Guru dan Peradaban-Puisi versi telelet

GURU DAN PERADABAN

Oleh: Rosminiyati

 

Guru sebagai pelukis peradaban

Penentu wajah pendidikan di masa depan

Salah langkah berarti kehancuran.

 

Dulu, dengan kapur guru menulis

Mengeja aksara bak seorang pelukis

Murid hanya diam duduk manis

Tak boleh ada yang ceriwis.

 

Pengajaran mulai ada kemajuan

Spidol dipakai untuk menulis di papan

Mengejar materi agar tetap tersampaikan

Keberhasilan diukur dengan nilai ulangan

Terkadang murid-murid pun keteteran.

 

Guru berjuang sampai kelelahan

Jurus jitu dikeluarkan tanpa keengganan

Guru berperan sebagai seorang informan

Ruang kelas seakan panggung hiburan

Murid-murid asyik menikmati tontonan

Tak jarang menghadirkan kebosanan.

 

Seiring waktu yang telah berganti

Perbaikan demi perbaikan digeluti

Tak ada lagi ilmu yang dinanti

Kini guru sebagai teman sejati

Belajar dari hati ke hati.

 

Guru sebagai motivator

Bukan sebagai pendonor

Guru sebagai fasilitator

Bukan sebagai distributor

Sesama murid menjadi tutor.

 

Belajar dari internet sangatlah tepat

Semua ilmu bisa diakses secara cepat

Hanya perlu ilmu tentang internet sehat

Agar tak terjebak dalam kehidupan sesat.

 

Peran guru tak akan pernah tergantikan

Sekalipun dunia mengalami perubahan

Pendidikan karakter tetap terdepan.

 

Pangkalpinang, 18 November 2021

rosminiyatiberbagi.blogspot.com

Rosminiyati

Rosminiyati, S.Pd. lahir di Pangkalpinang pada 5 April 1970, berprofesi sebagai guru di SMK Negeri 2 Pangkalpinang dari tahun 1994 hingga sekarang. Ditakdirkan Allah sebagai peserta belajar menulis PGRI asuhan Om Jay, sejak bulan Juli 2021 mempunyai hobi menulis dan membaca. Semangat belajar yang tinggi didorong oleh keinginan yang kuat untuk berbagi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.