Ikatan Pencak Silat Indonesia IPSI Kabupaten Karimun terus berupaya menggalakkan kelestarian budaya bangsa untuk generasi penerus. Pada Ahad (15/01/2023), kegiatan tersebut menggelar latihan gabungan yang diikuti 8 perguruan silat di halaman Makodim 0317/TBK, Jl. Jenderal Sudirman Poros, Kel. Pamak Kec. Tebing

Pasiter Kodim 0317/TBK Kapten Inf Parianto dalam sambutannya menyampaikan, tujuan pelaksanaan acara ini untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi pencak silat ke generasi milenial. “Kami bermunajat kepada Allah Yang Maha Kuasa agar kita semua sehat, bebas dari pandemi Covid-19. Serta, ajang silaturahmi, sehingga kita bisa saling menjaga semangat pelestarian seni budaya jati diri bangsa di tengah masyarakat kami selalu mendukung penuh pelaksanaan ini, ” tutupnya”

Supriadi selaku Ketua IPSI Kab. Karimun juga menyampaikan ” kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi sesama pengurus perguruan pencak silat yang ada diwilayah Kabupaten Karimun, sekaligus menjalin ikatan emosional agar tidak terjadi tawuran sesama perguruan pencak silat.

Selain itu, acara juga diisi dengan doa bersama, pembukaan senam pencak silat IPSI, pemanasan sebelum dilaksanakan latihan, serta sambutan dan nasehat sesepuh perguruan. Di sela-sela latihan juga digelar atraksi dari masing-masing perguruan, baik perorangan maupun kelompok, dan atraksi pertarungan yang diiringi oleh alunan irama pencak silat.

Latihan bersama ini di hadiri 8 perguruan pencak silat, antara lain Perguruan Pencak Silat Setia Hati, Tapak Suci, Walet Putih, Cempaka Putih, Hasad, Himsi, SMI, dan Kera Sakti.

“Peserta latihan bersama pencak silat ini umumnya anak-anak dan generasi milenial,” imbuh Supriadi.

Ia menambahkan, tradisi pencak silat kebanggaan bangsa Indonesia telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Indonesia.

Pencak Silat memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya, baik dari tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual dan festival, pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi pencak silat, adalah jati diri budaya Indonesia sebagai karakternya.

Falsafah budi pekerti luhur sebagai jiwa dan sumber motivasinya. Pembinaan mental spiritual, seni, bela diri, dan olah raga yang terintegrasi, serta berguna sebagai media edukasi pembangunan karakter bangsa di usia dini baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Sambil latihan pencak silat bermunajat, agar melahirkan generasi penuh bakat, memiliki rohani dan jasmani yang sehat, membuat bangsa Indonesia menjadi kuat,” tutup ” Supriadi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *