Guru Hebat Bermartabat dan Bersahabat

Kata Pengantar

Guru Blogger Indonesia

              Saat OmJay mempertahankan laporan penelitian disertasi yang berjudul “ Pengelolaan Blog  secara Kolaboratif Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa”  pada Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tanggal  7 Januari 2022 lalu, OmJay lumayan juga merasa keteteran dalam menjawab pertanyaan para penguji yang notabene adalah para guru besar (Profesor) UNJ yang sangat ahli dalam bidang media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, teknologi Pendidikan, dan statistik penelitian. Mereka adalah para dosen yang memang mumpuni di bidangnya. Dari mereka Omjay belajar.

              Alhamdulillah kegiatan belajar menulis tetap berjalan sesuai harapan. Untunglah ada banyak teman OmJay dari kelas Belajar Menulis yang OmJay dirikan Bersama kawan-kawan di PGRI. Waktu berjalan cepat dan tak terasa bahwa kelas menulis pada Januari 2022 ini sudah masuk gelombang ke-23 dan 24.  Keberadaan para sahabat OmJay dari kelas menulis saat ujian kelayakan untuk meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan menjadi moment yang tak dapat OmJay lupakan.  Disampaikan ucapan terima kasih kepada semua sahabat OmJay yang mendoakan dan mensupport hingga selesainya sidang ujian kelayakan doktor tersebut. Mohon doanya bisa menjawab dengan baik di ujian tertutup dan terbuka nanti.

              Kehadiran kelas belajar menulis yang OmJay dirikan pada hakikatnya bertujuan memberikan pelatihan kepada para guru agar memiliki skill menulis. Dengan skill tersebut, maka manfaatnya akan dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya dengan menuliskan ide dan gagasan atau pengalaman hidup dalam buku, baik buku solo maupun buku antologi. Buku-buku tersebut akan menjadi mahkota indah bagi penulisnya.

              Pertengahan Januari 2022, materi pertama kelas belajar menulis gelombang 23 dan 24 telah dimulai, tepatnya pada hari Senin tanggal 17 Januari 2022 dari pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB.  Ada semangat yang luar biasa pada materi pertama, penanya lebih dari 30 orang, dan kelas baru ditutup pukul 21.30 WIB, karena menuntaskan pertanyaan peserta. Materi akan berlanjut hingga 30 pertemuan ke depan, sepekan diberikan 3 materi yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jum’at malam. Kami belajar menulis melalui WA Group PGRI.

              Selasa malam, OmJay  mendapat  pesan di Whataspp. Ada pesan japri dari Pak Dail Ma’ruf, M.Pd. Beliau ketua kelas dan lulusan terbaik kelas belajar menulis gelombang 20 yang  sedang menjadi kurator buku berjudul : “Guru Hebat Bermartabat “  jilid  pertama. Buku ini ditulis oleh 40 orang guru se-Nusantara.  Sungguh Omjay sangat mengapresiasi pembuatan buku antologi ini.

Ada 40 judul yang isinya begitu menginspirasi tentang lika-liku perjalanan hidup  keempat puluh guru hebat dan bermartabat yang diungkapkan dalam narasi, desksipsi dan eksposisi. Ada yang menggunakan alur maju, dan ada pula yang menggunakan alur mundur. Semua  menjadikan buku ini begitu menarik untuk dibaca hingga tuntas dari naskah pertama hingga naskah keempat puluh. Wow fantastis, mereka mampu membuat buku ini hidup.

Dalam buku Guru Hebat Bermartabat, OmJay begitu menikmati suguhan yang tersaji pada naskah Pak Dail Ma’ruf, M. Pd berjudul Jalan berliku menjalani profesi guru. Beliau mengungkapkan bahwa ia tak mengira bahwa akhirnya akan menjadi guru. Profesi guru sudah dihindarinya, namun suratan takdir atau garis tangannya menjadi guru. Akhirnya, tetaplah beliau menjadi guru dan menemukan kebahagiaan dengan profesi yang dijalaninya. Menjadi guru Tangguh berhati cahaya adalah tujuan hidupnya.

