Bersama Melawan Covid-19 dan Tetap Semangat Beraktivitas sebagai Guru Penggerak

OEH : KHUSNUL KHOTIMAH, S.Pd

SDN 2 BAKALAN BULULAWANG


Cukup lama sudah masa pandemi. Hampir dua tahun masa pandemi berlangsung. Di masa pandemi pemerintah mengharapkan rakyatnya selamat dari ancaman virus corona yang mematikan ini. Sementara waktu pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak pergi kemana-mana agar mata rantai virus corona tidak menyebar luas.

Sebagai Guru Penggerak dan warga negara yang baik harus bisa menggerakkan, memotivasi, menjadi suri tauladan khususnya bagi peserta didik dan masyarakat, yaitu taat dan patuh pada peraturan agar sehat dan selamat dari virus yang mematikan. Sebagai Guru Penggerak yang memiliki Kompetensi Sosial dan Kompetensi Kepribadian harus mampu bersosialisasi yang baik dengan masyarakat luas dan berkepribadian positif sesuai dengan amanat UU No. 14 tahun 2005 pasal 8 tentang beberapa hal yang harus dimiliki guru dan dosen.

Patuh pada peraturan akan menguntungkan semua pihak, karena sudah merupakan tindakan yang turut mencegah penyebaran mata rantai virus corona. Bersama dan bersatu mencegah mata rantai virus corona adalah tindakan yang tepat. Tanpa kebersamaan dan kesadaran masyarakat, tujuan mencegah mata rantai virus corona tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Di sisi lain aktivitas untuk pelayanan publik sangat diperlukan, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok. Aktivitas kegiatan pelayanan publik dilakukan secara daring dari rumah yang dikenal dengan istilah WFH. Hal ini untuk mengantisipasi kontak langsung dengan klien. Dalam hal penyediaan dan pelayanan kebutuhan pokok pengiriman bahan dilakukan oleh petugas khusus dengan memperhatikan protokol kesehatan selalu memakai masker dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Aktivitas tetap berjalan, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Beraktivitas dengan melaksanakan 6 M.

1. Menjaga jarak untuk mengantisipasi agar mata rantai virus corona tidak menyebar.

2. Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir sesering mungkin.

3. Memakai masker di setiap kegiatan, agar virus dari orang lain tidak berpindah tempat.

4. Menjauhi kerumunan, jika ada suatu kelompok masyarakat yang mengadakan acara kumpul-kumpul di kafe, di warung, dan tempat hiburan kita harus menghindari atau tidak mendatanginya.

5. Membatasi mobilitas dengan mengurangi aktivitas dan tidak bergerombol.

6. Mengikuti vaksin sesuai dengan peraturan pemerintah untuk mengatasi pencegahan dan penyebaran virus corona. Serta menjaga pola makan yang sehat dan istirahat yang cukup



Dari enam pernyataan itu seluruh lapisan masyarakat mematuhinya, program pemerintah akan berhasil dengan cepat, yaitu program pencegahan dan pemutus rantai virus corona. Kadang-kadang masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan hal tersebut, karena dipicu oleh hoax-hoax yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat sebagian masih ada yang termakan isu-isu tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah bangsa Indonesia, suatu kelompok yang tidak merasakan sengsaranya bangsa Indonesia memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kelompok-kelompok yang tidak pernah merasakan penderitaan dijajah bangsa lain. Mereka inginnya hanya bersenang-senang.

Tengoklah ke belakang betapa menderitanya hidup dijajah. Semua hak dirampas oleh penjajah. Hak ingin hidup dirampas, hak ingin makan dirampas, dan hak mengenyam ilmu dirampas. Semua kepunyaan rakyat Indonesia diambil oleh Penjajah, agar rakyat Indonesia bodoh dan mati perlahan-lahan. Pada akhirnya penjajah akan dengan leluasa dapat menikmati kekayaan bangsa dengan bebas.

Pada masa penjajahan rakyat Indonesia banyak yang buta aksara. Hal ini menimbulkan kegelisahan para cendekiawan. Beliau-beliau mencari cara agar bisa mengentaskan buta aksara.

Di masa pandemi juga demikian, para cendekiawan tidak mau bangsa Indonesia buta aksara, karena adanya pandemi. Disisi lain pelaku pendidikan ingin tetap aman,sehat, dan selamat dari incaran virus corona. Meskipun dalam situasi genting yang kita rasakan saat ini, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan berhati-hati dan mematuhi protokol kesehatan. Peserta didik tetap terlayani dengan baik.

Dalam hal ini para cendekiawan (guru) berusaha mencari inovasi-inovasi baru cara pembelajaran yang tepat di masa pandemi. Guru mengikuti pembelajaran-pembelajaran tentang cara menyampaikan ilmu di masa pandemi. Beberapa kegiatan yang dilakukan guru antara lain mengikuti seminar-seminar secara daring atau disebut dengan webinar. Kegiatan webinar dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting. Di aplikasi zoom meeting terpampang jelas wajah-wajah peserta webinar, seolah-olah berhadapan langsung dengan para peserta di seluruh Indonesia.

Banyak manfaat dari mengikuti webinar-webinar. Selain mendapat ilmu juga bisa bertemu dengan saudara-saudara dari seluruh Indonesia. Berkat kegiatan webinar para guru seluruh Indonesia bisa kenal satu sama lain dari pelosok negeri sampai perkotaan. Dengan kegiatan webinar persatuan dan kesatuan bisa terjalin dengan baik sesuai amanah Sumpah Pemuda.

KREATIVITAS GURU DALAM INOVASI-INOVASI PEMBELAJARAN



Pada waktu mengikuti webinar-webinar guru tetap melakukan kegiatan belajar mengajar. Guru tetap semangat mengajar. Mengajar tetap berlangsung yang pelaksanaannya secara PJJ. Pembelajaran jarak jauh dilaksanakan secara daring. Beberapa aplikasi yang digunakan saat pembelajaran daring, yaitu aplikasi goegle meet, zoom, WA group. Di group whatsapp beberapa materi yang disajikan, antara lain link youtube, vidio pembelajaran, dan voice note. Pembelajaran jarak jauh kita kemas semenarik mungkin agar peserta didik tidak bosan dan selalu semangat belajar dengan memperhatikan protokol kesehatan.

KREATIVITAS GURU DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH DENGAN MENGGUNAKAN BANYAK APLIKASI💪💪💪



Penutup

Di masa pandemi bangsa Indonesia bersatu padu bersama-sama berjuang melawan virus corona. Utamanya sebagai Guru Penggerak harus menjadi contoh, memotivasi, dan menghimbau siswa dan masyarakat selalu mematuhi aturan dan melaksanakan protokol kesehatan. Sebagai Guru Penggerak juga selalu semangat beraktivitas dan berjuang demi keselamatan, kesehatan, kecerdasan dan kreativitas Peserta Didik di masa depan. Guru melakukan inovasi- inovasi pembelajaran dengan mengikuti webinar-webinar. Melangkah bersama bersatu padu mencegah penyebaran virus corona dengan semangat sumpah pemuda dan semangat 45. Jadi ada keseimbangan antara aktivitas, keselamatan, kesehatan, dan kecerdasan bangsa dengan memperhatikan protokol kesehatan.


Profil Penulis

Nama ; Khusnul Khotimah, S.Pd

Lahir di Malang 4 Juli 1970

Putri dari pasangan Misdi dan Tiarah

Tempat tugas : Pengajar SDN 2 Bakalan

Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang

Jawa Timur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar