Pelatihan di China, Harapan, dan Doa yang Terkabul.

GURU PENGGERAK INDONESIA - 8 Oktober 2020
Pelatihan di China, Harapan, dan Doa yang Terkabul.
  
|
Editor

PELATIHAN STEM DI CHINA, HARAPAN DAN DOA YANG TERKABUL

Joko Trisilo, S.Pd.

Harapan dan Doa

Perjalanan ke luar negeri pernah menjadi satu harapan saya ketika teman teman sekantor dan teman MGMP IPA berkomentar saat saya mendapat nilai tertinggi se-kabupaten Wonosobo untuk mata pelajaran IPA dalam Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015. Mereka mengatakan bahwa peraih nilai tertinggi dalam UKG 2015 akan diajak jalan-jalan ke luar negeri oleh Kementrian Pendidikan Nasional. Namun harapan tinggal harapan karena beberapa tahun tidak ada kabar beritanya tentang program jalan-jalan ke luar negeri bagi peraih nilai tertinggi dalam UKG 2015.

Harapan ikut perjalanan ke luar negeri muncul kembali ketika tahun 2017, saya meraih juara ketiga dalam ajang lomba OGN tingkat nasional untuk mata pelajaran IPA yang diselenggarakan oleh kementrian pendidikan nasional. Sebenarnya ikut menjadi finalis OGN tingkat nasional sangat saya syukuri sebagai anugerah Allah yang tidak terduga. Keikutsertaan saya dalam OGN karena tahun 2017 MGMP IPA SMP kabupaten Wonosobo tidak mengadakan seleksi peserta untuk mewakili kabupaten ke tingkat propinsi Jawa Tengah, sehingga pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Wonosobo menunjuk guru-guru yang mendapat nilai tertinggi dalam UKG tahun 2015 untuk mewakili ikut OGN tingkat propinsi Jawa Tengah.

Di ajang OGN tingkat propinsi saya tidak berharap banyak, karena saya merasa kemampuan saya yang terbatas terutama dalam penguasaan materi fisika. Namun Allah berkehendak lain, satu minggu menjelang lomba OGN tingkat nasional, saya ditelpon panitia pembimbingan peserta OGN tingkat propinsi Jawa Tengah untuk ikut bimbingan di Semarang, karena satu peserta mengundurkan diri . Dari undangan bimbingan peserta OGN propinsi Jawa Tengah itulah saya mengetahui kalau saya ada di peringkat tujuh dan mengganti peringkat kedua yang sedang hamil muda dan mengundurkan diri. Sekali lagi atas kehendak Allah saya ikut masuk finalis OGN tingkat nasional tanpa target apa-apa, karena saya hanya sempat belajar satu minggu saja .

Atas berkah dan rahmat Allah, dengan bekal ilmu seadanya dan doa dari semua teman, saudara dan murid-murid saya, akhirnya saya meraih medali perunggu sebagai juara ketiga dalam OGN tingkat nasional. Doa dan harapan dapat ikut kegiatan ke luar negeri selalu saya panjatkan dalam setiap selesai sholat, karena yang juara satu sudah diberangkatkan dalam kegiatan pelatihan / kunjungan ke luar negeri yaitu ke Jepang. Sedangkan juara satu dan dua jenjang SD  diberangkatkan ke Belanda. Memang besar harapan saya bisa ikut pelatihan ke luar negeri, namun sampai satu tahun lebih tidak ada kabar beritanya.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, doa dan harapan saya akhirnya dikabulkan oleh Allah. Ketika pulang sekolah  ( di hari apa ? saya lupa ) ada staf Dirjen Dikdas ( kalau tidak salah mbak Isti ) menelpon saya , meminta kesediaan saya ikut pelatihan guru ke china, yang dengan sigap saya jawab bersedia tanpa minta persetujuan keluarga maupun atasan, nekad nih. Selanjutnya saya diminta mengurus semua persyaratan untuk ikut pelatihan guru ke China yang cukup banyak dalam waktu satu bulan . Setelah semua persyaratan lengkap segera saya kirim lewat pos dan sebagian saya kirim file ke panitia . Hal baru yang saya peroleh adalah pengurusan paspor di kantor imigrasi, karena satu syarat wajib pelatihan ke luar negeri adalah paspor dan ijin visa dari kedutaan besar China di Jakarta. Pengiriman berkas dan file inilah yang menjadi awal saya kontak dengan pak Hery Azhar, yang pada akhirnya jadi pendamping kami selama pelatihan guru di China.

 

Pelaksanaan Pelatihan Guru di Luar Negeri

Momen yang dinanti akhirnya tiba, undangan pelaksanaan pelatihan guru ke luar negeri tertanggal 21 Pebruari 2019 sudah terkirim ke sekolah.  Adapun rangkaian kegiatannya meliputi :

  1. Pembekalan ( Pre–departure ) yang dilaksanakan mulai tanggal 27 Pebruari sd. 3 Maret 2019 di Marc Hotel Passer Baroe, Pasar Baru, Jakarta Pusat.
  2. Pelaksanaan Pelatihan STEM di China, mulai tanggal 4 sd. 24 Maret 2019 di China.
  3. Post-departure untuk menyusun laporan dan refleksi mulai tanggal 24 sd. 26 Maret 2019 di Jakarta.

Tiga hari sebelum keberangkatan menuju Jakarta saya menjemput adik saya yang tinggal di kota Magelang untuk menemani isteri tercinta yang tinggal sendirian di rumah saat ditinggal pelatihan satu bulan ke depan, karena ketiga anak kami sedang menempuh perkuliahan di kota Yogyakarta. Sedangkan semua tugas mengajar di sekolah sudah dibagikan kepada teman teman guru IPA, yah…jadi merepotkan semua teman di sekolah. Selanjutnya saya memesan travel untuk ke Jakarta. Tempat tinggal saya memang tidak ada stasiun kereta api , apalagi bandara, jadi yang saya pilih ya travel saja , yang akan mengantar sampai tempat tujuan.

Travel berangkat jam 16.00 sore dari Wonosobo dan sampai di Marc Hotel Passer Baroe Jakarta pusat kurang lebih jam 04.00 pagi. Saya langsung menuju lobi hotel dan mohon diijinkan menunggu di mushola hotel sampai waktu check in dimulai. Alhamdulillah diijinkan dan diantar petugas hotel menuju mushola hotel , sedangkan tas koper saya titipkan di lobi hotel. Satu persatu peserta berdatangan dari seluruh penjuru tanah air . Kami saling berkenalan dan mengobrol kesana kemari sambil menunggu waktu check in dimulai.

Setelah selesai check in , kami menuju kamar masing-masing untuk istirahat dan persiapan mengikuti acara pembukaan. Pada acara pembukaan , saya baru mengetahui kalau yang diundang adalah guru-guru hebat dari berbagai wilayah tanah air yang menjuarai atau menjadi finalis berbagai even perlombaan, seperti : OGN, Guru berprestasi, guru berdedikasi, inobel, PTK dan lain-lain. Pesertanya juga banyak, di hotel ini ada tiga rombongan yang akan diberangkatkan ke China, Belanda dan Australia. Ya… ini merupakan program 1000 guru pelatihan di luar negeri. Pembekalan peserta dilakukan selama lima hari, antara lain disampaikan latar belakang program pelatihan ke luar negeri, kondisi di tiap negara yang akan dituju dan harapan-harapan yang dicapai peserta selama pelatihan . Kami juga mengikuti upacara pelepasan peserta pelatihan oleh menteri pendidikan republik Indonesia. Ada kurang lebih 1200 peserta yang akan diberangkatkan pelatihan di 12 negara.

Selain acara pembekalan dan pelepasan resmi peserta pelatihan ke luar negeri, kami juga diberi kesempatan untuk mencari perlengkapan yang masih kurang, terutama kunci koper yang harus standar agar koper kami aman saat di periksa dan diangkut ke negara tujuan pelatihan. Untung hotelnya dekat pasar yang menyediakan semua keperluan warga Pasar Baru dan sekitarnya , termasuk kami peserta pelatihan. Saya dan beberapa teman melakukan pengiriman pakaian dan barang yang berlebihan / melebihi batasan yang diperbolehkan kami bawa. Setelah mendapatkan uang saku, saya juga mengirimkan sebagian besar uang saku ke rekening anak saya, untuk mengurangi resiko di perjalanan kalau bawa uang terlalu banyak, karena dari informasi pemateri biaya hidup selama di China termasuk murah dibanding yang ke Belanda maupun Australia. Sebagian uang saku sudah kami tukarkan dengan Yuan yaitu mata uang China dan sedikit uang saku kami tukarkan dengan dollar Hong Kong untuk jaga jaga selama kami transit di bandara udara Hong Kong.

Saat yang ditunggu tibalah, kami rombongan peserta pelatihan ke China, sebanyak 50 orang dan 2 pendamping berangkat menuju bandara Suta dalam dua kloter, saya ikut kolter pertama bersama bapak Dirjen GTK . Jam tujuh malam kami segera menuju bis yang sudah menunggu di belakang hotel dan segera berangkat menuju bandara Suta. Dari bandara Suta kami naik pesawat Cathay Pasific menuju China dan transit dulu di bandara Hong Kong. Selanjutnya kami ganti pesawat yang akan membawa kami ke bandara Nanjing China. Setelah sampai di bandara Nanjing , kami dijemput beberapa fasilitator yang akan mendampingi kami selama pelatihan di China. Bapak Dirjen GTK dan pendampingnya berangkat ke kota Xuzhou terlebih dahulu menggunakan kereta api cepat ( Bullet Train ), sedangkan kami dan tiga fasilator lainnya menuju kota Xuzhou menggunakan bis campus CUMT . Bis yang kami tumpangi beda dengan di negara kita, kalau di Indonesia yang umum adalah bis AC sedangkan bis di Cina pada musim peralihan dari musim dingin ke musim semi menggunakan alat pemanas di bawah kursi penumpang, karena udara yang sangat dingi sekitar 4 derajat Celcius.

     Setelah menempuh perjalanan selama enam jam kami sampai di kampus CUMT di kota Xuzhou sekitar pukul delapan malam waktu China. Ternyata ada satu rombongan lagi yang pelatihannya di tempat yang sama dengan kami, yaitu rombongan dari P4TK IPS dan PPKN serta dari rombongan sekertariat Direktorat GTK yang semuanya berjumlah 37 orang. Wah seru sekali, ternyata banyak juga yang bareng pelatihan di kota Xuzhou propinsi Jiangsu Republik Rakyat Tiongkok. Fasilitator membawa rombongan menuju lobby dormitory kampus CUMT Wechang untuk melakukan registrasi dan pembagian kamar, kemudian makan malam di restoran dormitory. Selanjutnya peserta menuju kamar masing-masing untuk istirahat. Saya satu kamar dengan pak Sarno dari Madiun Jawa Timur dan pak Reevi H dari Jambi.

Awalnya saya dan teman-teman berharap pemandu kami dapat mentraslate Bahasa China ke Bahasa Indonesia, tetapi kenyataannya pemandu kami bukan dari Indonesia dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka mahasiswa S2 dari negara Yaman, Kamerun dan Mozambik, sehingga mereka hanya menterjemahkan dari Bahasa China ke Bahasa Inggris . waduh kami jadi bingung juga , karena tidak banyak yang menguasai Bahasa Inggris dengan baik. Jadi selama kami pelatihan di China, penyaji materi semua menggunakan Bahasa China, kemudian oleh fasilitator diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, terakhir beberapa teman menggunakan jasa google translate agar bisa kami terima dalam Bahasa Indonesia.

Pelatihan ini berpusat di kampus China University of Mining and Technology (CUMT) Education and Training Center di Wenchang Campus, Jinshan East Road, Quanshan District, kota Xuzhou , Provinsi  Jiangsu, Republik Rakyat Tiongkok. Pelatihan juga dilaksanakan di beberapa tempat lain sesuai jadwal, yaitu :

 CUMT kampus Nanhu, Xuzhou ; Wangjie Primery School , Xuzhou ; The Secondary School Affiliated To CUMT, Xuzhou ; Xinyuan Junior High School, Xuzhou ; IUIA Huaihai International Innovation Center di Tongshan Yungu Town ( Pusat Inovasi Teknologi Xuzhou ) ; The Confician Culture di kota Qufu, provinsi Shandong ; Museum King Chu , Xuzhou ;   Museum Culture Dinasty Han , Xuzhou ; Ziwei Academy/ Green Town Garden, Xuzhou ;   Danau Pan An, Yun Long dan Dalong di Xuzhou .

            Kegiatan pelatihan di awali dengan pengenalan kampus CUMT Wenchang. Peserta pelatihan berkumpul di halaman dormitory untuk menerima penjelasan dari fasilitator dan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Selanjutnya peserta mulai berjalan mengikuti pemandu keliling kampus. Tempat pertama yang ditunjukkan adalah ruang Network Lecture Hall, yaitu tempat perkuliahan umum untuk peserta dari Pembinaan Guru Dikdas Dirjen GTK, P4TK IPS dan PKn, serta dari Sekertariat Dirjen GTK.

Tempat kedua adalah ruang perkuliahan klasikal , ada 2 ruang yang akan digunakan untuk dua kelompok. Selanjutnya peserta diajak menuju kantin muslim yang menyediakan makanan halal untuk orang muslim, karena pada sabtu dan minggu peserta pelatihan membeli sendiri untuk kebutuhan makan siang dan makan malam. Peserta diberi waktu sebentar untuk survei dalam kantin muslim. Selanjutnya peserta kembali menuju ke dormitory untuk makan siang dan menyiapkan diri mengikuti acara Welcome ceremony di kampus Jiangsu Schools Vocational Institute and Technology ( J S V I T ).

Welcome Ceremony ( Upacara Pembukaan ) dibuka oleh Rektor CUMT dan dihantarkan langsung oleh Kepala Dirjen GTK Tendik bapak Drs. Partono, MSi.

Acara berlangsung sangat hikmad dan luar biasa . Pimpinan menerima seluruh peserta pelatihan dengan sangat senang di CUMT, ini merupakan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Kegiatan dokumentasi seluruh peserta pelatihan bersama pimpinan kampus, pelatihan guru di China diikuti  oleh dua ratus lima puluh peserta yang tersebar di beberapa kampus dan dari beberapa jenjang pendidikan dari PAUD, SD, SMP, SMA / SMK ,kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Baca Liannya  Mengais Mutiara di Negeri Panda

            Pada hari ketiga diawali kegiatan ”Introductory Prentation of CUMT and Orientation” yaitu pemaparan mengenai tata aturan yang harus dipatuhi dan diikuti peserta pelatihan selama beraktivitas di kampus CUMT maupun di luar kampus CUMT, misalnya di jalan raya, tempat perbelanjaan, sekolah sekolah yang akan dikunjungi, tempat tempat bersejarah dan tempat rekreasi di kota Xuzhou. Dalam pemaparan oleh pihak kampus CUMT maupun kepolisian kota Xuzhou juga disampaikan tata aturan pelaksanaan ibadah selama di Xuzhou. Pihak pemerintah setempat mengharapkan pelaksanaan ibadah dilakukan di dalam kamar masing-masing atau tempat ibadah yang resmi dan sudah mendapat ijin dari pemerintah setempat. Selain itu peserta pelatihan harus mengikuti prosedur keamanan selama tinggal di Xuzhou.

            Di hari ketiga dan keempat kami mengikuti latihan dasar Bahasa China berupa Chinese Pin Yin. Tentu saja sulit bagi kami untuk memahami dan mempraktekannya karena hanya belajar selama dua hari, walaupun pengajarnya sangat bagus dalam penyajian maupun membimbing kami dalam praktek Bahasa China. Ya kami jadi seperti anak TK yang baru belajar bahasa, Untuk mahasiswa yang belajar di China memang diwajibkan menguasai dan bisa berkomunikasi dengan Bahasa China, kalau sudah lulus Bahasa dan tulisan China baru diperbolehkan mengikuti mata kuliah yang lain. Mereka belajar Bahasa dan tulisan China minimal satu tahun. Banyak juga pemuda Indonesia yang kuliah di China, beberapa menjadi fasilitator pelatihan guru di China, tetapi kelompok kami yang di CUMT tidak kebagian fasilitator asal Indonesia, kami hanya mendapat fasilitator asal Yaman , Kamerun ,Mozambik dan China yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Jadi materi Bahasa China ini hanya sekedar mengenal budaya mereka saja, kecuali ada yang berminat mendalaminya.

            Pada hari kelima peserta pelatihan mengadakan kunjungan di CUMT kampus Nanhu.

Keberangkatan menggunakan bis kampus yang sudah standbay dekat dormitory tempat kami menginap selama pelatihan di CUMT Xuzhou. Awal kunjungan kami dipandu menuju museum sejarah perkembangan kampus CUMT Nanhu.

            CUMT berdiri pada tahun 1909, mengalami berbagai perubahan dari masa ke masa. Perubahan tempat dan tantangan jaman yang bergolak. Kampus ini dari awal bergerak dibidang pengembangan sumber daya alam , konsentrasi pada penambangan. Segala hal mengenai kampus terdapat didalam museum ini sangat lengkap. Hal menarik dari pengembangan kampus menemukan berbagai fosil Dinasaurus , berbagai macam batuan dan batu giok.

Setelah menjelajahi isi museum , kami melanjutkan menuju ruang perkuliahan untuk melihat aplikasi ICT dalam pembelajaran STEM di kampus. Super canggih kelengkapan sarana prasarana belajar di ICT CUMT, papan tulis diganti dengan dua layar monitor besar seukuran papan tulis, dengan layar sentuh.

Peserta juga berkesempatan mempraktikkan penggunaan sistem jaringan teknologi dan sumber internet sebagai tumpuan pembelajaran. Aktivitas pembelajaran dapat direkam sepenuhnya mulai dari aktivitas guru, siswa, dan juga materi yang disajikan. Di samping pintu masuk terpasang layar monitor, dimana segala aktivitas pembelajaran dalam ruang dapat diamati. Sistem ujian sudah menggunakan sistem komputer dan internet.

            Hari keenam merupakan hari yang seru, mengapa ?

Setelah mengikuti pemaparan Action Plan of ”Learning in and Speaking Out ” yang membahas tentang  penjabaran filosofi pendidikan di China, target minimal pembelajaran sederhana dan  tingkat sistem pembelajaran di China, kami segera bergegas mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat jum’at pertama kali di China. Dengan dipandu Mr. Barman dan temannya, kami yang beragama islam segera berangkat , jalan kaki menuju halte yang ada sebelah kiri komplek CUMT. Kami naik bis kota bernomor 19 dengan tariff 1 Yuan ( Rp. 2000,- ) perorang, pembayarannya bisa dengan uang recehan / logam senilai 1 Yuan atau menggunakan barcode yang dipindai oleh hp android penumpang.

Kami melewati sembilan kali tempat pemberhentian / halte, kemudian turun di halte kesembilan, setelah itu jalan kaki cukup jauh dan kemungkinan tersesat jika tanpa pendamping.

Kemudian sampailah kami di masjid satu-satunya yang ada di Xuzhou, yaitu masjid Qing Zhen Si. Saya kira sudah terlambat karena sudah jam satu waktu setempat, ternyata belum dimulai. Di masjid tersebut sebelum sholat jum’át diadakan pengajian terlebih dahulu sambil menunggu jamaah yang berasal dari seluruh penjuru kota, termasuk para mahasiswa muslim dari negara lain yang kuliah di beberapa perguruan tinggi di Xuzhou. Sekitar jam dua waktu setempat kegiatan khotbah dan sholat jum’at dimulai. Karena khotib berbahasa China,kami tidak paham isi pengajian dan khotbahnya, yang penting sudah melaksanakan sholat dengan khusuk.

Selesai sholat jum’at, kami diajak mengunjungi rumah makan muslim milik orang turki yang letaknya di komplek pertokoan yang cukup jauh dari masjid. Kita ramai-ramai jalan kaki menyusuri jalan dan pertokoan menuju rumah makan muslim tersebut. Setelah sampai di sana kita memesan beragam sate sesuai selera dan roti panggang sebagai pengganti nasi, karena di sana tidak ada nasi.

Selesai makan siang ,kami diajak jalan jalan menuju pasar pakaian , sepatu dan tas. Teman teman berkeliling dalam pasar, ada yang beli sesuatu ada yang sekedar survei karena baru pertama kali masuk pasar tersebut. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menuju halte bis dan kembali ke kampus CUMT menggunakan bis nomor 19.

Pengenalan tulisan china ( kanji ) dan kaligrafi pada hari ketujuh juga sekedar mengenal budaya china, karena waktu belajar yang singkat tentunya sangat sedikit yang bisa kita pahami. Penyajian materi sangat bagus, setiap peserta diberi seperangkat alat untuk belajar tulisan kanji yang terdiri dari rice-paper, kuas, gelas dan tinta ( air ). Setiap peserta diminta praktek menulis tulisan china yang langsung dipandu dan dibimbing oleh nara sumbernya. Satu hal lagi yang menjadi surprise bagi saya adalah ada teman yang mengingatkan hari ulang tahun saya . sebelum pembelajaran dimulai mereka bareng-bareng menyanyikan lagu “Happy Birthday “ untuk saya. Ya Allah saya sangat terharu , terima kasih teman-teman seperjuangan yang telah merayakan ulang tahun saya yang ke 52 di negeri panda ini. Sederhana tapi istimewa karena merayakan hari ulang tahun di negeri China.

Pada hari kedelapan semua peserta berangkat menuju kampus  Jiangsu Schools Vocational Institute and Technology ( J S V I T ) menggunakan bis sekolah. Kegiatannya berupa pemaparan “Reformation and Development of education in Jiangsu “.  Materi yang disampaikan meliputi : Pengenalan dasar pendidikan vokasional di China ; Pelaksanaan vokasional dan sejarah etika pendidikan di jaman dinasti Ching dan jaman modern .

Awal pencanangan pendidikan vokasional, pemerintah China belajar dan mengadaptasi dari negara maju, yaitu Perancis, Jerman, dan juga dari benua Amerika, Eropa, serta Asia (Jepang).

Semangat pengembangan pendidikan vokasiohinal sekitar dua puluh tahun. Pengembangan tingkat universitas yaitu hidup berorganisasi dan bersosialisasi bidang pendidikan, kombinasi keadilan dan kehidupan sosial.

Perubahan Perhatian seluruh bangsa China terhadap pendidikan vokasional telah memberikan harapan kemajuan dan pemerataan pendidikan untuk semua kalangan masyarakat.

Tempat di aula utama saat acara pembukaan, peserta pertemuan ini sebanyak lebih kurang dua ratus lima puluh orang. Seluruh peserta pelatihan yang ada di China.

Motto pendidikan yang dijalankan “seeking a balance between – preparation for life – and – living for life”. Pada masa dahulu konsep pendidikan di universitas hanya diperuntukkan kalangan elit terbatas, namun sekarang telah dibuka untuk umum, siapapun dapat meraih pendidakan di tingkat universitas.

Di hari kesembilan ada dua kegiatan yang kami ikuti. Yang pertama adalah pemaparan materi ” Inquiry learning in Langue Class ”.  Pada lecture kali ini Dongmei Yu (Wakil Kepala Sekolah dari Xuzhou Wangjie Primary School) membukanya dengan sambutan kepada para guru dari Indonesia dengan quotes dari Confucius. Ia menjelaskan bahwa ada 2 pokok pembahasan yaitu (1) Dasar Teoritis : Prinsip mengajar dari sebuah kelas bahasa berbasis pembelajaran inkuiri yang bersifat kekanak-anakan dan (2) Praktik Mengajar : konstruksi dari 3 jenis kelas pembelajaran inkuiri di kelas bahasa. Pemaparan ini sebagai penjelasan untuk program kunjungan peserta pelatihan pada selasa besok di Wang Jie Primary School , Xuzhou.

Kegiatan kedua adalah observasi ke laboratorium pertambangan CUMT ( Exploring the State Key Laboratory  CUMT  dan  National Engineering Rescearch Center CUMT ).

Pada kegiatan ini peserta mendapatkan kesempatan mengunjungi laboratorium CUMT pengelolaan pertambangan batu bara. Peserta mengenakan helm untuk pekerja tambang sebagai salah satu standar aturan memasuki area laboratorium.

Fasilitator laboratorium mengajak berkeliling dan menjelaskan berbagai peralatan dan penggunaan pengeboran pertambangan batu bara secara detail dan rinci.

Kunjungan terbagi dua sesi, bagian pertama menyampaikan peralatan untuk mengebor dan pengolahan batu bara, sedangkan sesi kedua memaparkan teknis pengelolaan hasil pertambangan batu bara.

Kegiatan pelatihan hari kesepuluh adalah Lesson Study in Wangjei Primery School, Xuzhou. Dimana kegiatan ini sudah diawali pemaparannya oleh Mrs. Dongmei Yu selaku wakil kepala sekolah.  Kunjungan kami bersamaan dengan peserta study banding dari guru sekolah dasar di wilayah Tibet.

Begitu memasuki area sekolah kami sudah berdecak kagum dengan adanya lapangan olah raga dan berbagai sarana penunjang pembelajaran yang sangat bagus. Penampilan sekolah sungguh indah tertata rapi, ditambah pajangan sekolah berwarna-warni. Begitu peserta pelatihan sampai di sekolah tersebut langsung disambut anak anak berseragam tentara yang menjelaskan seluk beluk sekolah tersebut. Di sepanjang lorong ada pajangan peralatan perang yang digunakan sebagai pengingat peserta didik pada para pejuang bangsa yang menjadi pendiri sekolah itu.

Ada hal yang menarik, setiap kunjungan kemanapun tidak ada konsumsi berupa snack atau air minum disuguhkan, apalagi makanan. Di ruang kelas tidak ada kursi untuk guru, jadi guru harus totalitas dalam melayani siswa dalam pembelajaran.

Visi sekolah sangat singkat dan padat : “Make Impossible possible”.

Pesan kepala sekolah pembinaan guru dalam mengajar dengan mempersiapkan bahan ajar dengan optimal dan mengajar dilandasi semangat antusias.

Sejarah sekolah didirikan oleh tentara pejuang China, memiliki peran sangat penting sebagai pendiri. Terdapat monumen untuk mengenang jasa para pendiri.

Guru sangat antusias dalam mengajar dan juga perhatian optimal kepada seluruh siswa,

guru dan siswa sangat disiplin dalam pembelajaran. Peserta selanjutnya memperoleh informasi langsung tentang pelaksanaan pembelajaran inkuiri dalam praktek mengajar.

 Pada jam istirahat anak anak berada di luar kelas, mereka bermain bebas, tanpa satupun yang membawa makanan / jajan.

 

              ”Cultural activity :Paper-cut and Hand craft” merupakan kegiatan pelatihan pada hari kesebelas. Dalam kegiatan ini diajak melakukan kegiatan seni budaya berupa ragam hias dari ketrampilan memotong kertas dengan pola aturan tertentu yang menghasilkan karya seni yang indah. Peserta juga diajari membuat boneka panda dari bahan adonan tepung.

Kegiatan dilakukan di Ziwei Academy/ Green Town Garden, Xuzhou. Sebelum pelatihan dimulai tuan rumah menyelenggarakan acara minum teh sebagai penghormatan kepada tamu.

Selesai kegiatan membuat karya seni dan cenderamata, kami dipersilakan berkeliling taman di Ziwei, semua peserta selfi selfi dan foto bareng mengenakan pakaian tradisional china. Pokoknya heboh….

 

 

 

  ” Explore The Confucian Culture di Qufu, Shandong”.

Pada kegiatan di hari kedua belas ini kami berkesempatan untuk mengeksplorasi budaya Confucian di Kota Qufu, Provinsi Shandong. Perjalanan dari hotel kami yang terletak di kampus C.U.M.T. kota Xuzhou, provinsi Jiangsu, memakan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai ke Kota Qufu. Setiba di Qufu, kegiatan pertama kami adalah mengunjungi Kuil Confucius yang dibimbing oleh seorang pemandu bernama Mrs. Susi. Di awal perkenalan beliau mengutip kalimat yang pernah diucapkan Confucius:

“Tidakah menyenangkan memiliki teman-teman yang datang dari jauh?”

Kuil Confucius di Kota Qufu ini merupakan kuil Confucius yang terbesar dan paling terkenal di daerah Asia Timur. Sejak tahun 1994, Kuil Confucius ini telah menjadi bagian dari Tempat Bersejarah Dunia UNESCO. Tempat Bersejarah Dunia lainnya adalah Mansion Keluarga Kong dan Pemakaman Confucius yang letaknya berdekatan dengan Kuil Confucius. Para pengikut Confucius mempercayai bahwa Confucius merupakan utusan Tuhan dari Surga yang dikirim ke Bumi untuk memberikan pencerahan kepada manusia. Hal ini dipercayai karena kecerdasan spesial yang dimiliki oleh Confucius yang membuatnya lebih daripada orang lain walau Confucius sendiri diyakini hanya sebagai manusia biasa. Kalau di Indonesia , para penganut ajaran Confusius disebut sebagai penganut agama Kong Hu Cu dan hampir setiap kota yang banyak orang Tionghoa dipastikan ada kelenteng, yaitu tempat ibadah penganut ajaran Confusius. Setelah penjelasan singkat tersebut, kami tutup kegiatan hari ini dengan berbelanja souvenirs di area perbelanjaan sekitar tempat pemakaman.

Baca Liannya  Kebaikan Hidup Akan Lebih Bernilai dengan BerSedekah

Selama berada di kota Qufu ini kami sholat dalam bis, karena kami tidak diberi waktu sholat oleh panitia. Meskipun kami makan siang di rumah makan muslim dan di dekatnya ada masjid yang tampaknya ditutup. Sebagai orang islam kita patut bersyukur karena di negara kita kegiatan ibadah sangat leluasa tanpa tekanan dari pemerintah maupun pemeluk agama lain.

Pada hari ketiga belas ada tiga kegiatan yaitu : Explore Yun Long lake , kunjungan ke Xuzhou Innovation Technological  Center dan Explore Moshangji Folk Culture Park and Chinese Traditional Architectural Yard.

Yun Long Lake merupakan danau buatan dari bekas galian tambang batu bara. Di Xuzhou memang banyak danau buatan yang luas dan indah dengan penataan dan pengelolaan yang bagus untuk obyek wisata dan tempat olah raga. Danau Yun Long dan area sekitarnya sangat bersih dan tertata rapi, sehingga terasa nyaman berada di sana seharian. Tetapi di area ini tidak ada penjual makanan, hanya ada minuman dalam kotak autoteller. Bagian yang sangat menarik adalah adanya jalan menuruni danau sampai ke dasarnya dengan pembatas dinding kaca tebal di kanan kirinya sehingga kita bisa melihat aneka macam ikan yang di pelihara di danau tersebut.

Keindahan danau dikemas dengan modern dan artistik, area  wilayah sangat luas, dijaga setiap saat oleh tim keamanan, petugas kebersihan, dan juga pengunjung leluasa menikmati pesona alam tersaji.

Setelah jalan jalan di danau Yun Long, kami dipandu untuk mengunjungi IUIA Huaihai International Innovation Center di Tongshan Yungu Town ( Pusat Inovasi Teknologi ) Xuzhou. Dalam kesempatan ini kami belajar dan mengenal industry robot dan perkembangannya dalam industry maupun robot dalam dunia pendidikan. Pengembangan robot dimulai dengan pengenalan kepada siswa taman kanak-kanak, sekolah dasar sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Di sekolah dasar siswa merangkai robot sederhana untuk menyalakan lampu, membuka pintu parkir dan membuka kran air secara otomatis.

Setelah berkunjung di dua tempat tersebut, kami kembali ke dormitory untuk makan siang dan persiapan menuju obyek selanjutnya. Kami tidak diberi waktu untuk sholat jum’at karena waktu terbatas. Ya Allah astaghfirullah, terpaksa kami hanya melakukan sholat dhuhur di kamar masing-masing.

Setelah makan dan sholat kami segera menuju bis kampus yang akan membawa kami mengadakan kegiatan Explore Moshangji Folk Culture Park and Chinese Traditional Architectural Yard. Kegiatan pertama kami dibawa menuju satu rumah tradisional china yang merupakan peninggalan seorang pejabat kerajaan tempo dulu. Peninggalan bersejarah ini sangat terawat dan memiliki bagian bagian rumah yang lengkap dimana ruang satu dengan ruang lainnya terpisah pisah oleh jalan/koridor dan halaman rumah. Namun keseluruhan bagian rumah dibentengi tembok yang mengelilingi seluruh bangunan. Dalam komplek rumah tersebut juga ada panggung untuk pentas seni tradisional china dengan halaman yang cukup luas untuk para penonton. Dekat tempat pentas ada taman yang banyak ditumbuhi tanaman cherry yang mulai bermekaran, pada saat itu ada pengunjung dari korea selatan yang didandani dengan pakaian tradisional dan make up untuk pertunjukan. Banyak teman berfoto ria di sana.

Kegiatan berikutnya kami dipandu menuju komplek Moshangji Folk Culture Park yang menyajikan suasana perbelanjaan souvenir maupun makanan yang ada dalam bangunan bangunan dengan arsitektur  tradisional. Di sini kami jalan jalan , ngobrol, selfi selfi, ada yang beli souvenir dan ada yang bermain catur tradisional china. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, oleh fasilitator kami diharapkan segera kembali menuju bis. Dari awal sampai akhir kami harus jalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh dan melelahkan.

Pada hari ke empat belas dan lima belas tidak ada sesi pelatihan resmi, waktu dua hari digunakan untuk menyusun jurnal harian, jurnal mingguan dan rapat koordinasi dengan seluruh peserta dan pendamping untuk menyusun team pembuat laporan kegiatan dan presentasi ketika post-departure di Jakarta.

Pelatihan pada hari keenam belas berupa kunjungan ke tempat tempat bersejarah dan danau Pan An serta Pan An Water Town. Ringkasan kegiatan di tempat bersejarah dan tempat rekreasi :

  1. King Chu’s Mausoleum.

Guishan Han Tomb merupakan makam generasi ke-6 Raja Chu (bergelar Raja Xiang) dari Dinasty Han. Liu Zhu dan sang istri dimakamkan bersama. Makam ini ditemukan pada tahun 1981 oleh penduduk setempat.

Semula tempat ini merupakan istana yang dibangun di bawah tanah. Terdapat dua jalan utama, dua gang, 15 ruangan dan pintu-pintu antar ruangan. Kompleks makam memiliki diameter timur ke barat 83 m, dan 33 meter dari utara ke selatan. Makam ini tergolong bangunan kuno temuan yang memiliki presisi amat baik di dunia. Di bagian dalamnya terdapat sistem drainase berupa lekukan seperti saluran air di sisi bawah dinding. Hal ini membuat air yang menetes dari bagian atas bisa mengalir ke luar dengan baik. Di beberapa ruangan bahkan ada lubang khusus untuk menampung air resapan dari atas. Pada ruangan depan terdapat tiang utama yang diperkuat dengan logam dan dilapisi kayu. Ruangan utama juga telah menggunakan rangka kayu dan atap genteng.

Pada masa itu, raja dan istrinya memiliki ruangan dan jalan masing-masing. Di antara kedua bagian tersebut terdapat internal doorway yang menghubungkan ruangan keduanya. Selain itu terdapat ruangan-ruangan lain, seperti dapur, ruang untuk alat musik, dan ruang untuk kuda dan kereta.

Setelah direhabilitasi, kompleks bangunan telah dilengkapi dengan sistem penerangan dan ventilasi udara. Bagian pijakan kaki pada pintu masuk bangunan telah ditinggikan dengan lantai kaca yang transparan, sehingga pengunjung dapat melihat batuan asli pada bagian bawah bangunan.

  1. Imperial Edicts Museum.

Xuzhou Imperial Edicts Museum adalah satu-satunya museum arsip kekaisaran di China yang dikelola pribadi (swasta). Memiliki lebih dari 30.000 barang koleksi, yang terkumpul dari 10 generasi Dinasti Ming dan Qing dari zaman kekaisaran Shunzhi –kaisar Qing yang pertama- hingga kekaisaran Puyi yang terakhir. Pada bagian tengah museum ini terdapat singgasana kaisar yang digunakan pada masa lampau. Terbuat dari kayu mahoni dengan ukiran naga pada bagian sandaran tangan. Singgasana dilapisi emas untuk menunjukkan kekuasaan kaisar. Ukiran naga yang dibuat besar dan rumit melambangkan kehormatan dan kemuliaan kaisar.

Selain mengoleksi maklumat-maklumat kerajaan, museum ini juga memiliki kertas-kertas jawaban dan soal dari ujian kekaisaran, lengkap dengan kertas contekan berisi tulisan tangan sangat kecil, yang kabarnya ditulis dengan menggunakan 3 helai bulu tikus.

Museum juga memiliki koleksi pakaian dari masa ke masa dari zaman dinasti Qing. Pada masa itu pakaian merupakan simbol status sosial, sehingga setiap dinasti menentukan dengan detil warna, corak dan gaya pakaian berdasarkan kelompok dan kasta. Pada masa awal dinasti Qing pakaian antara orang Manchu dan orang Han sangat jauh berbeda. Perbedaan terutama pada corak bordir, yang tampak jelas pada pakaian wanita. Seiring dengan kemajuan industri tekstil saat itu, pakaian dinasti Qing memiliki ciri khas gaya yang rumit dan penuh warna. Bagi sejarah pakaian di China, dinasti Qing merupakan periode yang penting yang mengubah gaya pakaian tradisional ‘longgar dengan tali di pinggang’ ke dalam pakaian kontemporer.

  1. Danau Pan An terletak di barat daya distrik Jiawang, memiliki luas total area 110.000 km2 dan luas perairannya 92.100 km2 . Danau ini merupakan danau buatan dari bekas area pertambangan batu bara, sekaligus sebagai restorasi ekologi pertama di China. Kedalaman danau rata-rata 3-4 m. Danau Pan An memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang menjadi tempat pembelajaran bagi anak-anak sekolah. Seluruh area Pan An Lake dibagi menjadi 5 , yaitu daerah rekreasi ekologi di sebelah utara, area pemandangan lahan basah di bagian tengah, daerah budaya tradisional di sebelah barat, perhotelan di sebelah selatan dan area konservasi ekologi di sebelah timur. I danau Pan An ada wisata air menggunakan perahu besar dengan desain tradisional tetapi dengan peralatan yang canggih.

  1. Pan An Water Town.

Merupakan salah satu bagian dari danau Pan An, berupa perkampungan tradisional dengan banyak parit-parit dengan jembatan yang unik. Di sana banyak penjual souvenir dan makanan khas China.

Di hari ke tujuh belas  ada itga kegiatan pelatihan , yaitu : Practice Education in Thong Cang City, Chinese Tea Art dan Apreciation Culture of Han dynasty.

  1. Practice Education in Thong Cang City.

Mr. Zhong Xingshong sebagai nara sumber mengacu literatur pada masa kerajaan ribuan tahun yang lalu, yang terus berkembang sampai saat ini. Beliau mengenalkan sekolah menengah di kota Tong cheng, Wendu.

Hal pertama mengenal sekolah dimulai dari para pendiri sekolah dan menyampaikan secara detail kondisi awal dalam membangun sekolah. Sosok pendiri sekolah merupakan tokoh yang sangat berpengaruh. Berdiri mulai tahun 1902. Sekolah ini mengembangkan seluruh potensi siswa dan guru. Banyak prestasi yang telah diraih hingga tingkat internasional. Metode pembelajaran yang memberikan seluruh aspek keilmuan dan juga mementingkan karakter.

  1. Chinese Tea Art.

Dalam kegiatan kedua Mr. Zhu menunjukkan 2 buah foto yang diantaranya adalah Presiden Kim Jong Un dalam kunjungannya ke Cina yang disambut oleh Presiden Xi Jinping dengan acara minum teh. Foto berikutnya adalah Presiden Barrack Obama yang sedang berpesta teh dengan presiden Xi Jinping. Kedua foto ini menjelaskan bahwa Cina sangat menjunjung tinggi budaya minum teh. Biasanya acara minum teh bersama dilakukan untuk menyambut tamu yang dianggap penting. Presiden Xi Jinping sendiri sangat suka meminum teh dan beliau pernah berkata “Untuk merasakan hidup dan memecahkan masalah misterius dunia, orang-orang Cina mendapatkan inspirasinya dari minum Teh.” yang kemudian kata-kata tersebut diabadikan dalam sebuah tablet kayu besar. Berikutnya Mr. Zhu memperkenalkan 10 teh Cina yang paling terkenal di dunia.   Menurut Mr. Zhu teh banyak sekali memiliki manfaat bagi tubuh manusia yang diantarnya adalah berfungsi sebagai sterilisasi, anti-inflamasi, anti-oksidan, proteksi radiasi, anti-kanker, dan lain-lain. Alasan kenapa teh begitu bermanfaat adalah karena teh mengandung lebih dari 300 jenis senyawa yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia seperti protein, asam amino, karbohidrat, dan berbagai jenis vitamin dan mineral. Setelah penjelasan singkat mengenai Budaya Teh Cina, Mr. Zhu menyajikan kami dengan pertunjukan seni cara menyajikan teh dan setelahnya kami berkesempatan untuk meminum teh yang telah disajikan.

  1. Apreciation Culture of Han dynasty

Setibanya kami di Terakota Dinasti Han kami diberikan pengetahuan tentang sejarah awal kota Xuzhou. Di masa Cina Kuno kota Xuzhou bernama Pengcheng. Kota ini sebagai tempat kelahiran pendiri kekaisaran Dinasti Han yang bernama Liu Bang. Dalam tahun-tahun pertama Dinasti Han, Liu Bang, Kekaisaran Gaozu, memutuskan bersama saudara termudanya yang bernama Liu Jiao (Pangeran Chu) untuk menjadikan Pengcheng sebagai ibukota kerajaan. Setelah itu kami melihat-lihat terakota peninggalan dinasti Han yang usianya lebih dari 2000 tahun. Figur-figur dari terakota tersebut diantaranya berbentuk kesatria, kuda, para pelayan kerajaan. Semua terakota ini dibangun karena Raja Chu adalah pribadi yang sangat mempercayai kehidupan setelah kematian. Beliau meyakini bahwa seseorang harus mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk kehidupan berikutnya. Dengan keyakinan tersebut Raja Chu membuat pasukan-pasukan yang terbuat dari tanah liat yang dimaksudkan akan membantunya untuk berperang di kehidupan berikutnya.

Baca Liannya  Menjadi guru di masa pandemi

Pada hari kedelapan belas peserta pelatihan mengikuti kegiatan lesson study di dua sekolah, yaitu : Lesson study di The Secondary School Affiliated To CUMT dan lesson study di Xinyuan Junior High School, Xuzhou.

  1. Lesson study di The Secondary School Affiliated To CUMT.

Dalam kegiatan pertama kami bersama-sama mengunjungi Sekolah Menengah Yang Berafiliasi dengan C.U.M.T. dan setibanya disana kami disambut dengan hangat oleh Kepala Sekolah Wang dan beberapa staff sekolah. Kemudian kami menuju lecture hall untuk mendengarkan sambutan yang disampaikan oleh Mr. Wang. Dalam sambutannya beliau memuji Indonesia yang memiliki kerjasama yang sangat akrab dengan Cina terutama kerjasama dalam bidang edukasi seperti kerjasama C.U.M.T. dengan beberapa universitas Indonesia yang diantaranya ada Universitas Lamben Mankula, Institut Teknologi Nasional Banjarmasin, dan National Veterans Construction Univeristy dari Indonesia. Kemudian Mr. Wang menjelaskan tentang latar belakang sekolah yang beliau pimpin. Sekolah tersebut merupakan sekolah anak dari C.U.M.T. yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa/i dan staff untuk universitas dari para peserta didik yang telah lulus. Selain itu sekolah tersebut memiliki murid sebanyak lebih dari 1500 orang baik di SMP maupun di SMA (lebih dari 900 murid di SMP dan lebih dari 500 murid di SMA) dan 120 staff pengajar. Sekolah Menengah Yang Berafiliasi dengan C.U.M.T. memiliki filosofi pendidikan yakni untuk menstimulasi minat, menanamkan kebiasaan, dan membentuk karakter para peserta didik. Menurut Mr. Wang, dengan menstimulasi minat para peserta didik dalam belajar, secara tidak langsung sekolah juga membantu mereka untuk membangun keyakinan diri, menanamkan rasa pencapaian, dan membuat pembelajaran mereka penuh motivasi. Melalui hal ini, Mr. Wang percaya, kita dapat membangkitkan kualitas sempurna dari para peserta didik seperti sifat pekerja keras, optimisme, kepercayaan diri, dan juga rasa kesatuan.

Kemudian Mr. Wang menjelaskan bahwa sekolah yang ia pimpin telah memiliki kerjasama dengan sekolah-sekolah luar negeri seperti Australia, Kanada, dan masih banyak lagi. Setiap tahun lebih dari 100 guru dan murid dipilih untuk belajar ke luar negeri dan lebih dari 100 guru dan murid dari luar negeri juga diundang untuk bertukar ide satu sama lain setiap tahunnya. Terakhir Mr. Wang menyampaikan harapannya agar dapat memperkuat hubungan dengan sekolah-sekolah di Indonesia agar dapat turut berikut serta dalam bertukar ide dengan tujuan untuk mengembangkan dunia pendidikan di negara masing-masing.

Seusai sambutan dari Mr. Wang kami diajak menyaksikan praktik mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris oleh salah seorang guru dan 59 orang para peserta didik. Materi yang dibahas pada saat itu adalah tentang Directions (Arah) dengan metode mengajar yang berpusat pada peserta didik dan berbasis IT. Proses belajar mengajar yang berlangsung sangat tertib dan semua peserta didik sangat antusias dalam belajar dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh gurunya.

 Ada hal yang menarik  ketika saya menemukan buku pelajaran biologi kelas 1 SMP di laci meja, setelah membuka-buka isi buku berbahasa china ini saya mendapat bahwa pelajaran sains di china masih terpisah pisah antara fisika , biologi dan kimia. Yang menarik perhatian saya pada materi organisasi kehidupan, dalam buku tersebut ada contoh penerapan materi sel dan jaringan dalam kehidupan sehari-hari yaitu kultur jaringan dan cloning yang dijelaskan rinci. Kalau di Indonesia, materi IPA merupakan satu kesatuan dan aplikasi materi sel dan jaringan baru diberikan pada kelas 9.

  1. Lesson study di Xinyuan Junior High School, Xuzhou.

Setelah acara pertama usai, kami bergegas menuju sekolah berikutnya yaitu Sekolah Menengah Xinyuan. Setiba di tempat tersebut kami disambut oleh Kepala Sekolah dan beberapa staff sekolah. Kemudian kami dibimbing menuju ruang pengamatan praktik mengajar. Dalam praktik mengajar kali ini para peserta didik mempelajari tentang Reaksi Kimia dengan metode PBL yang disajikan oleh guru. Para peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 7 anggota dan terbagi ke dalam 3 kelas yang masing-masing kelas terhubung oleh kamera yang ditampilkan di layar. Proses belajar mengajar yang berlangsung berbasis STEM dengan sang guru menampilkan materi di layar dan juga memberikan masalah dengan mempraktikan secara langsung di depan para peserta didik.

Kegiatan di hari kesembilan belas di awali jalan jalan ke danau Dalong Xuzhou. Kegiatan santai ini menyusuri sepanjang pinggir danau, selfi selfi dan melintasi salah satu pinggir danau yang dipenuhi pohon cherry yang bunganya bermekaran dengan tanah skitar pohon yang dipenuhi guguran bunga cherry. Awal musim semi yang kami nikmati, seandainya pelatihan diundur seminggu saja , pasti kami bisa menikmati keindahan musim semi di China yang tentunya bisa melihat mekarnya bunga sakura.

Sorenya kami mengikuti acara penutupan ( Closing Ceremony ) pelatihan guru di China. Acara penutupan dihadiri seluruh panitia dan hadir pula perwakilan Kemdikbud RI yaitu ibu Endang Setiawati. Seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah kami masing-masing. Saya mengenakan pakaian adat jawa yang terdiri dari beskap, kain jarit, blangkon dan bebednya. Selesai acara resmi, kami menyajikan tarian Gemu Maumere. Dari kelompok lain ada yang menyajikan lagu, lukisan karya peserta yang diserahkan ke panitia dan diakhiri sambutan dari peserta yang menyampaikan dengan Bahasa mandarin karena beliaunya memang keturunan cina. Wah ..tidak terasa waktu pelatihan segera berakhir, maunya sih diundur beberapa hari untuk menikmati musim semi lebih lama. Selanjutnya dilakukan penyerahan  cendera mata kepada seluruh fasilitator yang selalu mendampingi kami selama pelatihan dan penyerahan cendera mata serta setifikat pelatihan.

Malam hari ada acara ramah tamah dengan para fasilitator di ruang makan dormitory, sederhana tapi berkesan. Mr. Barman menyajikan kue masakan sendiri, ada minuman ringan cola cola dan fanta yang disuguhkan fasilitator untuk kami, terima kasih sekali atas semuanya.

Pada hari kedua puluh dan kedua puluh satu acara bebas, ada sebagian peserta dan pendamping berwisata ke tembok besar cina dan forbidden city dengan biaya sendiri. Mereka berangkat malam jum’at dan kembali ke dormitory hari sabtu malam karena minggu pagi kami harus berangkat ke bandara Nanjing dan menempuh perjalanan kembali ke Jakarta. Kami yang tetap berada di Xuzhou mengisi kegiatan dengan menyelesaikan jurnal harian , jurnal mingguan dan laporan individu.

Pada hari jum’at kami yang beragama islam masih ada kesempatan sholat jum’at berjamaah di masjid Qing Zhen Si Xuzhou. Selesai sholat jum’at kami menuju pasar fashion, tas dan sepatu untuk membeli oleh oleh buat keluarga. Kami juga singgah di toko serba 39 Yuan untuk menambah koleksi oleh oleh buat rekan kerja maupun saudara. Cukup seru juga kami berburu oleh oleh, karena komunikasi dengan penjual kami gunakan bahasa isyarat, google translate maupun kalkulator.

Hari sabtunya pun kami masih sempatkan menambah cendera mata yang kita beli di pasar swalayan ”Lotus” . kami juga berburu oleh oleh ke toko serba 2 Yuan yang laris manis diserbu peserta pelatihan yang mau pulang ke tanah air. Ada yang menarik di took serba 2 Yuan saat saya kunjungi , ternyata di depan took ada salamander aneka warna yang di jual . ingin sekali saya membeli salamander itu, karena di Indonesia tidak ada, kalau di tokopedia harganya ratusan ribu. Tetapi niat beli saya urungkan, pastinya kalau jadi beli akan merepotkan saat di bandara terutama di bagian pemeriksaan koper . selain itu cara bawanya juga berpeluang hewannya mati. Dan kalua kethuan bawa hewan salamander tanpa ijin pasti akan menghambat perjalanan kami pulang ke tanah air.

Minggu pagi merupakan saat saat terakhir kami di China. Pagi pagi sekali kami harus segera check out dari dormitory menuju bis kampus yang akan membawa kami ke stasiun kereta api cepat. Inilah pertama kali saya naik kereta api cepat ( Bullet train ) atau di pelajaran IPA SMP kelas 9 dikenal dengan nama kereta api Maglev dengan kecepatan maksimal 600 km/jam. Namun untuk mengangkut penumpang hanya menggunakan kecepatan maksimal 300 km/jam demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. Dari Xuzhou ke kota Nanjing ditempuh dalam waktu 2 jam saja. Selanjutnya kami naik kereta api umum menuju bandara. Yah kami harus gerak cepat dengan barang bawaan yang banyak dan berat, namun dengan penuh semangat dan gotong royong peserta dibantu para fasilitator yang menghantarkan kami sampai bandara Nanjing. Para fasilitator mengantar kami sampai bandara, berat hati kami berpisah dengan mereka yang setia, penuh perhatian kepada kami selama di China. Terima kasih atas kerjasamanya.

Di bandara Nanjing kami mengalami pemeriksaan yang lama, ada beberapa oleh oleh dari peserta yang tidak boleh dibawa dan harus ditinggal, karena berisi cairan. Banyak juga yang bagasinya melebihi kapasitas yang diijinkan. Akhirnya perjalanan pulang ke tanah air kami nikmati dengan rasa lelah dan senang bercampur aduk karena akan segera bertemu keluarga yang kami tinggalkan selama satu bulan. Seperti rute keberangkatan, kami transit di bandara Hong Kong sebentar kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan Cathay Pasific. Sampai di bandara Suta sudah malam dan setelah melalui serangkaian pemeriksaan kami bisa meninggalkan bandara menuju hotel dengan bis “Blue star” yang setia antar jemput selama kami di Jakarta.

Tengah malam kami sampai hotel di kawasan Slipi, bergotong royong kami turunkan semua koper dan tas yang jumlahnya jadi lebih banyak dibanding saat keberangkatan, maklum tambah oleh oleh yang melimpah. Setelah check in, kami segera menuju kamar masing masing untuk istirahat karena besuknya masih ada kegiatan post-departure.

Selama dua hari berikutnya kami menyusun laporan individu dan laporan kelompok. Sementara baru dua kelompok yang sampai di hotel yaitu kelompok China dan Australia, sementara kelompok Belanda baru sampai hotel pada hari berikutnya. Sehingga saat presentasi di depan bapak dirjen GTK yang presentasi hanya dua kelompok.

Hari terakhir kegiatan post-departure kami sempatkan ke pasar tanah abang buat beli beberapa baju dan tas . selain itu kami juga menukarkan uang kami yang sebagian masih berupa mata uang Yuan dan dollar Hong Kong, dan sebagian lagi sudah ditukar oleh teman teman yang di hari terakhir di China mau ke tembok besar china dan ke Beijing.

Satu persatu peserta pelatihan pulang ke daerah masing masing, dengan berat hati kami berpisah , jabat tangan dan pelukan akrab menjadi salam perpisahan dengan semua teman  yang sudah jadi saudara seperjuangan selama pelatihan di China, banyak sekali kisah suka duka kami lalui. Mudah mudah kami bisa memetik pengalaman dan pengetahuan untuk memajukan pendidikan di negara kita tercinta Indonesia.

Jam sebelas malam  tanggal 24 Maret 2019 menjadi akhir kisah di Jakarta dan China. Travel sudah menjemput di hotel, terus membawa say pulang ke Wonosobo tercinta untuk bertemu keluarga dan rekan sejawat.

Alhamdulillah, segal puji bagi Allah yang telah mengabulkan doa saya dan telah milimpahkan rahmatNya untuk kami semua.

Profil Penulis

Nama                : Joko Trisilo, S.Pd.

Unit Kerja        : SMP Negeri 2 Wonosobo, Jawa Tengah

Alamat Kantor : Jl. Bhayangkara 10  Kab. Wonosobo

                           Propinsi Jawa Tengah

Prestasi            : Juara III ( Perunggu ) OGN tingkat    nasional mata pelajaran IPA SMP.

 

3 Komentar pada “Pelatihan di China, Harapan, dan Doa yang Terkabul.”

  1. Mukminin berkata:

    Slmt bapak. Luar biasa smg menginspirasi ksmi

  2. Emidarwati, S. pd berkata:

    Luar biasa bapak pengalamannya dalam meraih mimpi ke negeri China, mimpi bapak sudah menjadi kenyataan, sukses selalu

  3. Prapti berkata:

    Subhanallah , luar biasa Allah mengabulkan doa Bp ,berprestasi dan berkesempatan belajar di negri Cina. Barokallah. Penuturan pengalaman pun lengkap dan menarik. Apalagi klo dilengkapi dg foto di sana ..pasti tambah Ok…👍🙏

Tinggalkan Komentar


Terpopuler

JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 169
  • 2.238
  • 10.277
  • 632.506
  • 112.459
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.