Pare itu Pahit, Tapi Menyehatkan Tubuh

GURU PENGGERAK INDONESIA - 27 Mei 2021
Pare itu Pahit, Tapi Menyehatkan Tubuh
  
|
Editor

Pare itu memang pahit, tapi menyehatkan. Begitu juga menjadi penulis buku. Awalnya terasa pahit, namun akhirnya akan menyenangkan dan membahagiakan. Kita bisa belajar dari pahitnya rasa buah Pare yang menyehatkan tubuh.

Kemarin saya panen buah pare di kebun Oma. Mama Entong langsung memasaknya menjadi tumis pare yang lezat. Selain pare mama Entong juga memanen kangkung. Tumis kangkung yang lezat mendampingi tumis pare yang pahit tapi menyehatkan.

Cabe merah juga sudah berbuah lebat. Mama Entong langsung memetiknya untuk tambahan bahan memasak tumis kangkung. Pagi ini saya sahur pakai tumis kangkung dan pare yang lezat. Saya mulai menjalankan puasa syawal kembali.

Alhamdulillah puasa Syawal yang saya jalankan tinggal 2 hari lagi. Sempat batal karena sakit radang tenggorokan. Suara saya bahkan sempat hilang. Sekarang Alhamdulillah kembali normal. Saya bersyukur bisa sembuh. Doa dari kawan-kawan guru juga membuat saya cepat sembuh.

Sambil menunggu waktu Subuh, saya membaca resume kawan-kawan guru yang sedang belajar menulis. Sekarang sudah masuk gelombang 18. Semalam pak Akbar Zainuddin yang jadi narsumnya. Beliau memaparkan materi tentang strategi memasarkan buku.

Inilah List Pengumpulan resume pertemuan 18, dan akan terus bertambah resumenya.

1. Maesaroh
https://maydearly.blogspot.com/2021/05/cara-mudah-promosi-buku.html

2. Siti Zuhraeni
http://rhenydeje.blogspot.com/2021/05/strategi-penjualan-buku-ala-pak-akbar.html

3. Bagus Sugiarto
https://baitkata.com/gel18/teknik-promosi-buku/

4. Okmi Astuti
https://okmiastuti032021.blogspot.com/2021/05/seperti-apa-teknik-dalam-mempromosikan.html

5. Herniwati
https://keysdela.blogspot.com/2021/05/4-strategi-pemasaran-buku.html

6. Zikria Desi

Teknik Promosi Buku

7. Nuryatin
https://tienmidchol.wordpress.com/2021/05/26/tehnik-promosi-buku/

8. Iis Yuliati
http://buahpenailalang.blogspot.com/2021/05/teknik-promosi-buku.html

9. Eka Wiyati
https://catatanekawiyati.blogspot.com/2021/05/keajaiban-teknik-promosi-buku.html?m=1

10. Soleh Setiyowati
https://solehsetiyowati.blogspot.com/2021/05/teknik-promosi-buku-ala-penulis-best.html

11. Hesty Trimurti Gorang
https://www.lancarberbahasa.com/2021/05/4-strategi-pemasaran-buku-oleh-bapak.html?m=1

Baca Liannya  Inilah Daftar Narasumber Belajar Bicara

12. Syamsul Badri.
http://syamsul70.blogspot.com/2021/05/teknik-promosi-buku.html

13. Susanti
https://gurufismasasusanti.blogspot.com/2021/05/pelatihan-belajar-menulis_26.html#more

14. Anita
https://nitnoteunike.blogspot.com/2021/05/teknik-promosi-buku.html

15. Agung Pramono

https://agungpramono780.blogspot.com/2021/05/mudahnya-memasarkan-buku.html

16. E. Hasanah
https://hasanahhalima.blogspot.com/2021/05/resume-17strategi-promosi-buku.html

Resume masih terus berlanjut di WA Group gelombang 18

Apa yang disampaikan pak Akbar Zainuddin bagus sekali. Saya menjadi semakin yakin bahwa buku yang saya tulis semakin laku dan bermanfaat untuk orang banyak.

Buku berburu ilmu di negeri panda yang lucu, Alhamdulillah sudah semakin banyak yang pesan. Saya mencetak ulang 39 buku di Lamongan. Cak Imin membantu saya mencetak ulang bukunya.

Memang memasarkan buku dengan modal sendiri itu banyak seninya. Kita akan merasakan pahit getirnya menjual buku. Berbeda dengan memasarkan buku di penerbit mayor. Penulis tidak terlalu dipusingkan dengan urusan penjualan buku. Setiap 6 bulan sekali akan turun royalty buku.

Menulis dan menerbitkan buku sendiri seperti memakan pare yang pahit. Rasanya memang pahit tapi menyehatkan tubuh. Berkali kali saya menawarkan buku, hanya dilihat saja dan belum ada aksi untuk pemesanan buku.

Saya tak pernah patah semangat. Sebab buku yang saya tuliskan memberikan manfaat. Mereka akan dapat ilmu baru tanpa harus belajar langsung ke negeri China. Mereka juga jadi tahu bagaimana cara guru guru di negeri tirai bambu mengajar.

Jangan kaget bila tenaga kerja China masuk ke Indonesia. Mungkin ke depan akan banyak guru dari Tiongkok yang mengajar di Indonesia. Hal itu terjadi kalau guru guru kita malas membaca dan tidak mengkampanyekan gerakan literasi sekolah.

Baca Liannya  Ujian dari Allah

Selama di China saya dan kawan kawan belajar STEAM dan hots. Kisahnya seru dan membuat kami tahu bagaimana mengajar yang baik. Saat pandemi covid19 melanda dunia, kami langsung mempraktekkan apa yang kami dapatkan dari negeri tirai Bambu. Bahkan saya sempat menerbitkan buku baru dengan judul agar PJJ tak lagi membosankan. Lebih dari 200 buku telah terjual dan akan terus dipesan oleh mereka yang ingin belajar di era digital.

Alhamdulillah sekarang sudah ratusan guru belajar dan menerbitkan buku. Target saya ada 1000 guru mampu menerbitkan bukunya. Kegiatan belajar menulis di PGRI akan terus kami lanjutkan. Penerbit Andi Yogyakarta selalu siap mendukung kegiatan kami di PGRI.

Sudah puluhan guru sekarang menikmati royalty buku dari penerbit Andi Yogyakarta. Mereka senang karena tak perlu keluar uang sendiri untuk menerbitkan buku. Ada juga yang menerbitkan buku dengan biaya sendiri. Mereka sangat yakin bukunya laku dan bermanfaat untuk pembaca.

Jumlah guru di Indonesia sekitar 3 juta guru. Mungkin bisa lebih. Kalau ada 1 juta saja yang menerbitkan bukunya, dunia literasi Indonesia akan semakin bercahaya. Seperti gerhana bulan semalam. Cantik dan indah dipandang mata.

Jangan pelit untuk membeli buku. Sebab itu investasi kita dalam berburu ilmu. Setiap ada buku baru yang bagus, saya langsung membelinya. Seperti buku yang dituliskan oleh sahabat saya pak Toad Isbani dari Solo. Beliau menulis buku yang berjudul Inspirasi Guru dalam persepsi, impian dan Kenyataan. Buku tersebut diterbitkan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan.

Baca Liannya  Rabu Tersibuk

Buku bagus lainnya adalah karya Dr. Capri Anjaya, dan kawan kawan komunitas pendidik Indonesia AISEI. Isi bukunya bagus sekali tentang kurikulum ngumpet atau dikenal dengan nama “hidden curriculum”. Buku ini diterbitkan oleh PSSDM Jakarta.

Menulis buku itu asyik. Prosesnya memang terasa pahit. Hmmm…seperti buah pare yang pahit. Tapi menyehatkan tubuh. Bila buku yang dituliskan dibaca banyak orang, pasti penulisnya akan senang.

Seperti buku berburu ilmu di negeri panda yang lucu. Sudah semakin banyak yang pesan. Semoga anda pemesan buku saya selanjutnya. Hehehe.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Blog http://wijayalabs.com

7 Komentar pada “Pare itu Pahit, Tapi Menyehatkan Tubuh”

  1. Rifatun berkata:

    Pare walaupun sangat pahit manfaatnya luar biasa. Sangat banyak. Menyehatkan

  2. Eating vegetable especially pare is very good for health.

  3. Hariyanto berkata:

    Memang tulisan tentang kisah menulis buku lebih lengkap menjadi menarik sekali. Karena buku perlu diperkenalkan dan juga dipasarkan, Trik yang sudah terbukti terangkum baik disini. Mantap sekali. Salam Literasi Om Jay.

  4. Maesaroh berkata:

    Tulisan Om Jay selalu membuka inspirasi baru. Yang saya takjub dari Om jay, hal sesederhana apapun bisa berubah menjadi tulisan. Terimakasih telah menginspirasi. Semoga Om Jay selalu diberikan kesehatan Aamiin

  5. Maesaroh berkata:

    Tulisan Om Jay selalu menginspirasi. Hal sesederhana apapun selalu jadi tulisan itu lah Om Jay. Terimakasih sudah menginspirasi. Semoga Om Jay selalu di berikan kesehatan.

  6. Ratnawilis berkata:

    Mantap Om Jay
    Pertama Saya memang suka pare, Seolah olah pare telah hadir di hadapan Saya dan merasakan enaknya dan bagus pemancing nafsu makan
    Kedua Buku Pandawa yang lucu memang bagus Om. Saya sudah memilikinya

  7. Mardijah berkata:

    Bukan masalah parenya..folosofisnya itu lho om Jay. Lalu terus nyentil ke banyak hal. Dan motivasi nya itu kerasa banget.

Tinggalkan Komentar


Terpopuler

JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 151
  • 2.220
  • 10.259
  • 632.488
  • 112.449
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.