Membangun Pendidikan Kecakapan Hidup di Sekolah PGRI

GURU PENGGERAK INDONESIA - 6 Maret 2021
Membangun Pendidikan Kecakapan Hidup di Sekolah PGRI
  
|
Editor

Pagi hari SEKITAR PUKUL 07.00 WIB ponsel saya berdering. Ternyata dari sahabat saya pak Sampun Hamdan di kabupaten MADIUN Jawa Timur. Beliau melakukan video call melalui aplikasi whatsapp dan memperlihatkan fasilitas bisnis center di sekolahnya. Wow luar biasa isinya dan sangat menginspirasi saya untuk menuliskan kisahnya. Lalu sayapun akhirnya mewawancarai beliau melalui aplikasi whatsapp. KAMI SEMPAT BERDISKUSI LAMA LEWAT WA. Isinya daging semua kata anak muda sekarang.

Banyak orang meragukan pontensi sekolah kejuruan di SMK. Potensi SMK yang meliputi SDM Guru dan Tenaga Kependidikan lainnya sebenarnya dahsyat, Kita bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di dalamnya. Fasilitas ITU baik berupa sarana, prasarana, dan kebijakan serta kurikulum ternyata dapat mendorong terwujudnya pendidikan yang senantiasa dapat berinteraksi dengan lingkungan. Baik lingkungan sosial, budaya, maupun ekonomi. kami menyebutnya pendidikan kecakapan hidup atau life skill.

Pendidikan kecakapan hidup (life skill) merupakan salah satu program  pendidikan yang memiliki peran penting dalam rangka membekali warga belajar agar dapat hidup secara mandiri. Badan kesehatan dunia WHO mendefinisikan bahwa kecakapan hidup merupakan sebuah keterampilan yang memiliki kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif. Dengan demikian memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif (Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas, 2004). Anda bisa melihat lengkapnya di sini.

Tujuan pendidikan bagi setiap manusia adalah agar peserta didik mampu memecahkan dan mengatasi permasalahan hidup dan kehidupan yang dihadapinya. Jika selesai mengikuti pendidikan, mereka belum mampu memecahkan masalah hidup dan kehidupan, pertanda tujuan pendidikan belum tercapai. Berdasarkan hal itulah, dalam pelaksanaan pendidikan, peserta didik perlu dibekali dengan kecakapan hidup (life skill). Pendidikan kecakapan hidup itu kemudian dikenal dengan “Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup’ (PBKH). Sebuah pendidikan yang sangat dibutuhkan di masa pandemi seperti saat ini.

Baca Liannya  Lomba Blog PGRI yang Ramai Pesertanya

Secara harfiah, pendidikan kecakapan hidup merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praktis dapat membekali peserta didik dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, sikap yang didalamnya termasuk fisik dan mental, serta kecakapan Kejuruan yang berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan.

Sudah banyak sekolah-SEKOLAH yang menerapkan pendidikan kecakapan hidup. Salah satunya adalah sekolah SMK model PGRI 1 Mejayan Madiun yang mampu menciptakan mobil listrik untuk UMKM.

PGRI 1 Mejayan Madiun Ciptakan Mobil Listrik UMKM

Pada dasarnya pendidikan kecakapan hidup dapat membantu warga belajar dalam mengembangkan kemampuan belajar, menyadari dan menggali potensi diri untuk dikembangkan dan diamalkan serta berani menghadapi permasalahan kehidupan serta memecahkan permasalahan tersebut dengan kreatif.

Bapak Sampun Hamdan berpesan kepada saya, “Jangan pernah berhenti berkarya dengan caranya.”

https://youtu.be/6AytIPHbhNc

Berikut ini adalah wawancara saya dengan beliau melalui aplikasi whatsapp. Senang rasanya bisa mewawancarai kepala sekolah yang GANTENG dan sangat inspiratif ini. Saya belajar banyak bagaimana memimpin sekolah swasta PGRI. Mari kita simak wawancaranya.

Program-program atau langkah-langkah apa saja yang sudah dilakukan untuk membangun pendidikan kecakapan hidup di sekolah anda?

Langkahnya :

  1. Terapkan “Integrasi Literasi, skill pasport dan life Skill education”
  2. Pendidikan sistem block
  3. Kerja sama dengan UMKM dan Desa untuk menjadikan laboratorium life skill education
  4. Bangun unit-unit usaha sebagai pendidikan life skill education
  5. Bangun “Center of Creativity and Life Skill Education / CCLE -MOKASI
Baca Liannya  Wawancara Bersama Radio Elshinta

Apa yang diharapkan dari pengurus besar PGRI agar sekolah sekolah di PGRI semakin maju dan berkembang?

Mulai ada keseimbangan antara mengurus guru pada umumnya (Honorer) dan sekolah PGRI khususnya termasuk guru-guru di sekolah PGRI.

Menurut bapak apakah sekolah PGRI bisa eksis di masa pandemi?

Harusnya bisa, caranya:

  1. Menjadi penggerak pendidikan New Normal dengan menjalankan protokol kesehatan.
  2. Jalankan strategi pendidikan ” integrasi antara literasi Skill pasport dan life skill education
  3. Susun kurikulum sederhana tapi menyasar kebutuhan kehidupan sekarang (karakter, perform, komunikasi, kreatifitas dan lifeskill / ketrampilan hidup.
  4. Kuatkan kolaborasi dan sinergi antar persekolahan PGRI.
  5. Persekolahan PGRI menjadi penggerak perubahan pendidikan masa depan dan mengambil hikmah pandemi covid-19.

Apakah selama ini sudah ada pembinaan dari pengurus yayasan pendidikan PGRI?

Pembinaan dalam kapasitas struktural. Bagaimana membangun kebersamaan sehingga melahirkan kekuatan belum tampak. Solusi pemecahan problem PPDB, kesejahteraan guru, membangun kerja sama, terobosan pemikiran kreatif dan solusi sangat jauh dari keutuhan dan tanggung jawab .

Berapa persen sekolah PGRI yang mampu bertahan di masa pandemi?

20 persen.

Apakah selama ini sudah ada upaya dari PB PGRI untuk menyelamatkan sekolah-sekolah PGRI yg mati segan hidup tak mau?

Baru sebatas rumusan melalui program pendampingan dari sekolah besar. IMplementasinnya belum. Repotnya lagi greget dari sekolah kecil ini juga MASIH lemah.

Pendidikan kecakapan hidup sudah diterapkan di sekolah bapak dan apa harapan bapak dengan sekolah PGRI lainnya?

Pendidikan kecakapan hidup suatu kebutuhan apalagi dalam situasi Pandemik seperti ini yang belum pasti kapan berakhir. Harapan kita PGRI secara struktural dan Persekolahan PGRI sebagai laboratorium pengembangan pendidikan Life skill education. Sebagai upaya penataan manajemen persekolahan yang efektif efesian dan produktif serta implementatif

Baca Liannya  Kata Pengantar Buku Ambu Guru Ngeblog

Apakah selama ini pendanaan sekolah PGRI ada bantuan dari pemerintah seperti dana BOS?

Bertahannya sekolah PGRI dari BOS . Dengan adanya BOS, maka sekolah Negeri berlomba lomba menambah jumlah siswa. Apakah ini akan terjadi ketika ada kebijakan BOS di SMP yang membuat SMP PGRI habis ? Inilah yang kita kuatirkan dan gejala yang terjadi.

Apakah bantuan BOS utk sekolah swasta dibatasi dan tidak sama dengan sekolah negeri?

Sama . Justru sama ini. Sementara negeri tidak menggaji guru, sementara swasta menggaji guru.

Demikianlah wawancara singkat saya dengan bapak Sampun Hamdan yang sangat inspiratif dan kreatif. Saat ini di bawah kepemimpinan beliau, sekolah model PGRI 1 Mejayan Madiun Jawa Timur SANGAT MAJU dan mampu bertahan di masa pandemi.

BAPAK SAMPUN HAMDAN

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog http;//wijayalabs.com

8 Komentar pada “Membangun Pendidikan Kecakapan Hidup di Sekolah PGRI”

  1. Herni Sunarya Banah berkata:

    Untuk kecakapan hidup yg bisa dirapkan dlam kehidupan adalah pembelajaran yg menerapkan life skill mereka benar – benar dituntut untuk terampil dan sekolahan yang tepat ya SMK keren Omjay isinya sangat bagus dan sekolahnya juga luar biasa.

  2. Program sekolah nya keren,,benar2 simbol sekolah vokasi. Luaran sekolahnya semoga hebat2 dan berdaya saing tinggi.

  3. Sumarjiyati berkata:

    SMK adalah pilihan tepat untuk mendapatkan life skill bgi anak2 kita. Smg sekolah PGRI tetap bisa exis

  4. Tini Sumartini berkata:

    Di daerahku SMP PGRI mati. Sayang sekali…

  5. Maju terus pendidikan di Indonesia

  6. Nurmariana berkata:

    Keren banget om Jay ulasannya. Salam literasi dan sukses selalu Om

  7. Iin kusumanarti berkata:

    KEREN….
    SMK PGRI 1 MEJAYAN MADIUN sangat menginspirasi
    Smg segera diikuti sekolah2 PGRI lainnya
    Aamiin Yaa Rabb

Tinggalkan Komentar


JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 175
  • 2.557
  • 11.484
  • 630.443
  • 111.537
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.