Benarkah sertifikat yang banyak membuat guru cepat naik pangkat? Juga cepat mencair tunjangan profesi guru atau sertifikasi? Begitulah seorang guru bertanya kepada Omjay di sela-sela rapat guru di SMP Labschool Jakarta.

Jawabannya sama sekali tidak. Guru masih harus berjuang untuk melakukan aksi nyata. Sertifikat adalah bukti bahwa guru sudah melakukan pengembangan diri. Sertifikat adalah suatu akta yang sengaja dibuat untuk bukti tentang adanya suatu peristiwa tertentu. Peristiwa itu membuat guru mendapatkan selembar sertifikat.

Hal itu disampaikan dalam sosialisasi pengelolaan kinerja guru oleh BBGP Yogyakarta dan berbagai komunitas guru yang dapat anda tonton di channel YouTube.

Apa yang harus dilakukan guru untuk mendapatkan ilmu dan sertifikat pengembangan diri?

Guru harus rajin menimba ilmu dari berbagai sumber. Salah satunya bisa belajar dari internet dan para pakar yang memahami ilmunya. Guru bisa duduk sebentar dan belajar secara mandiri atau berkelompok dalam komunitas belajar guru di sekolah. Semua kegiatan pengembangan diri, saat ini sudah ada di aplikasi PMM. Guru tinggal memilih kegiatan apa saja yang bisa diikuti melalui komunitas belajar guru yang ada di aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Siapa yang berhak mendapatkan sertifikat?

Siapa saja yang mengikuti acara webinar atau workshop dan kegiatan lainnya berhak mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti kegiatan tersebut. Bagaimana bila tidak mendapatkan sertifikat? Ya tidak apa-apa dan perdalam terus ilmunya. Sertifikat hanyalah bukti bahwa kita sudah melaksanakan kegiatan dan mengikutinya.

Sertifikat merupakan tanda bukti hak yang kuat, dalam arti bahwa selama tidak dapat dibuktikan sebaliknya data fisik dan data yuridis yang tercantum di dalamnya harus diterima sebagai data yang benar.

Kenapa harus ada sertifikat buat guru yang telah melaksanakan kegiatan online atau offline?

Sertifikat diperlukan untuk portofolio guru yang telah mengikat dirinya dalam berbagai kompetensi. Misalnya sertifikat TOEFL dan IELTS sebagai bukti guru telah menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Sertifikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya, sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan. Itu kalau untuk sertifikat tanah. Sertifikat tanah bisa dijaminkan untuk meminjam uang di bank. He-he-he.

Bagaimana untuk sertifikat guru yang mengikuti pengembangan diri? Guru dapat mengikuti berbagai kegiatan yang bisa menambah poin untuk kenaikan pangkat. Guru harus cerdas memilih kompetensi yang dapat membuat guru menjadi semakin profesional. Bukan berburu sertifikat yang mengakibatkan guru tidak lagi menjadi seorang pendidik tapi sudah seperti seorang pemburu sertifikat.

Bagaimana caranya mendapatkan sertifikat?

Biasanya guru ikut kegiatan online dan offline akan mendapatkan sertifikat. Setelah kegiatan biasanya panitia memberikan sertifikat dengan cara online kepada semua peserta melalui email masing-masing. Ada yang gratis dan berbayar. Ada pula yang memberikan donasi seikhlasnya untuk membantu panitia menyiapkan sewa aplikasi zoom dan honor narasumber.

Hanya saja sekarang ini pemberian sertifikat sering disalahgunakan. Kegiatan cuma 3 hari bisa mendapatkan sertifikat 64 jam? Bagaimana cara menghitungnya? Ini menjadi pembohongan publik dan berakibat sertifikat yang dimiliki tidak bisa digunakan untuk kenaikan pangkat. Sayang kan sudah ikut kegiatannya, tapi sertifikatnya tidak bisa digunakan.

Kapan guru mendapatkan sertifikat?

Guru mendapatkan sertifikat bila ikut kegiatan seperti sosialisasi pengelolaan kinerja guru PNS yang sekarang lagi viral dimana-mana. Bisa juga guru membuatnya sendiri melalui aplikasi microsoft word sebagai latihan membuat sertifikat, hehehe.

Dimana guru belajar dan mendapatkan sertifikat?

Guru bisa belajar dengan cara online dan offline. Saat ini cara online lebih disukai guru, karena bisa dilakukan dari tempat masing-masing. Guru bisa belajar secara mandiri tanpa harus meninggalkan tugas. Kemajuan teknologi membuat guru bisa saling berbagi dan menginspirasi melalui komunitas belajar.

Mulailah belajar untuk pengembangan diri. Cari ilmunya sebanyak mungkin. Sertifikat adalah bukti bahwa kita sudah melaksanakan dan mengikuti kegiatannya. Jangan menggunakan sertifikat hanya untuk sekedar naik pangkat. Mereka yang terus Belajar Sepanjang Hayat atau BASAH, pasti akan terus mendapatkan ilmu baru. Oleh karena itu, teruslah menjadi manusia yang BASAH.

Surat Al-Mujadalah ayat 11 menjelaskan tentang anjuran untuk menuntut ilmu. Dalam ajaran agama Islam memang setiap umatnya diminta untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya.

Dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, Allah SWT berfirman tentang perintah mendatangi majelis ilmu. Orang-orang beriman yang memiliki ilmu dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi di mata Allah SWT.

Demikianlah kisah Omjay kali ini tentang banyaknya sertifikat tidak menjamin guru cepat naik pangkat. Profesionalisme dan kompetensi guru yang membuat guru naik pangkat. Jadi bukan karena sertifikat yang banyak. Guru harus terus belajar sepanjang hayat, dan yang lebih penting adalah Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan. Itulah Firman Allah dalam kitab suci Al-Quran yang tak terbantahkan.

Salam blogger persahabatan

Omjay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Benarkah Sertifikat yang Banyak Membuat Guru Cepat Naik Pangkat?”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/65a7ee32de948f2ff01e4f72/benarkah-sertifikat-yang-banyak-bikin-guru-cepat-naik-pangkat

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

1 thought on “Banarkah Sertifikat yang Banyak Bikin Guru Cepat Naik Pangkat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *