Covid-19 itu Ciptaan Allah

Covid-19 itu ciptaan Allah. Jadi bagi mereka yang sudah dinyatakan positif covid-19, minta ampunlah hanya kepada Allah. Sandarkan dirimu hanya kepada Allah, sebab sampai saat ini covid-19 itu belum ada obatnya.

Obatnya hanya satu yaitu *IKHLAS*. Covid-19 ini penyakit menular, dan sampai saat ini belum ada obatnya ditemukan, dan obatnya hanya ikhlas, minta ampun kepada Allah dari segala dosa dan kesalahan. Itulah sedikit kesimpulan ngobrol santai bareng Omjay malam ini melalui aplikasi zoom.

Bacaan Lainnya

Banyak orang tanpa gejala Covid-19 di sekitar kita. Mereka tidak pernah mau memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat. Mereka takut dinyatakan positif Covid-19. Hal ini terjadi karena masyarakat kita kurang mendapat edukasi tentang bahaya covid-19 dan penyebarannya yang sangat cepat.

Mereka inilah yang akhirnya menularkan kepada yang lain, sehingga covid-19 semakin banyak menyebar kepada orang lain. Sudah ada *16,352* orang yang meninggal. Data penderita covid-19 selalu bertambah di setiap provinsi dan dapat anda lihat di https://www.kompas.com/covid-19.

Ada 3 jurus menghadapi covid-19, yaitu *Iman, Aman, dan Imun*.

Iman artinya beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Yakin bahwa Allah itu ada. Dekatkan dirimu hanya kepada Allah penguasa langit dan bumi.

Aman yaitu patuhi protokol kesehatan dalam pencegahan covid-19 bila anda keluar dari rumah dengan 3M, yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Terkadang 3M ini sering dilanggar sehingga mereka terinfeksi covid-19. Terutama bila berkumpul dengan teman dekat.

Imun yaitu istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira, dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Mereka yang selalu gembira dan tidak stres akan terjaga imunnya.

Kakak saya Ata yang sudah pernah Positif Covid-19 dan sembuh berpesan di WA Group keluarga, “hal yang penting makan yang bergizi, jaga kesehatan, jauhkan dari stres, banyak berdoa saja. Nanti juga hilang sendiri. Virus corona akan hilang dengan sendirinya dalam tubuh kita kalau kita selalu gembira dan tidak stres”.

Kakak ipar saya Puput menenangkan saya juga ketika panik, karena hasil swab kedua saya masih positif. “Hmmm tenang de…..ayahnya 6x swab positif terus, yang ketujuh dan kedelapan baru negatif. Dia ga makan apa2,,,,,,,,di bawa happy aja. Siapa tahu emang disuruh istirahat dirumah. Hehehe makanya kantor kita juga nunggu, ayahnya negatif, kalo ayahnya belum negatif, kita belum boleh masuk kantor hehehehehe. alhamdulillah istirahat 3 bulan. Rumah udah di disenfektan blm? Kalau belum, disenfektan de……..air 1 liter + wipol 2 sendok + pemutih bayclean 1 sendor, di semprot di seluruh rumah tiap pagi. Terus usahakan rumah tiap pagi di buka pintu dan jendela, biar udara ganti. Terus tidurnya jangan pake AC dulu selama masih positif”.

Alhamdulillah saya bersyukur memiliki keluarga besar yang saling menguatkan. Ketika dinyatakan positif Covid-19 kami tidak panik dan tetap tenang menerimanya. Istri saya malah pasrah saja kepada ketentuan Allah. Mungkin ini cara Allah agar kita lebih rajin beribadah dan semakin dekat kepada Allah. Kami bersyukur hanya isolasi mandiri di rumah dan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Kalau sampai dirawat di rumah sakit, kita terpaksa harus berpisah.

Pak Sumardiansyah, Asosiasi Presiden guru sejarah mendoakan saya. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa lekas memberi kesembuhan kepada Om Jay dan keluarga. Begitupun kita semua keluarga besar Organisasi Profesi Gutu dan Tenaga Kependidikan agar senantiasa diberi kesehatan, kebahagiaan, serta perlindungan. Aamiin. Semangat, selalu bahagia untuk kuatkan imun Om Jay, dan mudah2an segera sembuh.

Semakin hari, semakin banyak orang tanpa gejala atau OTG. Mereka belum pernah ikut rapid tes dan swab. Mereka tanpa keluhan dan terlihat sehat. Virus Corona akan terus mengintai kita dari orang tanpa gejala ini. Hati-hatilah bila anda keluar dari rumah. Tetap waspada dengan menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker bila keluar rumah. Ikuti aturan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

Sampai saat ini saya berpikir positif saja. Ambil hikmah dibalik musibah. Mungkin ini cara Allah agar saya lebih banyak di rumah dan lebih dekat dengan anak istri. Selain itu juga saya menjadi lebih fokus untuk menyelesaikan Desertasi S3 saya di pasca sarjana UNJ supaya bisa lulus tahun ini. Sudah 6 tahun kuliah S3 masih belum lulus juga, karena saya tidak fokus dalam mengerjakannya. Saya yang biasanya banyak pergi keluar rumah, sekarang harus lebih banyak di rumah. Saya menjadi semakin dekat dengan anak dan istri, karena setiap hari kita bersama-sama di rumah dalam melawan virus Covid-19 ini yang semakin banyak memakan korban.

