Omjay bersama Prof Eko Indrajit /dokpri

Kompasiana mengadakan lomba blog. Omjay tertarik untuk mengkritisi aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM). Aplikasi ini sekarang banyak dipakai oleh jutaan guru di Indonesia. Omjay sendiri sudah menginstall aplikasinya di ponsel jadul. Omjay juga sudah mengirimkan beberapa karya. Semoga bermanfaat untuk kawan-kawan guru Indonesia.

Hal yang lebih memicu Omjay untuk mengkritisi aplikasi PMM adalah setelah membaca tulisan sahabat Omjay. Bapak Sudomo guru penggerak dari Lombok NTB menulis tentang aplikasi PMM. Menurut pemikiran beliau, aplikasi PMM dapat membuat guru mendapatkan uang berlimpah dalam kurikulum merdeka.

https://www.kompasiana.com/sudomo_s.pt./64185f4a08a8b5271d500922/inilah-cara-mudah-mendapatkan-uang-berlimpah-dari-pmm

Alhamdulillah aplikasi PMM sangat membantu Omjay mendapatkan informasi baru seputar merdeka belajar. Sekarang ini teknologi terus berkembang, dan Prof Eko Indrajit, Ketua SLCC PB PGRI pernah mengadakan acara workshop di gedung guru Indonesia. Beliau memperkenalkan teknologi yang bernama Metaverse. Informasinya dapat anda baca di sini.

Kami sendiri di APKS PGRI sudah banyak membuat kegiatan online selama masa pandemi covid-19. Salah satunya adalah melaksanakan seminar nasional guru blogger PGRI pada 28 Oktober 2020. Waktu itu aplikasi PMM belum ada, namun semangat berbagi di kalangan guru selalu membara di dunia maya. Kami membuat webinar dengan topik Membuat PJJ Tidak Lagi Membosankan. Mungkin kemdikbudristek bisa mengadakan Webinar Membuat aplikasi PMM Tidak Lagi Membosankan. Hehehe

Bukti Karya Omjay di PMM/dokpri

Bukti Karya Omjay di PMM/dokpri

Bagi guru yang pernah upload bukti karya di aplikasi PMM pasti menyenangkan dan menggembirakan. Kawan-kawan guru diminta mengupload karyanya di youtube pribadinya, dan kemudian menyalin linknya ke aplikasi PMM Kemdikbudristek. Namun, beberapa guru mengatakan aplikasi PMM ini masih terasa membosankan. Banyak guru yang akhirnya tidak membuka lagi aplikasi ini.

aplikas PMM di HP/Dokpri

Aplikas PMM di HP/Dokpri

Bagaimana caranya agar aplikasi PMM tidak membosankan guru? Pertama ajak guru membuat blog pribadi. Kemudian pasang blog pribadinya di aplikasi PMM. Jadi jangan yang channel youtube saja, tapi blognya juga dikasih link. Kedua, buat aplikasi PMM menjadi lebih interaktif seperti blog keroyokan kompasiana.com. Ketiga kasih hadiah gopay buat guru yang sering upload bukti karya di aplikasi PMM. Keempat biarkan semua email mendaftarkan diri di aplikasi PMM. Jangan akun email belajar.id saja yang boleh daftar. Beri kesempatan guru yang tak punya email belajar.id untuk bisa daftar dan bergabung di aplikasi PMM.

Omjay menjadi teringat defini teknologi pendidikan. “Educational technology is  the study and ethical application of theory, research, and best practices to advance knowledge as well as mediate and improve learning and performance through the strategic design, management and implementation of learning and instructional processes and resources (AECT 2020)”.

aplikas PMM di HP/Dokpri

Aplikasi PMM/dokpri

Ada enam pilar kunci yang seharusnya membedakan  aplikasi PMM dengan aplikasi lainnya, yaitu:

  1. Publishable. Anda dapat langsung mem-posting berita di aplikasi PMM. Mudah, murah, dan dapat dibaca di mana pun.
  2. Findable. Mudah ditemukan lewat situs pencari, berdasarkan subjek, nama penulis, atau keduanya. Makin tambun suatu aplikasi, maka semakin cepat digemari. Apalagi bila bisa ditemukan aplikasi Chat GPT yang berbasis Artificial Intelegen (AI) atau kecerdasakan buatan.
  3. Social Blogosphere. Blogosphere cirinya adalah bisa menyuarakan hati penulisnya (cuap-cuap). Percakapan yang menarik berdasarkan topik beralih dari suatu situs ke situs web, nge-link dari suatu link ke link lain. Melalui aplikasi PMM, mereka yang memiliki minat yang sama dapat membangun network atau berita lintas geografi.
  4. Viral. Informasi menyebar lebih cepat melalui aplikasi ini dibanding news service. Saat ini tak ada viral marketing yang dapat menyetarakan kecepatan dan efisiensi suatu aplikasi.
  5. Syndicatable. Content yang kaya dan sangat mudah disindikasikan oleh siapa saja. Bayangkan dunia penuh dengan orang pandai, dan, lewat media online, ribuan informasi yang tersebar dapat didapat.
  6. Linkable. Setiap konten di dalam aplikasi PMM nge-link ke yang lain, memiliki akses ke puluhan juta orang yang mengunjungi aplikasi setiap hari yang bercirikan komunikasi internet dua arah.

dokpri
dokpri

Apa yang harus dilakukan para pengelola aplikasi PMM kemdikbudristek? Update terus aplikasinya dengan hal-hal baru yang membuat banyak guru tertarik menggunakan aplikasi PMM. Seperti blog kompasiana yang banyak diminati para guru Indonesia. Lihatlah kompasiana selalu ramai pengunjungnya. Semoga aplikasi PMM juga demikian. Jangan telat mengirimkan sertifikat online. Begitulah keluhan para guru yang ikutan pelatihan mandiri di aplikasi PMM. Lalu buat acara kelas berbagi sehingga guru senang dengan adanya aplikasi PMM ini. Kami di PGRI ada kelas berbagi inspirasi. Semalam kami mengundang bapak Galih Wicaksono. Beliau salah satu juara guru inspiratif tingkat nasional kemdikbudristek. Judul presentasi beliau sangat menarik. Pembelajaran berdiferensiasi berbasis aplikasi pancasilaku.

Siapa saja yang harus terlibat agar aplikasi PMM ini menjadi tidak membosankan disukai banyak guru? Ajak semua guru terlibat dan merasakan manfaat dari adanya aplikasi PMM. Awalnya mungkin pemaksaan, lama-lama akan menjadi kebiasaan. Sosialiasai yang dilakukan harus masif dan membuat guru senang mengupload semua karyanya di PMM. Terutama karya dalam bentuk digital seperti buku digital, video, dan berbagai tulisan yang bermanfaat seperti kiat menulis cerita fiksi.

dokpri

dokpri

Mengapa aplikasi PMM penting dimanfaatkan oleh guru Indonesia? Sebab aplikasi ini dikeluarkan oleh kemdikbudristek dan harus bermanfaat untuk semua guru Indonesia. Mulai dari ide praktik, kelas, info terkini, asesment murid, perangkat ajar, capaian pembelajaran, alur & tujuan pembelajaran, dan bagian pengaturannya benar-benar dirasakan kebersamaannya. Juga pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang mudah dipelajari secara mandiri.

Kolaborasi antar komunitas harus terus dibangun sehingga komunitas yang dibentuk dan terdaftar di aplikasi PMM dapat bermanfaat dan dirasakan kehadirannya oleh guru Indonesia. Video inspirasi dan bukti karya guru harus terus disosialisasikan serta kumpulan konten unggulan agar terus dipertahankan.

buku kisah omjay ada di aplikasi PMM/dokpri

buku kisah omjay ada di aplikasi PMM/dokpri

Dimana sebaiknya aplikasi PMM digunakan? Aplikasi PMM harus dengan mudah digunakan dimana saja dan kapan saja. Guru harus melakukan pembelajaran kolaboratif melalui aplikasi PMM ini.

Dalam penerapan pembelajaran Kolaboratif terdapat pergeseran peran peserta didik (Smith & MacGregor, 1992) yaitu:

  1. Dari pendengar, pengamat dan pencatat menjadi pemecah masalah yang aktif, pemberi masukan dan suka diskusi.
  2. Dari persiapan kelas dengan harapan yang rendah atau sedang menjadi ke persiapan kelas dengan harapan yang tinggi.
  3. Dari kehadiran pribadi atau individual dengan sedikit resiko atau permasalahan menjadi kehadiran publik dengan banyak resiko dan permasalahan.
  4. Dari pilihan pribadi menjadi pilihan yang sesuai dengan harapan komunitasnya.
  5. Dari kompetisi antar teman sejawat menjadi kolaboratif antar teman sejawat.
  6. Dari tanggung jawab dan belajar mandiri, menjadi tanggung jawab kelompok dan belajar saling ketergantungan.

