Dasar Menulis Akademik dari Sudut Pandang Imam Fitri Rahmadi

Dasar Menulis Akademik dari Sudut Pandang Imam Fitri Rahmadi

Oleh : Imas Masruroh,S.Pd.I

Resume ke 20

Materi demi materi telah disampaikan oleh setiap narasumber yang disediakan oleh tim belar menulis gelombang 15 yang dipelopori oleh Om Jay dan kawan kawan. Alhamdulillah dari semua isi materi yang diberikan membawa manfaat yang luar biasa bagi semua peserta. Sehingga sampai bisa menerbitkan buku.

Pada pertemuan kuliah online dihari senin malam selasa tanggal 21 September 2020 berbeda dengan materi sebelumnya. Jika sebelumnya bagaimana cara menulis dan menerbitkan buku sedangkan materi pada saat ini tentang bagaimana dasar menulis akademik.

Adapun narasumber yang dihadirkan olem team Om Jay dkk  yaitu  dari luar negeri tepatnya dari negara Austria  Bapak Imam Fitri Rahmadi yang sedang kuliah S3 di luar negeri di Johannes Kepler Universität Linz Austria dan beliau juga sebagai dosen di Universitas Pamulang. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai beliau bisa dilihat dilink ini https://tigabelase.wordpress.com/about.

Pada saat perkuliahan online berlangsung pemateri menyampaikan ” Selamat siang waktu Austria dan selamat malam waktu Indonesia Bapak dan Ibu guru sekalian”.  Nah berarti waktu di Indonesia dan Austria berbeda. Untuk selanjutnya beliau menyampaikan materi yang akan diberikannya yaitu tentang Dasar Menulis Akademik.

Beliau langsung menyampaikan materi yang terdiri dari 15 slide atau gambar dilengkapi dengan video. Ke-15nya langsung beliau posting secara pelan-pelan, kami sebagai para peserta bisa langsung membacanya. Jika semua postingan materi sudah selesai, beliau informasikan ke Moderator.

Materi yang diposting oleh Imam Fitri Rahmadi

Dasar Menulis Akademik #1: Perkenalan, Pengantar, dan Ruang Lingkup Pembahasan

Imam Fitri Rahmadi. Dosen Universitas Pamulang. Mahasiswa PhD Johannes Kepler Universität Linz Austria. Penerima beasiswa Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP)

Keterampilan menulis secara akademik sangat dibutuhkan oleh masyarakat akademik termasuk guru. Guru perlu memiliki kemampuan menulis akademik yang baik untuk menyusun laporan penelitian tindakan kelas (PTK) dan/atau menulis artikel jurnal.

Materi ini membahas dasar menulis akademik meliputi:

  1.  Pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf
  2. Lebih lanjut membahas penyusunan paragraf: kelogisan dan kepaduan paragraf, kata penghubung, serta bentuk dan jenis paragraf
  3.  Penyusunan paragraf persuasif yang sangat dibutuhkan dalam menulis akademik
  4. Persamaan antara paragraf, esai, dan artikel jurnal
  5. Perbedaan antara makalah dan artikel jurnal

Materi disajikan dalam bentuk gambar dengan penjelasan singkat disertai tautan video untuk dipelajari lebih lanjut. Senang bisa membersamai Bapak dan Ibu guru sekalian dalam belajar menulis secara jarak jauh dari Austria. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=aQGL1zKfTV0/

Dasar Menulis Akademik #2: Apa itu Penulisan Akademik?

Pengertian paling sederhana penulisan akademik atau academic writing adalah penulisan non-fiksi yang ditulis sebagai bagian dari tugas atau pekerjaan akademik seperti menulis makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan artikel jurnal. Penulisan akademik bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan dan pemahaman tentang suatu topik secara persuasif, formal, dan objektif. Gaya penulisan yang persuasif, formal, dan objektif sekaligus merupakan karakter dari penulisan akademik. Menulis akademik bermaksud untuk membangun dan menyampaikan argumen dengan gaya formal mengikuti kaidah-kaidah baku yang berlaku secara objektif sesuai dengan data dan fakta yang ada.

Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=DiLIKbsB7so

Dasar Menulis Akademik #3: Pemilihan Kata

Dasar menulis akademik yang paling mendasar adalah terkait dengan pemilihan kata. Pemilihan kata sangat menentukan rasa tulisan. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, kata yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan hal yang sama. Sebagai contoh, coba cermati tiga kalimat dalam gambar.

Berbeda satu kata saja dapat merubah rasa kalimat. Antara ngobrol-ngobrol, berbincang-bincang, dan berdiskusi, ketiganya sama-sama menggambarkan proses bertukar informasi antara para guru dengan kepala sekolah. Namun, kata ngobrol-ngobrol terasa lebih personal, kata berbincang-bincang terasa lebih formal, sedangkan kata berdiskusi terasa lebih akademik.

Tautan video:https://www.youtube.com/watch?v=qO3JcM_5sCg/

Dasar Menulis Akademik #4: Penulisan Kalimat

Kalimat dapat berbentuk sederhana (simple sentence), gabungan (compound sentence), dan kompleks (complex sentence) yang apabila ketiganya digabung menjadi kalimat campuran. Kalimat gabungan dibuat dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and (dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga). Sedangkan kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when (ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although (meskipun), while (sementara), dan lainnya. Cermati contoh pada gambar di atas.

Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=eS8GM77jBmo

Dasar Menulis Akademik #5: Penyusunan Paragraf

Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) + ide pengontrol (controlling idea) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok. Namun, dalam penulisan akademik, paragraf lebih dilihat sebagai sebuat esai mini yang bermula dan berakhir pada satu topik tertentu. Paragraf memiliki format serupa layaknya sebuah esai meliputi pembuka, inti, dan penutup. Contoh paragraf yang baik dapat dilihat pada gambar di atas.

Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=rSYRYLd-vRw

Dasar Menulis Akademik #6: Kelogisan dan Kepaduan Paragraf

Membahas penyusunan paragraf yang baik bersinggungan dengan konsep coherence and cohesion atau kelogisan dan kepaduan sebuah paragraf. Kelogisan dalam paragraf yang dimaksud adalah logis idenya. Konsep ini berurusan dengan koneksi ide pada level ide suatu paragraf dengan banyak memainkan aspek retoris: organisasi dan kejelasan ide, pengembangan dan dukungan argumen, serta sintesa dan integrasi rujukan. Kepaduan dalam paragraf mengarah pada bentuk kalimat dan paragraf yang padu. Konsep ini berkaitan dengan koneksi ide pada level kalimat dan paragraf dengan berfokus terhadap aspek penggunaan tata bahasa: gramatika, pengulangan kata atau ide dengan sinonim, dan penggunaan kata penghubung. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=_ZdgqL9cThI

Dasar Menulis Akademik #7: Kata Penghubung

Kata penghubung atau dalam bahasa Inggris disebut linking words adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat. Kata penghubung dikategorikan berdasarkan fungsi spesifik dalam mengubungkan kalimat dan/atau paragraf. Fungsi spesifik yang dimaksud meliputi penambahan, kontras, urutan, hasil, penekanan, perbandingan, ilustrasi, kesimpulan, dan lainnya. Beberapa contoh kata penghubung dapat dilihat pada gambar. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=f4hUHWBd5NI.

Dasar Menulis Akademik #8: 3 Bentuk Paragraf

Bentuk paragraf dibagi menjadi tiga, yaitu paragraf deduktif, induktif, dan campuran. Paragraf deduktif meletakkan gagasan utama pada kalimat pertama dengan penjelasan dari umum ke khusus. Paragraf induktif meletakkan gagasan utama pada kalimat terakhir degan penjelasan dari khusus ke umum. Paragraf campuran merupakan gabungan antara paragraf deduktif dan induktif yang lebih sering berpola deduktif terlebih dulu disambung dengan pola induktif. Menulis akademik sebaiknya menggunakan paragraf deduktif supaya tulisan mudah dipahami. Gagasan utama yang terletak pada kalimat pertama memudahkan pembaca untuk langsung mendapatkan ide pokok paragraf di awal. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=4vLM4WdYQWw/

 

 

 

Dasar Menulis Akademik #9: 4 Jenis Paragraf

Terdapat 4 jenis paragraf meliputi paragraf deskriptif, naratif, ekspositori, dan persuasif dengan fungsi masing-masing. Paragraf deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan sesuatu atau seseorang. Paragraf naratif digunakan untuk menarasikan cerita atau runtutan peristiwa. Paragraf ekspositori berguna untuk menunjukkan proses atau prosedur melakukan sesuatu. Paragraf persuasif berperan meyakinkan pembaca untuk menerima atau memahami argumen berdasarkan fakta dan data. Semua jenis paragraf diperlukan untuk menulis akademik sesuai dengan fungsinya. Namun menulis akademik, terutama untuk penulisan artikel jurnal, harus banyak menggunakan paragraf persuasif. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=1Mpczv0pAoo

Dasar Menulis Akademik #10: Paragraf Persuasif

Mengigat peran penting dalam menulis akademik, perlu dibahas lebih mendetail cara menyusun paragraf persuasif yang penyusunannya sedikit berbeda karena memiliki komponen khusus. Kalimat topik dalam paragraf persuasif berisi klaim dan alasan rasional untuk menunjukkan posisi. Kalimat penjelas berupa data sebagai bukti terdiri dari informasi detail, contoh, fakta, atau statistik yang dipilih dengan selektif dan spesifik. Sesekali harus menyuguhkan argumen berlawanan atau counterclaim untuk menunjukkan bahwa penulis sadar adanya posisi alternatif. Terakhir, terdapat warrant sebagai penjelasan dan analisis untuk menarik kesimpulan spesifik dari klaim. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=gsydh8tgDng?

Dasar Menulis Akademik #11: Persamaan antara Paragraf dengan Esai

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, paragraf dalam sudut pandang penulisan akademik lebih didefinisikan sebagai sebuah esai mini yang bermula dan berakhir pada satu topik tertentu.  Melihat dari segi format paragraf dan esai memang serupa terdiri dari pembuka, inti, dan penutup. Pola yang diawali dengan pembukaan, diisi dengan inti, dan diakhiri dengan penutup berlaku baik pada paragraf maupun esai. Paragraf dibuka dengan kalimat topik, diisi dengan kalimat penjelas, kemudian diakhiri dengan kalimat penutup. Esai dibuka dengan paragraf topik, diisi dengan paragraf penjelas, terus diakhiri dengan paragraf penutup. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=rqUlfQsQmIg

Dasar Menulis Akademik #12: Persamaan antara Paragraf, Esai, dan Artikel Jurnal

Lebih lanjut ternyata pola pembuka, inti, dan penutup berlaku juga pada artikel jurnal. Sistematika pada makalah, skripsi, tesis, disertasi sepertinya juga menggunakan pola tersebut. Nah, berarti sebetulnya, pola menulis akademik itu serupa mulai dari yang paling sederhana dalam menulis paragraf hingga yang lebih kompleks seperti menulis skripsi dan artikel jurnal. Apakah kesamaan pola tersebut sudah anda sadari sebelumnya? Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=wbipt_QApGg

 

Dasar Menulis Akademik #13: Perbedaan antara Makalah dengan Artikel Jurnal

Makalah dengan artikel jurnal sangat berbeda. Berdasarkan tujuan, makalah ditulis sebatas sebagai upaya menginformasikan sesuatu, artikel jurnal bertujuan untuk meyakinkan pembaca. Penulisan makalah berbasis topik, artikel jurnal ditulis berbasis pertanyaan yang biasanya diambil dari pertanyaan penelitian. Makalah hanya menyajikan diskusi umum terkait suatu topik tertentu, artikel jurnal memiliki argumen spesifik yang diangkat ke permukaan. Makalah tidak menghasilkan pengetahuan baru, artikel jurnal menyuguhkan perspektif dan kesimpulan unik yang dimungkinkan dapat menjadi suatu pengetahuan baru.Tautan video:https://www.youtube.com/watch?v=FP19bofu4NM

Dasar Menulis Akademik #14: Kesimpulan

Memang betul menulis akademik harus persuasif, formal, dan objektif, namun bukan berarti penulisannya harus selalu menggunakan kalimat dan paragraf yang kompleks. Supaya tulisan terasa lebik akademik, pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf harus diperhatikan dengan baik. Sangat disarankan paragraf berbentuk deduktif dan banyak menggunakan paragraf persuasif. Terdapat pola yang serupa dalam struktur paragraf, esai, dan artikel jurnal terdiri dari pembuka, inti, dan penutup. Salah satu pembeda antara makalah dengan artikel jurnal adalah makalah ditulis berbasis topik sedangkan artikel jurnal berbasis pertanyaan.Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=YGgRjFndaNE

Dasar Menulis Akademik #15: Terima kasih

Sangat menarik membahas dasar menulis akademik. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ilse Born-Lechleitner, dosen mata kuliah Academic Writing English di JKU Linz Austria, atas ilmu penulisan akademik yang amat padat selama satu semester. Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu yang telah menyimak materi dan menyaksikan video dengan seksama. Semoga bermanfaat dan silakan materi ini dapat disebarluaskan untuk menebar manfaat lebih luas. Senang untuk berbagi! Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=mD3NzOrTxEs/

Demikianlah materi yang sangat detail dari Bapak Imam Fitri Rahmadi, semoga bermanfaat. Untuk itu terkait dengan materi  yang lebih lengkap lagi  beliau memberikan tautannya yang bisa dilihat  dilink ini /https://tigabelase.wordpress.com/2020/07/05/dasar-menulis-akademik

selengkapnya ada di sini

https://imaspengalamanwebinar.blogspot.com/2020/09/dasar-menulis-akademik-dari-sudut.html

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Dasar Menulis Akademik dari Sudut Pandang Imam Fitri Rahmadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.