BUKUINFO TERKINIMOTIVASIPEMBELAJARANTULISAN GURU PENGGERAK INDONESIA

Inilah Kisah Sukses Para Guru yang Melaksanakan PJJ

Wijaya Kusumah

 

buku BDR
BUKU BDR

Sejak wabah Corona melanda dunia, termasuk Indonesia yang telah lebih empat  bulan lamanya, salah satu dampak dari pandemi Covid19 ini adalah kegiatan pembelajaran antara siswa dan guru terpisah oleh ruang dan waktu dengan pembelajaran jarak jauh yang biasa disingkat PJJ.

Pembelajaran terpaksa dilaksanakan dari rumah masing-masing. Siswa dan guru sama-sama belajar dari rumah (BDR). Hal yang perlu diperhatikan dari pembelajaran jarak jauh ini agar tercipta pola belajar yang efektif adalah “di sini senang, di sana senang” guru dan siswa harus sama-sama senang.

Silahkan simak beberapa guru dan sekolah bercerita pengalaman mereka mengadakan PJJ selama pandemi, sebagai contoh bagi guru/sekolah lain untuk mengikuti jejak mereka memakai metode apa yang paling cocok & tepat untuk kondisi di Indonesia selama pandemi dan sesudahnya :

  1. Pengalaman dari seorang kepala sekolah sebuah sekolah yang sudah 3 tahun menerapkan Kelas Digital,  tidak memakai buku cetak sejak dulu, latihan soal & ujian sudah pakai online. Setiap siswa cuma membawa tablet setiap hari ke sekolah. Sehingga pada saat terjadi pandemi dan siswa harus belajar dari rumah maka mereka tidak mengalami kesulitan dalam belajar dan asesmen.
  2. Bagaimana guru bisa melakukan kontrol tiap hari kepada para siswa yg belajar dari rumah, sesuai prinsip ‘merdeka belajar’ namun dikontrol dengan asesmen yang mudah dan secure , sehingga para siswa terpacu untuk tetap belajar tanpa perlu diawasi, siswa akan berbuat curang juga susah. Dengan dilakukan ‘Game’ setiap hari maka siswa akan terpacu untuk tetap belajar dengan kesadaran sendiri.
  3. Pengalaman sebuah sekolah yang setelah pandemic berpindah ke kelas digital karena harus PJJ, awalnya bingung setelah menemukan aplikasi yang tepat ternyata pilihan ke digital adalah tepat sekali.
  4. Bagaimana seorang guru yang sudah berpengalaman melakukan pembelajaran secara luring dan daring dengan memanfaatkan bermacama teknologi  baik untuk pembelajaran sehari-hari dan untuk evaluasi pembelajaran  secara online maupun secara offline. Sehingga tahu mana yang hemat biaya kuota internet, dan tepat guna.

Ada beberapa unsur yang harus diperhatikan agar dapat menciptakan Pola Belajar yang Efektif dari Rumah yaitu :

  1. Pola
  2. Belajar
  3. Efektif
  4. Rumah

Pola : menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 885) pola adalah suatu system kerja atau cara kerja sesuatu. Sedangkan menurut Kamus antropologi, pola adalah rangkaian unsur-unsur yang sudah mantap mengenai suatu gejala dan dapat dipakai sebagai contoh dalam menggambar atau mendeskripsikan gejala itu sendiri (Suyoto, 1985: 327).

Belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang di mana perubahan tersebut dalam bentuk peningkatan perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya. Menurut Skiner, pengertian belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlaku secara progresif. Sedangkan C.T Morgan mendefinisikan belajar adalah suatu perubahan yang relative dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat dari pengalaman yang telah lalu.

Bisa dibaca di https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-belajar.html

Efektif bisa diartikan sebagai suatu yang dapat mencapai tujuan maksimal yang diharapkan. Pengertian efektif merupakan suatu usaha yang dilakukan secara maksimal sesuai yang diharapkan, selain itu efektif juga bisa diartikan sebagai salah satu usaha yang tidak pernah lelah sebelum harapan yang di inginkan belum tercapai. (https://pengertiandefinisi.com/pengertian-efektif/).

Sementara rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah yang nyaman dapat memberikan kenyamanan bagi yang menepati rumah tersebut.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, pola Belajar efektif dari rumah dapat diartikan sebagai suatu susunan kegiatan yang dapat di gunakan untuk melakukan proses perubahan tingkah laku yang maksimal dari suatu tempat yang nyaman agar dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.