Belajar kolaboratif menuntut adanya modifikasi tujuan pembelajaran dari yang semula sekedar penyampaian informasi menjadi konstruksi pengetahuan oleh individu melalui belajar kelompok. Dalam belajar kolaboratif, tidak ada perbedaan tugas untuk masing-masing individu, melainkan tugas itu milik bersama dan diselesaikan secara bersama tanpa membedakan percakapan belajar.

Kapan aplikasi PMM dapat digunakan oleh semua guru di Indonesia? Platform merdeka mengajar (PMM) adalah aplikasi untuk memudahkan guru mengajar, menilai siswa dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, serta bekerja untuk menginspirasi rekan kerja. Jadi sudah seharusnya dapat digunakan dengan sangat mudah oleh semua guru di Indonesia.

Dengan adanya platform ini, guru dapat meningkatkan kinerjanya dengan kreativitas yang dikembangkan sendiri. Kawan-kawan guru juga dapat melakukan penelitian dari aplikasi PMM. Penelitian tentang aplikasi PMM ini masih terbuka lebar dan kawan-kawan guru dapat mengkritisinya melalui jalur penelitian. Komunitas peneliti dari kalangan guru harus terus dikembangkan.

Penelitian ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan platform pengajaran mandiri ini dalam rangka meningkatkan kinerja guru di semua jenjang. Kegiatan itu bisa dilakukan atau dideseminasikan dalam bentuk In House Training (IHT) yang bertujuan untuk memperkenalkan dan menggunakan platform pengajaran mandiri yang dapat digunakan guru sebagai acuan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kurikulum mandiri. Kawan-kawan guru bisa menjadi narsumbernya. Guru bisa berbagi motivasi berprestasi seperti apa yang kami lakukan di PGRI.

dokpri

dokpri

Adapun dalam kegiatan ini langkah-langkah yang dilakukan terkait pengenalan platform mandiri pengajaran ini yaitu pemaparan dasar terkait kurikulum mandiri dan penjelasan proyek penguatan profil mahasiswa pancasila, pemaparan dan praktek langsung dalam penggunaan platform mandiri pengajaran dan tindak lanjutnya dari pelatihan ini.

Kegiatan in-house training (IHT) ini sangat penting untuk dilakukan, terutama terkait penggunaan platform merdeka mengajar (PMM) ini, dengan tujuan agar para guru dapat mengakses dan memanfaatkan berbagai fitur di dalamnya untuk mendukung dan membantu mereka dalam melaksanakan pembelajaran pada kurikulum merdeka.

Hasil dari penelitian ini, guru-guru sebagian besar sudah bisa menggunakan platform ini untuk menerapkan kurikulum merdeka, bahkan ada yang sudah menerapkan dan masuk pada proses tindak lanjut dalam penerapan langsung di dalam kelas. Mari kita kritisi aplikasi PMM melalui jalur penelitian. Iseng-iseng, Omjay membuat pertanyaan di beberapa wa group PGRI. Hanya 2 orang guru yang menjawab aplikasi PMM bermanfaat untuk guru. Omjay belum bertanya lagi di jalur penelitian secara serius.

dokpri

dokpri

Hadir bersama-sama dalam pembelajaran online, termasuk berbagi informasi, minat, dan sumber daya adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Itulah yang kami lakukan di PGRI bersama pakarnya di SLCC PGRI bapak Prof. Dr. Eko Indrajit. Kami juga mengundang para juara guru inspiratif, kepala sekolah inspiratif dan pengawas inspiratif kemdikbudristek untuk berbagi inspirasi di PGRI. Semua rekamannya ada dalam channel youtube Fajar Tri Laksono dan akan kami masukkan ke dalam aplikasi PMM. Kita berharap aplikasi PMM dapat menjadi sarana dan media online guru untuk berbagi praktik baik di sekolahnya masing-masing. Mari kritisi aplikasi PMM.

dokpri

dokpri

Demikianlah sedikit pemikiran Omjay dalam mengkritisi aplikasi PMM. Semoga aplikasi ini bisa terus berkembang seperti kompasiana yang terus mengupdate diri sehingga disukai banyak orang Indonesia. Banyak guru Indonesia bergabung di kompasiana dan menulis setiap hari di kompasiana. Semoga tulisannya masuk juga di aplikasi PMM dan menjadi bukti karya serta berbagi inspirasi kepada semua guru di Indonesia.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Bloger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Mari Kritisi Aplikasi PMM”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/641812e808a8b537ae77acd2/mari-kritisi-aplikasi-pmm

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *