MERAWAT KEBERKAHAN

*MERAWAT KEBERKAHAN*

_BERKAH adalah bertambahnya kebaikan. Berkah, tidak selalu identik dengan jumlah. Berkah di sini lebih ditekankan pada adanya ketenangan hati, kejernihan pikir dan kebahagiaan lain yang tidak bisa dikonversikan dengan angka atau jumlah._

💐 ITULAH sebabnya, berkah tidak selalu milik orang kaya. Orang miskin yang bersyukur pun, bisa jadi adalah bentuk lain dari keberkahan. Karena dengan begitu, bisa jadi, dan memang terbukti dalam banyak kasus, kekayaan justru bisa membuat seseorang sombong dan kemudian mengundang murka Allah.

🌼NABI MUHAMMAD SAW bersabda, *_“Allah menguji hamba-Nya dengan pemberian. Barangsiapa ridha kepada pemberian-Nya, Allah akan memberkahinya. Dan barangsiapa tidak ridha, Allah tidak akan memberkahinya.”_* (HR Ahmad).

🥀 SABDA Nabi Muhammad SAW tersebut menjelaskan tentang pentingnya merawat keberkahan. Adalah sebagai ikhtiar untuk menakar dan mendidik diri dalam mempertahankan nilai-nilai kebaikan.

🌸 KEBERKAHAN melekat pada nilai-nilai kebaikan yang konsisten dan terus-menerus mengalami peningkatan. Sedikitnya, ada tiga cara istimewa untuk merawat keberkahan.

1️⃣ Dekat dengan Allah. Keberkahan menyapa siapa saja yang mengoptimalkan kedekatannya dengan Sang Pencipta. Menguatkan keyakinan secara paripurna hanya untuk-Nya. Melaksanakan secara maksimal segala apa yang diperintahkan oleh-Nya serta menghindari secara maksimal segala apa yang telah dilarang oleh-Nya.

✍️ ALLAH berfirman, *_“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.”_* (QS Al-Maidah ayat 35).

2️⃣ Istikamah. Keistikamahan menjadi jembatan elite dalam memelihara keberkahan. Istikamah ialah sikap kokoh dalam melakukan pengabdian kepada-Nya. Bersahaja menebarkan dan merealisasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan karena-Nya.

✍️ ALLAH berfirman, *_“Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).”_* (QS Ar-Rahman ayat 60).

3️⃣ Sabar. Kesabaran menjadi resep elegan dalam menjaga keberkahan. Sabar berarti berlapang dada menerima segala ketentuan yang diberikan oleh-Nya. Bersahaja melindungi keimanan dan ketakwaan agar senantiasa terpatri hanya untuk-Nya. Kokoh dalam mempertahankan jiwa dan raga pada jalan-Nya.

🔹NABI MUHAMMAD SAW bersabda, *_“Alangkah menakjubkannya keadaan setiap orang yang beriman karena semua keadaannya mengantarkan pada kebaikan, dan ini ada pada diri seorang mukmin. Jika ia memperoleh kesenangan, ia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya. Dan jika ia diterpa kesusahan, ia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.”_* (HR Muslim).

🌺 SUNGGUH, kesabaran menjadi jalan bagi orang beriman dalam menghadapi setiap ujian. Ujian yang datang menerpa diyakini sebagai wujud cinta-Nya kepada setiap hamba-Nya yang mengunggulkan keimanan dan ketakwaannya. Ujian menjadikan kita senantiasa mawas diri dan memantaskan diri agar dapat lebih baik dari waktu sebelumnya. Berupaya secara maksimal dalam beribadah untuk menggapai rahmat-Nya.

🌸 *_SEMOGA Allah senantiasa ridha menganugerahkan kepada kita semua: keselamatan, rahmat, kesehatan dan kebahagiaan, umur panjang penuh berkah, rezeki halal, serta kemudahan mengarungi kehidupan._*

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.