Sumber: https://www.kompasiana.com/isardasukitasim/5ead48f5d541df3a7323d8e5/menciptakan-belajar-efektif-dari-rumah?page=1

Dari pengertian di atas agar siswa dan guru sama–sama senang dan tercipta pola pembelajaran yang efektif dari rumah, maka yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Siswa dan guru harus memiliki internet yang lancar, media utama dalam pembelajaran jarak jauh adalah internet, jika akses internet siswa atau guru mengalami masalah, maka pembelajaran bukan lagi menyenangkan akan tetapi menegangkan.
  2. Pola atau cara kerja yang diciptakan harus menarik, misal sebelum pembelajaran dalam jaringan atau daring menarik, guru harus sudah siap dengan materi yang akan disampaikan apa itu dalam bentuk powerpoint, atau web. Juga bisa berbentu video atau gambar.
  3. Efektif yaitu bagaimana usaha antara guru dan siswa semaksimal mungkin dalam menggunakan media khususnya internet dalam pembelajaran jarak jauh.
  4. Guru membuat Jadwal, sehingga setiap siswa harus membuat jadwal harian dari bangun tidur hingga tidur kembali, jika sudah membuat jadwal maka mereka akan lebih tertib belajarnya, jika pembelajaran melalui internet disini perlu peran orang tua untuk mendampingi putra-putrinya dan bekerjasama dengan  guru untuk menyampaikan laporan atau bimbingan melalui wa group. Peran orang tua sangat penting dalam belajar dari rumah.
  5. Gunakan teknologi yang ada untuk menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah. Bila adanya hanya WA Group, gunakan WA Group tersebut dengan memadukan antara teks, foto dan video.

Kesimpulan materi hari ini adalah untuk menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah:

  1. Guru dan siswa harus sama-sama senang.
  2. Guru harus mempunyai peta kelas atau kondisi siswa di rumah dengan begitu guru bisa membuat pola mengajar yang sesuai dengan kondisi siswa.
  3. Setiap siswa harus membuat jadwal,  guru bekerja sama dengan orang tua untuk mendampingi putra-putrinya untuk melaksanakan pembelajaran yang sudah terjadwal dan lakukan diskusi atau komunikasi lewat wa group jika diperlukan.

Seorang guru bertanya tentang pembelajaran yang efektif dari rumah. Apakah jadwal belajarnya di tentukan oleh guru berdasarkan jadwal pelajaran seperti hari-hari biasa ataukah dirubah? Apakah pembelajarannya lebih menekankan kepada pembentukan karakter mandiri yang berefek pada keseharian siswa? Lalu untuk pencapaian ranah kognitifnya dapat kita ukur dalam satu hari satu mapel atau bagaiman untuk jenjang sekolah dasar?

Jawaban saya, jadwal di setiap kelas jelas harus berubah, tidak sama dengan tatap muka di sekolah, pembelajaran lebih kepada 3 hal yaitu literasi, numerasi, karakter dengan memadukan iptek dan imtak. Sedangkan untuk penilaian guru dapat melakukan penilaian berbasis proyek atau portofolio, dan disesuaikan dengan kondisi murid sekolah dasar.

Assalamualaikum Om Jay, saya Candra dari MTsN 1 Langkat Sumatera Utara, menurut Om, mungkin tidak bila sistem pembelajaran daring nantinya bila frasa siswa atau guru lebih nyaman … akan mmberi efek pada pembelajaran konvensional yang lazim kita laksanakan sebelum wabah Corona terjadi? Kalau mamang ada efek tidak baiknya, apa kira-kira langkah yang bisa kita lakukan Om? Terimakasih.

Jawaban: walaikum salam Candra, mungkin nanti akan terjadi pembelajaran blended learning, ada tatap muka di kelas dan ada tatap muka di dunia maya, oleh karena itu guru harus belajar sepanjang hayat supaya tidak tergantikan oleh teknologi modern. Untuk keberhasilan pembelajaran daring yang efektif kepada siswa yang terkendala tidak memiliki HP atau jaringan yang lemot  bgm solusinya? solusinya gunakan teknologi yg ada. kalau yang ada kertas atau buku, maka gunakan itu, sebab mau tidak mau, suka atau tidak suka, siswa dan guru akan dipaksa menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan SDM unggul.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi.wabarakatuh.

Om Jay, selama BDR ini, disekolah kami melaksanakan pembelajaran melalui group WA. Di akhir pertemuan, guru memberi tugas sebagai instrumen penilaian. Namun sayang, ternyata yang mengumpulkan tugas hanya maksimal 75% siswa saja. Bagaimanakah cara yang bisa kita tempuh agar siswa juga aktif mengumpulkan tugas tsb? Terima kasih.Wiji – malang.

Jawaban: walaikum salam, jangan dipaksa, biarkan mereka mengerjakan tugasnya dengan sukarela. Kita cukup mengingatkan saja bila ada murid atau siswa yang belum mengumpulkan tugasnya, orang tua harus diberitahu karena kerjasama guru dan ortu sangat penting dalam pembelajaran yang efektif dari rumah.

Setelah sholat tahajud saya membuka aplikasi wa. Ada pesan masuk dari dirjen GTK kemdikbud, bapak Iwan Syahril. Beliau mengirimkan file word kata sambutan untuk buku terbaru kami.  Judulnya menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah.

Sewaktu hari pendidikan nasional, kami mengadakan lomba blog.  Alhamdulillah diikuti oleh 48 orang peserta. Mereka berbagi cerita dan pengalamannya dalam berinteraksi dengan siswa melalui dunia maya selama wabah Corona. Tulisannya keren-keren dan membuat saya termotivasi untuk membukukannya. Sayang kalau hanya tersimpan di blog mereka saja. Dengan semangat 45 saya mencoba merajutnya.

Dengan bantuan ibu Capri dari Aisei dan ibu Hati dari Penerbit Tata Akbar Bandung akhirnya draft buku ini jadi. Lalu saya mintakan beberapa tokoh pendidikan untuk memberikan kata pengantar atau sambutan.

Tentu saja yang saya minta lebih dulu adalah sambutan ibu ketua umum PB PGRI, Bunda Prof. Unifah Rosyidi dan beliau sangat menyambut baik adanya buku ini. Setelah itu,  saya menghubungi beberapa pejabat kemdikbud yaitu pak Hamid Muhammad plt. Dirjen Paud dan Dikdasmen dan pak Iwan Syahril dirjen GTK Kemdikbud. Alhamdulillah keduanya telah mengirimkan file sambutannya.

disain awal yang salah tulisannya

Salah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang saya kenal juga saya mintakan kata sambutan. Alhamdulillah Prof. Wardiman Djojonegoro mantan mendikbud siap memberikan kata sambutan.

Setelah dibaca ulang oleh kawan kawan penulis, ada beberapa perbaikan dalam proses editing. Semuanya sudah dikirimkan ke ibu Hati yang baik hati. Ternyata membuat buku yang bagus dan berkualitas tidak bisa tergesa gesa. Saya harus menyabarkan diri memeriksa halaman demi halaman agar lebih enak dibaca dan bermakna bagi pembaca.

Akhirnya buku menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah siap dipesan dan bu Hati di Bandung sedang mencetak serta menghitung berapa harganya. Semoga kisah sukses para guru dalam melaksanakan PJJ dapat mnginspirasi pembaca.

Pemesanan buku dapat di klik di https://penamrbams.id/pemesanan-buku-menciptakan-pola-pembelajaran-yang-efektif-di-rumah/.  Silahkan yang mau pesan sebelum kehabisan!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog http://wijayalabs.com

Tags

Related Articles

10 Comments

  1. Sangat memberi inpirasi dan motivasi… Cara yang efektif dalam proses pembelajaran dari rumah ini memberi pandangan untuk kita.. Sukses selalu om jay.. Berharap dapat banyak mendapatkan inspirasi dari setiap tulisan -tulisan nya.

  2. Menyenangkan membaca ulasan mengenai kisah sukses para guru yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Sebagai guru, kita dapat mengetahui berbagai macam cara atau metode yg dilakukan para guru. Kisah kisah mereka dapat dijadikan sebagai bahan pbelajaran dan perenungan untuk memberikan pengalaman pjj yg baik kepada siswa.
    Inspiratif

  3. gagasan dan kerja yang baik menerbitkan buku ini. kiranya menjadi motivasi dan memberi inspirasi bagi pembaca serta mengembangkan kemampuan literasi anak bangsa. terima kasih omjay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Admin
Chat Admin
Close