Kata Pengantar Buku PRODUKTIF MENULIS LEJITKAN LITERASIKU

GURU PENGGERAK INDONESIA - 30 Juli 2021
Kata Pengantar Buku PRODUKTIF MENULIS LEJITKAN LITERASIKU
  
|
Editor

Beberapa waktu lalu, saya diminta oleh ibu Lisnawaty Nasaru, S.Kom untuk membuatkan kata pengantar untuk buku terbarunya. Judulnya produktif menulis lejitkan literasiku. Sebuah judul yang begitu menggoda pembaca. Anda akan semakin berprestasi bila membaca tuntas buku yang bagus ini.

Kesibukan pekerjaan sehari-hari, membuat saya hampir saja terlupa menuliskan kata pengantar buku ini. Sebuah buku yang dituliskan dari hasil belajar menulis di PGRI. Ibu Lisnawaty sangat rajin membuat resumenya dan berkat tangan dingin Ibu Aam Nurhasanah yang menjadi editornya, buku ini menjadi lebih renyah dan enak dibaca.

Saya menjadi TERINGAT dengan pengalaman diri sendiri. Perjalanan menulis  dimulai semenjak saya memiliki blog pribadi di internet, dan dengan adanya blog tersebut membuat saya memiliki komitmen untuk menulis setiap hari. Bahkan menulis sudah menjadi bagian dari saya, ketika sehari saja saya tidak menulis, rasa-rasanya  saya seperti anak kecil yang kehilangan buku tulis karena sedang belajar menulis. Saya merasakan ada kenikmatan tersendiri ketika menuliskan kalimat demi kalimat yang dituangkan ke dalam blog. Saya merasa  harus menjadi produsen pengetahuan dan berbagi informasi melalui tulisan-tulisannya, agar apa yang saya ketahui bisa dibagikan atau diketahui oleh orang lain.

Saya tak pernah kehilangan ide dalam menulis. Untuk bisa menemukan ide dalam menulis, gunakan panca indera dan kita akan merasakan bagaimana nikmatnya dalam menulis. Saya bisanya untuk menemukan ide menulis, saya melihat apa yang ada didepan mata saya, saya merasakan apa yang ada dalam hati saya, saya mendengar apa yang ada disekitar saya, sehingga saya tidak kehabisan ide menulis. Dan kalau ingin blog ramai dikunjungi maka menuliskah setiap hari. menulis isu-isu terhangat yang sedang terjadi.”

banyak orang beranggapan menulis itu adalah “Bakat”. Yang artinya ketika orang tidak berbakat maka tidak akan menjadi penulis. Ini mindset yang berkembang di masyarakat. Padahal sebetulnya menulis sama seperti dengan keterampilan lainnya yang butuh proses, butuh ketekunan dan latihan. Bukan serta merta berdasarkan bakat atau bisa menulis karena faktor keturunan ibu/bapaknya adalah seorang penulis. Meskipun bakat punya ada andil di sini namun tidak akan lebih persentasenya daripada yang selalu berlatih dan berproses.

Bagaimana cara menyusun mind map dalam menyusun sebuah buku, sehingga dapat menjadi sebuah daftar isi ?”. Jawaban Bunda Eva “Cara menyusun mind map, pengalaman saya tentukan dulu tema utama kita. Misalnya saya ingin menulis buku tentang Guru Penggerak. Setelah ketemu temanya kita mulai dengan konsep sederhana yang akan kita bangun. Dari konsep-konsep ini akan menjadi simpul-simpul baru yang akan memetakan pikiran kita sehingga mudah mencari referensinya.

Sahabat Bapak/Ibu guru yang hebat di tanah air Indonesia, saya mengajak kepada semuanya bahwa kita bisa terus berlatih menulis..menulis..menulis setiap harinya setiap saat dengan apa yang bisa kita lakukan. Buku yang diterbitkan adalah penyemangat. Untuk menerbitkan buku berangkatlah dari buku kumpulan, atau buku keroyokan (antologi), atau berangkatlah dari tulisan-tulisan yang ditampilkan di website atau media sosial yang dimiliki, kemudian lakukanlah peran di sekolah sebagai penggiat literasi sehingga semangat kita terus bertambah.

Memasuki Abad 21, generasi yang kita hadapi adalah generasi Z, generasi milenial. generasi yang mempunyai kecapakapan digital yang cepat, mereka tumbuh dan terbiasa dengan teknologi. Sebagai Guru haruslah menguasai ketrampilan Abad 21, dan salah satu ketrampilan yang harus dimiliki adalah kemampuan Literasi. Literasi Digital adalah salah satu literasi dasar yang harus dimiliki oleh guru dan siswa.

Menghadapi masa pandemi seperti sekarang ini, dimana sebagai guru dituntut untuk melaksanakan pembelajaran daring tentunya akan malu kalau tidak bisa menggunakan kecanggihan teknologi saat ini. Berlindung dibalik kata tidak tahu, tapi tidak mau belajar dan selalu berharap ada orang lain yang bisa membantu pekerjaannya 😏. Mau sampai kapan seperti itu tanpa dibarengi dengan usaha untuk belajar.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog http://wijayalabs.com

1 Komentar pada “Kata Pengantar Buku PRODUKTIF MENULIS LEJITKAN LITERASIKU”

  1. Rosminiyati berkata:

    Benar Om Jay, dengan berlatih terus, kita akan bisa.

Tinggalkan Komentar


JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 1
  • 0
  • 2.000
  • 12.078
  • 619.286
  • 107.313
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.