Kisah Bu Lilis Ernawati dalam naskahnya yang berjudul Aku dan Langkahku Jadi Guru memaparkan bahwa justeru dengan memaksakan diri kuliah, maka penyakit yang menurut medis sulit untuk disembuhkan, malah hilang tak berbekas. Beliau terus menjalani profesinya sebagai guru dengan dukungan suami tercinta.

Sementara Bu Rita Audriyanti dalam naskahnya berjudul Dan Aku Harus Memilih. Beliau dihadapkan pada 2 pilihan antara karir sebagai dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dapat beasiswa S3 atau Ikut suami berangkat ke Luar Negeri. Suami beliau mendapatkan tugas kantor dari perusahaan untuk bekerja di luar negeri. Sebagai istri dan ibu dari anak-anak, beliau memilih ikut suami dan meninggalkan karirnya sebagai dosen untuk sementara.

Ada pula yang menjadi guru, karena begitu mengidolakan ayahnya yang seorang guru. Padahal kuliahnya bukan di Universitas keguruan. Namun, karena jiwanya suka mengajar, maka jadilah Ibu Mahsunah ZM, S.TP menjadi seorang guru sebagaimana naskahnya berjudul Bapak Cinta Pertama dan Guru Sejatiku.

Ada pula Ustad Johari, S.Pd yang dalam tulisannya berjudul Jalan Panjang Menjadi Guru di Ibukota memaparkan betapa perjuangannya sebelum menjadi guru PNS harus mengajar di  4 Sekolah yang berbeda demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa dan menginspirasi. Siapkan saputangan setelah anda membaca kisahnya.

Di ujung NTT ada kisah heroik  Ibu Ledwina Eti Wuryani. Beliau dalam naskahnya berjudul  Suka Dukaku Menjadi Guru di daerah konflik Timor Leste. Beliau kemudian pindah ke NTT bersama suami dan akhirnya Ibu yang asli Jawa Tengah ini sudah merasa NTT sebagai kelahirannya. Baginya dimana bumi di pijak, maka di situ langit di junjung, dan sederet kisah inspiratif  lainnya.

Bagi pembaca buku ini, OmJay meyakini bahwa akan mendapatkan pelajaran berharga dari 40 kisah hidup para guru hebat se-Nusantara. Kisah yang luar biasa diambil hikmahnya. Terlihat peran, perjuangan dan ketegarannya dalam menjalani profesi mulia sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Kita temukan intan berlian dari para pahlawan insan cendekia ini. Semoga buku ini dapat menguatkan hati dan pikiran pembacanya bahwa guru juga manusia yang punya kebutuhan, keinginan hati dan kesabaran.

Semoga buku karya para guru hebat dan bermartabat se-Nusantara ini bermanfaat bagi pembaca, penulis, dan kita semua.  Teruslah berkarya para guru hebat, dan terus kembangkan literasi hingga ke seluruh pelosok negeri. SALAM LITERASI untuk guru-guru yang menginspirasi.

Bekasi, 21 Januari 2021

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

8 Komentar

  1. Luar biasa Doktor Wijaya alias Om Jay. Selalu terdepan dan tangkas dalam motivasi kami untuk terus berliterasi. terima kasih Om jay, sehat dan bahagia selalu

  2. Luar biasa…. Buku kita bisa mengispirasi Mr. Wijaya Kusumah, kalau ibu menyebut beliau. Beliau yg selalu memberikan bimbingan serta memberi motivasi. Mottonya “Menulislah setiap hari, buktikan apa yang akan terjadi “. Kata2 tersebuat mengiang-ngiang di telingaku. Waktu pertama mengikuti pelatihan menulis di Grup TWC Batch 6 ( Teacher Writing Camp). Selama 3 hari 2 malam. Tempat di Wisma UNJ Jakarta akhir thn 2016 dan awal thn 2017