Kiprah Guru Bloger dalam Pendidikan

Blog merupakan sebuah website gratis yang bersifat personal dan bisa dikelola oleh siapa saja dimanapun berada. Seorang guru yang sekaligus sebagai Blogger  mempunyai nilai manfaat untuk kemajuan pendidikan. Bagaimana kiprah guru Blogger?

Ngeblog identik dengan menulis. Platform blog yang disediakan oleh Google merupakan ajang yang digunakan untuk menyalurkan hobi guna menuangkan tulisan. Kreativitas penulis sangat mendukung akan kualitas blog yang dibuatnya, karena blog merupakan media yang bisa diakses oleh semua orang di seluruh dunia.  

Kurangnya minat baca masyarakat Indonesia menjadi pemikiran kita bersama. Sekolah merupakan tempat untuk menempa generasi muda menjadi generasi yang cemerlang. Membaca adalah kunci dunia. Segala ilmu bisa diperoleh melalui membaca.   Pemerintah telah berupaya meningkatkan minat baca melalui    Permendikbud nomor 23  Tahun 2015 yakni tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Sebagai tindak lanjut diluncurkannya  Gerakan Literasi Sekolah bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan keterampilan membaca peserta didik. Sesuai dengan hal tersebut peran guru blogger sangat dominan.  Guru ngeblog sangat dimungkinkan sebagai wahana untuk mengembangkan literasi yang ada di sekolah. Banyak cara yang dilakukan dalam pengembangan literasi melalui blog.  Aktivitas membaca tidak harus dilakukan di sekolah. Melalui blog kegiatan membaca bisa dilakukan dimana saja, dan bisa dilakukan setiap saat. 

Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Guru yang gemar menulis akan menjadi contoh bagi siswa siswanya. Dengan kemampuan yang dimilikinya  diharapkan guru mampu membimbing siswa siswinya. Minat dan bakat peserta didik dapat tergali sehingga terhindar dari pola   salah asuh. 

Dunia digital sulit ditebak. Mereka berselancar di dunia maya kita tidak tahu apa.yang dilakukannya. Mereka diam bukan berarti aman. Sifat keingintahuan sangat tinggi, namun seringkali mengandalkan ego.  Anak-anak memerlukan pengawalan agar mereka mampu dalam melakukan pengaturan waktu, mereka harus tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. 

Peserta didik kita merupakan generasi digital native yakni generasi yang terlahir di tengah  canggihnya teknologi. Mereka sejak kecil sudah disuguhi dengan piranti digital dengan aplikasi-aplikasi.  YouTube, Game, WhatsApp, Facebook, TikTok. Bahkan oleh orang tuanya  sering kali diajak melakukan aksi dengan berbagai gaya terutama pada aplikasi TikTok. 

Apakah ada yang salah? 

Dunia digital mempunyai pengaruh yang besar terhadap gaya hidup manusia. Apakah mendatangkan   kemanfaatan atau  keburukan? Hal tersebut  tergantung cara penggunaannya.  Kebiasaan peserta didik yang selalu bergelut dengan gadget  harus diarahkan pada hal-hal yang bernilai positif. Seorang guru yang terlahir dari generasi  lama  atau dengan istilah digital immigrant  harus membekali diri dengan kemampuan digital.  

Menjadi guru blogger merupakan pilihan alternatif. Seorang guru berkiprah dalam dunia pendidikan. Sudah barang tentu  guru akan lebih menguasai yang berkaitan pendidikan dari pada bidang-bidang yang lainnya. Pengalaman baik  tentang pembelajaran bisa dituliskan sehingga menjadi daya tarik.  Konten-konten blog yang dibuat pun banyak memuat berkaitan dengan pendidikan, misalnya  tentang penggunaan metode.pembelajaran,  media pembelajaran,   evaluasi pembelajaran dan pemecahan masalah. 

Peserta didik yang sering berlama-lama dengan gadget-nya bisa di arahkan dengan kegiatan yang positif.  Agar tidak ada unsur keterpaksaan, apa yang diminati peserta didik kita  gunakan. Biasanya siswa lebih suka bermain game, untuk itu kita ciptakan game yang edukatif.  Begitu juga penggunaan TikTok, dan aplikasi lain yang bermuatan video dimanfaatkan untuk menggali bakat  dan minat siswa. Dalam hal ini guru sangat berperan dalam mengatur muatan konten sehingga siswa tertarik.

Masih banyak lagi cara  guru blogger dalam mengefektifkan  pembelajaran. Berbagai  platform bisa dikombinasikan dalam blog misalnya YouTube, google form, PowerPoint, dokumen dan lain-lain. Kreatifitas guru  sangat menentukan ketercapaian  program pembelajaran yang kita  susun. 

Guru ngeblog banyak memberikan kontribusi terhadap pemulihan  pendidikan.  Kita baru saja mengalami  penderitaan yang cukup panjang, hampir 2  tahun pandemi Covid 19 bercokol, enggan sirna. Benteng pertahanan mulai diperkuat dengan adanya vaksinasi sehingga mengurangi kasus terpapar. Sekolah mulai melakukan PTM terbatas, Namun kewaspadaan tetap dilakukan dengan tetap menerapkan  protokol kesehatan. Virus Corona varian baru siap mengincar. 

Pemberlakuan PTM terbatas, memberi harapan bisa mengobati  kerinduan siswa untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan haknya.  Dengan adanya guru ngeblog memberikan  solusi dengan melanjutkan pembelajaran yang belum tersampaikan tatap muka di sekolah.   Kebiasaan siswa di rumah  yang  dekat dengan   gadgetnya bisa dimanfaatkan untuk menggali potensinya. Berbagai kegiatan bisa dilakukan,  dengan mengajak siswa aktif memanfaatkan blog.  

Berbagai pemecahan masalah di bagikan guru melalui blog.  Ide-ide inspiratif  .menjadi motivasi bagi guru lain.  Semakin banyak guru ngeblog  kualitas pendidikan semakin meningkat.   Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Dr. Wijaya Kusumah sebagai Guru Blogger Indonesia  yang pada intinya,  marilah kita ramaikan internet dengan karya guru, diisi dengan konten-konten mendidik.   Semakin banyak guru blogger akan mempercepat penanganan  berbagai permasalahan dalam bidang pendidikan.  

Ditulis oleh : Aini Farida
Guru SDN 3 Samuda Kota
Kab. Kotawaringin Timur (Sampit)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *