Guru adalah  ujung  tombak  dunia  Pendidikan. Hal ini  sesuai  dengan  peran  ganda  yang  disandang guru  sebagai EMASLIMDEF ( Educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, dinamisator, evaluator, dan fasilitator ). Saya lebih fokus pada dinamisator, yang artinya guru sebagai lokomotif yang benar-benar mendorong kearah tujuan dengan kecepatan, kecerdasan, dan kearifan yang tinggi. Sebagai sebuah lokomotif, maka diharapkan guru mampu menarik gerbong siswanya mencapai stasiun tujuan, yaitu manusia yang beriman, bertaqwa, kreatif, dan mandiri.

Apakah untuk menjadi sebuah lokomotif harus menjadi guru penggerak, yang wajib mengikuti berbagai seleksi hingga layak disebut guru penggerak?. Jika jawabannya iya, maka sangat banyak guru Indonesia yang tidak memiliki syarat untuk diangkat menjadi guru penggerak. Terlebih jika gurunya sudah mencapai usia 50 tahun keatas, gagap teknologi, serta berbagai syarat yang sulit untuk dipenuhi. Maka, sebagai guru yang sangat tidak memenuhi syarat tersebut, ijinkanlah saya untuk menyampaikan berbagai kegiatan yang saya ikuti selama 26 tahun mengabdi.

 

Semua guru mendapat predikat sebagai Guru Penggerak jika menyadari bahwa dirinya adalah pendorong transformasi Pendidikan Indonesia. Maka, dengan berbekal kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas, guru mampu berperan menjadi pemimpin pembelajaran; menggerakkan komunitas praktisi; menjadi coach bagi guru lain; mendorong kolaborasi antara guru dan mewujudkan kepemimpinan pada murid.

Berbagai kegiatan telah saya ikuti, baik dalam bidang profesi, kemanusiaan, dan kemasyarakatan. Di bidang profesi, saya menggerakkan komunitas belajar, sesuai amanah sebagai Ketua MGMP Ekonomi Kabupaten Labuhanbatu Utara ( Labura ). Tahun 2018 saya menjadi nara sumber “ Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran “. Tanggal 10 September 2021 menjadi pemateri pelatihan pembuatan RPP di SMP Muhammadiyah 24 Aekkanopan.

Untuk mewujudkan kepemimpinan pada murid, pada November 2020, saya beserta Ketua OSIS SMAN 1 Kualuh Selatan diutus mengikuti seminar virtual Kepemimpinan dan Gerakan anti korupsi yang diadakan oleh Dirjen GTK Kemdikbud. Pada beberapa kegiatan yang diadakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah ( IPM ), saya diamanahi menjadi nara sumber dengan tema ‘ Manajemen dan Kepemimpinan “.  Usai soft launching buku perdana berjudul “ Tersesat di Belantara Pendidikan “, 27 Januari 2021 menjadi nara sumber pada acara malam puisi dan diskusi ringan bertajuk “ Jerat Pandemi “ di Efek Rumah Kopi Aekkanopan. Kemudian, salah seorang sahabat saya, Kepala SMAI AN-NIZAM Medan, menggandeng saya pada Talk Show virtual dengan tema “ Kerja dan Karya “ pada 5 Pebruari 2021, sekaligus soft launching PPDB di sekolah tersebut.

Sebagai pegiat literasi, saya didaulat menjadi nara sumber pada acara “ Memperingati Milad Buya Hamka “, 17 Pebruari 2021 di Lapo Kopi Aekkanopan “. Kemudian pada 21 Pebruari 2021 juga sebagai nara sumber   “Talk Show Beasiswa Kuliah “. Kegiatan ini menggandeng partner ruangkaji.com; SMA Muhammadiyah 9 Kualuh Hulu; Laburaku; Ikatan Pelajar Muhammadiyah; Seonla ; dan Efek Rumah Kopi.  Saya sediakan waktu bagi anak muda Labura dan komunitas literasi untuk ruang diskusi dan kolaborasi di luar sekolah, sebagai bentuk tanggung jawab saya untuk membersamai pemuda pemilik negeri. Pemuda harus dikader, dirangkul, diberi ruang untuk menyampaikan ide dan gagasan, sebab merekalah kelak yang akan menjadi pemimpin bangsa ini.

Kegiatan saya memosting tulisan di media sosial, ternyata menarik perhatian stake holder salah satu bank Syari’ah. Pada 7 April 2021 saya menjadi moderator “ Kajian Online “ Bank Syari’ah Indonesia ( BSI ) Aekkanopan. Selain itu, saya juga menjadi peserta Wardah Inspiring Teacher 2021, wadah belajar dan berlatih bagi guru yang lolos seleksi WTI. Dari WTI saya beroleh asupan baru untuk memberi warna bagi Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ), yang selama ini teramat monoton.

Di bidang kemanusiaan, saya rutin mendonorkan darah pada kegiatan PMI. PMI Labura juga telah mengukuhkan SMAN 1 Kualuh Selatan sebagai PMR WIRA. Tanggal 15 September 2021 saya  menghadiri kegiatan Sosial Impact Assesment di PTPN III Membang Muda. Salah satu usulan kami adalah pembebasan lahan perkebunan untuk Perguruan Muhammadiyah dan Al Wasliyah, sarana olah raga, dan Taman Bacaan Masyarakat. Pada kegiatan itu saya menyampaikan ide dan saran dalam kapasitas saya sebagai tokoh wanita, demi tercapainya kesejahteraan sosial masyarakat.

 

 

 

Ditengah kesibukan mengajar dan kegiatan lainnya, akhirnya semua bermuara pada ketenteraman rohani. Jiwa raga butuh asupan rohani, yang saya dapatkan lewat pengajian di Persyarikatan Muhammadiyah/’Aisyi’ah. Selain menjadi anggota , saya pernah menjabat Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah ( Dikdasmen ) PCA Kualuh Hulu ( 2005 ). Tahun 2008-2018 menjabat Ketua Majelis Dikdasmen PCM Aekkanopan; Ketua Majelis Kader PCA Aekkanopan; Sekretaris PRA Aekkanopan.

Akhirnya, pesan saya bagi rekan guru se-Indonesia, bekerjalah dengan sungguh-sungguh sebab tiada usaha yang sia-sia. Abaikan nada-nada sumbang tentang guru, sebab bocah pemilik negeri menunggu sumbangsih kita. Jadilah guru penggerak, kapanpun, dimanapun. Salam literasi dari bumi Kualuh, basimpul kuat babontuk elok.