya tentang cara menerbitkan buku melalui YPTD.

Baca Liannya  Pare itu Pahit, Tapi Menyehatkan Tubuh

Tulisan ini sengaja saya buat di gurupenggerakindonesia.com, sebagai ucapan terimakasih kepada Organisasi Guru TIK karena telah diberi kesempatan untuk bergabung, dan mendapatkan banyak kesempatan belajar baik mulai dari bloging hingga perkenalan dengan aplikasi coding Scratch. Sekali lagi keikutsertaan saya untuk belajar dan berbagi karena rekomendasikan Om Jay, yang telah memberikan saya jalan untuk berkenalan dengan YPTD. Semoga saya tidak lupa lagi apa itu “YPTD” Om Jay. Salam dari Bali.

Tinggalkan Komentar


JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 2
  • 203
  • 2.585
  • 11.512
  • 630.471
  • 111.554
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.