Ada kabar duka di WA Group Alumni FPTK UNJ/IKIP Jakarta.

Innalillaahi wa inna illaihi rooji’uun…
Allahuma firlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu,

Inna lillahi wa inna ilayhi rooji’uun…

Telah berpulang ke rahmatullah ustadz Nur Supriyanto malam ini Kamis 26 November 2020 di RS. Mitra Keluarga setelah beberapa hari terakhir di rawat di ICU dalam perjuangannya melawan Covid-19.

InSyaa ALLAH Almarhum bpk. DR. H. Nur.Supriyanto M,M Husnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan ketakwaan…
Aamiin aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin…

Selamat jalan bang Nur, kita pernah kerja bareng dan saya tidak akan pernah melupakan kesholehan abang yang selalu sholat berjamaah. Selamat jalan bang Nur, doakan adikmu juga bisa berjuang melawan ganasnya virus Covid-19 dengan cara menulis dan memberikan edukasi kepada masyarakat, doa saya semoga abang ditempatkan di surga bersama orang-orang yang sholeh. Aamiin.

FYI

Bapak Nur Supriyanto Alumni Elko’84 IKIP Jakarta, Anggota DPRD Jawa Barat, beliau suami dari bu Ida Rustini Alumni Tata Boga’86 IKIP Jakarta.

Dalam kesempatan ini saya berpesan kepada pembaca. Jangan anggap enteng Virus Covid-19 ini, kita harus bekerjasama melawannya. Setiap kegiatan di luar, saya selalu rapid tes dan baru ketahuan positif covid-19 setelah swab. Kita Jangan anggap enteng masalah ini, dan menyerahkan begitu saja kepada pemerintah. Saran saya dimanapun anda berada tetap jaga jarak walaupun dia teman dekat. Mulai dari sekarang jaga diri anda karena virus Corona ini nyata. Kalau sudah positif covid-19 hanya ada 2 kemungkinan. *Sembuh atau mati*. Korban yang meninggal sekarang sudah banyak dan mereka rata-rata tanpa gejala.

Ada sebuah kisah nyata. Sepasang suami istri harus berpisah karena covid-19. Suaminya positif covid-19 karena tertular dari orang tanpa gejala yang ternyata ada di sekitar kantornya. Lalu suami tersebut menularkan kepada istrinya. Ketika corona menyerang tubuhnya, imunnya tidak kuat sehingga ajal menjemput. Sedangkan istrinya masih dirawat di rumah sakit, karena masih positif covid-19 akibat tertular suaminya. Alhamdulillah kondisi beliau sekarang sudah sehat. Namun kesedihan tetap saja menghampiri dirinya, karena kekasih hati kini tiada. Suami tiada karena corona yang semakin menggila di dunia. Beliau belum bisa melihat kuburan suaminya.

Saya dulu termasuk orang yang tidak percaya kalau corona itu ada. Tapi sekarang saya menyadarinya karena setiap mau pergi saya selalu rapid tes dulu dan menjaga protokol kesehatan dengan sangat ketat. Namun ternyata setelah di swab hasilnya positif covid-19.

Saran saya buat yang pernah kontak dengan Omjay supaya tes swab juga. Biar ketahuan hasilnya. Takut ketularan dari saya. Dulu saya paling ngeyel kalau mau tes swab dan lebih percaya rapid tes. Tapi sekarang saya percaya kalau hasil swab jauh lebih bagus. Sebab tanda-tandanya ada kalau kita positif covid-19. Sampai sekarang saya masih suka batuk.

Saya takut menularkan virus berbahaya ini kepada kawan-kawan lainnya yang mungkin saja pada saat itu imunnya sedang tidak bagus dan isolasi mandiri adalah solusi yang tepat dari dokter puskesmas di Jatibening Bekasi. Periksa swab itu gratis di puskesmas Jatibening Bekasi kalau kita punya KTP dan kartu BPJS.

Demikianlah kisah nyata saya hari ini. Semoga bermanfaat untuk pembaca kompasiana.com. Sungguh saya berharap, mereka yang positif covid-19 tidak bertambah lagi jumlahnya. Caranya kita sama-sama melawan virus Covid-19 ini dengan Iman, Imun dan Aman.

Salam Bloigger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia.

Blog http://wijayalabs.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *