Peningkatan Kualitas Pembelajaran

GURU PENGGERAK INDONESIA - 25 Oktober 2021
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
  
|
Editor

Peningkatan Kualitas dan Metode Pengajaran[1]

Oleh Jejen Musfah

Ath-thariqatu ahammu minal maaddah

Metode lebih penting daripada materi

Pembelajaran yang baik melibatkan siswa, misal melalui metode tanya-jawab, demontrasi, praktik, atau presentasi. Pelibatan siswa membuat mereka tidak merasa bosan. Meski terkesan mudah, pembelajaran yang berpusat pada siswa sulit bagi guru-guru tertentu.

Pengalaman menilai guru-guru dalam praktik mengajar program Pendidikan Profesi Guru (PPG), mereka sulit meninggalkan metode ceramah. Dari awal sampai akhir mengajar. Padahal dalam RPP yang mereka tulis, terdapat pelibatan siswa. Padahal mereka sudah dilatih selama 2 minggu atau 4 bulan.

Artinya, tidak mudah mengubah kebiasaan guru mengajar; dari cara lama yang berpusat pada guru ke cara baru yang berpusat ke siswa. Siswa dipandang sebagai individu yang merdeka, punya pendapat, pengalaman, pengetahuan, yang layak didengarkan.

Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan ide dan gagasannya, sekaligus untuk melatih kemampuan komunikasi lisan mereka.

Meski pembelajaran daring, guru hebat akan tetap bisa menyampaikan pembelajaran yang menarik.

Berikut hasil wawancara dengan anak saya yang kelas 1 SMP dan kelas 3 SMA, tentang cara mengajar guru mereka. Pertanyaannya, bagaimana seharusnya guru mengajar?

Pertama, PPT yang menarik. Siswa akan senang jika PPT yang dibuat guru menarik. Tidak standar atau biasa-biasa saja. Jujur, ini kelemahan saya. Mungkin ini khas anak-anak milenial atau generasi z. Yang suka akan penampilan, bungkus, disamping substansi. Mereka menambahkan, mungkin di kuliah atau mahasiswa tidak terlalu menganggap penting tampilan PPT.

Kedua, tidak sering memberi tugas. Masa pengerjaan tugas tidak mepet. Contoh, guru yang mengajar 2 kali dalam seminggu. Seharusnya tidak memberikan tugas setiap pertemuan. Di era pembelajaran daring, di antara yang dikeluhkan siswa adalah banyaknya tugas.

Di sisi lain, ada penilaian bahwa semakin bagus suatu sekolah, semakin banyak memberikan tugas. Sekolah yang tidak memberikan tugas, atau sedikit tugas, dianggap siswa tidak sekolah. Sebagian orang tua lebih suka anak-anak mereka mengerjakan tugas, dibanding banyak waktu luang.

Baca Liannya  CATATAN HARIAN MENJELMA SEBUAH BUKU

Ini semacam dilema dalam pembelajaran. Jelas yang benar adalah pemberian tugas yang tidak bertumpuk pada satu waktu secara bersamaan. Ini mengharuskan kordinasi dari para guru atau kontrol tugas guru dari wali kelas masing-masing. Jika tidak, alih-alih belajar, siswa malah akan merasa stres atau tertekan.

Ketiga, tidak pemarah atau sabar. Merespon “kenakalan” siswa dengan bijak atau lemah lembut. Dalam setiap kelas mungkin ada siswa yang berperilaku tidak seperti kebanyakan siswa lainnya. Ini semacam penyakit perilaku bawaan karena aneka masalah di keluarga si anak.

Mereka mencari perhatian guru atau siswa dengan cara membuat “sedikit gangguan” di kelas. Teguran halus dan tegas tidak berpengaruh. Memang demikian karakter si anak. Cara guru menegur siswa seperti ini akan meninggalkan kesan baik atau buruk kepada guru yang bersangkutan.

Guru boleh marah atau tegas di depan kelas tetapi dengan alasan yang jelas. Marahnya pun harus terkontrol, jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, apalagi menggunakan fisik yang bisa melukai.

Keempat, tidak fokus pada diri sendiri atau dominan. Meminta siswa bertanya, tapi saat siswa bertanya, memberi komentar seperti: “ngapain saja saat belajar tadi.” Menunjukkan bahwa seorang guru harus bisa adaptif terhadap perkembangan emosional dan kognitif siswa.

Misal pertanyaan siswa, mungkin menurut level guru pertanyaan itu tidak bermutu, tetapi tidak lantas harus membuat guru marah atau mencela siswa yang bertanya. Guru harus menerima dan menjawab apa pun pertanyaan siswa karena mereka telah memintanya.

Baca Liannya  Halal Bi Halal PGRI

Kualitas pertanyaan menunjukkan level kognisi atau pengetahuan siswa. Maka guru harus menjadikannya sebagai bahan untuk evaluasi. Bagaimana kelak menjadikan siswa yang bisa mengajukan pertanyaan yang berkualitas.

Kelima, to the point, langsung pada inti materi pelajaran. Tidak terlalu banyak bicara di luar materi ajar. Kita sering menemukan di mana guru atau dosen lebih banyak membicarakan hal-hal di luar konteks materi pembelajaran. Apakah itu politik, ekonomi, keluarga, pribadi, sehingga membuat siswa merasa bosan.

Parahnya, siswa tidak banyak mendapatkan hal-hal baru terkait materi ajar. Siswa tidak lebih mengerti pelajaran karena gurunya out of context. Pada banyak sekolah, tidak ada sistem atau mekanisme pelaporan kinerja guru sehingga guru semacam ini bisa mengubah kesalahannya. Supervisi akademik tidak berjalan atau kepala sekolah tidak berfungsi sebagai supervisor.

Keenam, menggunakan bahasa, kata, atau kalimat yang sesuai dengan usia siswa. Dikatakan, seorang guru terkenal pintar, tapi caranya menyampaikan materi dinilai terlalu tinggi untuk ukuran seorang siswa SMA. Lebih pantas untuk mahasiswa. Siswa kurang paham setiap guru ini mengajar padahal ia terkenal guru pintar.

Ada kaidah Bahasa Arab yang menyebutkan: li kulli maqam maqal wali kulli maqal maqam; setiap perkataan itu ada tempat terbaik dan setiap tempat memiliki perkataan (yang terucap) yang terbaik pula. Bahwa bicaralah sesuai tempatnya.

Kompetensi profesional tidak berbanding lurus dengan kompetensi pedagogik guru. Seorang guru harus menguasai materi sekaligus menguasai ilmu cara menyampaikannya. Guru harus menyampaikan materi tidak tergesa-gesa atau cepat, sedang dan bila dibutuhkan mengulanginya, karena kecerdasan siswa beragam.

Ketujuh, menyiapkan pembelajaran dengan baik. Siswa juga mengharapkan guru menyiapkan pembelajaran. Mereka tidak ingin guru hanya bicara di depan kelas tanpa membuat PPT. Guru bicara sementara siswa diminta mencatat. Dikatakan, perencanaan yang baik adalah setengah dari keberhasilan.

Baca Liannya  WASPADA JEBAKAN PHISHING DAN SERUAN MENJADI SPAMMER MERAJALELA DI GROUP WA

Sebagian siswa cocok dengan metode ceramah, tetapi sebagian lainnya tidak. Dalam teori belajar, gaya belajar siswa dibagi menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Variasi metode pembelajaran akan membantu siswa menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru.

Guru tidak terus menerus ceramah, tetapi tanya-jawab, demontrasi, praktik, presentasi, dan menggunakan media gambar, video, dan kuis. Hal ini hanya mungkin dilakukan jika guru menyiapkan pembelajaran dengan baik.

Sebagian kita sering bingung membedakan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Tabel berikut akan membantu kita memahami perbedaan istilah-istilah tersebut.

Pendekatan pembelajaran Berpusat pada guru, berpusat pada siswa
Strategi pembelajaran Exposition – discovery learning, group – individual learning
Metode pembelajaran Ceramah, demontrasi, praktik, presentasi
Teknik dan taktik Bersifat spesifik, individual, unik

Tripren.com

Dampak Pembelajaran yang Menyenangkan

            Guru dianggap berhasil menyampaikan materi pelajaran saat siswa mudah memahami materi dan merasa senang saat belajar bersamanya. Maka siswa akan menyenangi mata pelajaran yang diampu guru ini, dan hasilnya akan bagus.

Mata pelajaran yang sama tetapi disampaikan oleh guru yang berbeda dan beda metode akan berbeda pula dampak dan hasilnya bagi siswa. Dua anak saya membuktikan simpulan ini, bahwa cara dan sikap guru selama mengajar memengaruhi kecintaan dan hasil belajar mereka.

Pada dasarnya tidak ada materi atau pelajaran yang sulit, tetapi tergantung kepada cara guru menyampaikannya. Jika guru terampil menggunakan aneka pendekatan dan metode mengajar, maka siswa akan mau dan senang belajar sehingga hasilnya akan baik.

[1] Dirjen GTK Kemendikbudristek, Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI, Novena Hotel Bandung, Sabtu, 23 Oktober 2021

1 Komentar pada “Peningkatan Kualitas Pembelajaran”

  1. Dail berkata:

    Mantap bgt

Tinggalkan Komentar


Terpopuler

Mungkin Anda melewatkan ini

Jadilah Guru yang Menginspirasi

Jadilah Guru yang Menginspirasi

igi PGRI

igi PGRI

Teknik Analisis Data

Teknik Analisis Data

Memahami Peran TIK dalam Belajar dan Mengajar Aktif

Memahami Peran TIK dalam Belajar dan Mengajar Aktif

Belajar Public Speaking Bersama Dedi Dwitagama

Belajar Public Speaking Bersama Dedi Dwitagama

Opening Ceremony Kelas Guru Motivator Literasi Digital

Opening Ceremony Kelas Guru Motivator Literasi Digital

Inilah Para Pemenang Lomba Blog Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa 2021

Inilah Para Pemenang Lomba Blog Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa 2021

Webinar Guru Motivator Literasi Digital

Webinar Guru Motivator Literasi Digital

Belajar Bicara: Teknik Public Speaking di Dunia Digital Bersama Dr. Nugrahaeni Pramaningrum

Belajar Bicara: Teknik Public Speaking di Dunia Digital Bersama Dr. Nugrahaeni Pramaningrum

Pemesanan Buku Guru Penggerak

Pemesanan Buku Guru Penggerak

Pengumuman Pemenang Lomba Blog Sumpah Pemuda

Pengumuman Pemenang Lomba Blog Sumpah Pemuda

Bagaimana Cara Mudah Lulus PPPK?

Bagaimana Cara Mudah Lulus PPPK?

Sosialisasi Guru Motivator Literasi Digital

Sosialisasi Guru Motivator Literasi Digital

Yuk Belajar Bicara di Youtube Bareng Paman Apiq

Yuk Belajar Bicara di Youtube Bareng Paman Apiq

Mari BIJAK DALAM BER-MEDIA SOSIAL

Mari BIJAK DALAM BER-MEDIA SOSIAL

Literasi Digital Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan

Literasi Digital Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan

Asesmen Formatif Untuk Merdeka Belajar

Asesmen Formatif Untuk Merdeka Belajar

Yuk Kita Belajar Bicara Secara Virtual Yang Menarik!

Yuk Kita Belajar Bicara Secara Virtual Yang Menarik!

Lomba Blog Sumpah Pemuda

Lomba Blog Sumpah Pemuda

5 Bingkisan dari Bapak Munif Chatib

5 Bingkisan dari Bapak Munif Chatib

Membangun Digital Space yang Aman Pada Anak

Membangun Digital Space yang Aman Pada Anak

Inilah 6 Orang Guru Blogger yang Mendapatkan Hadiah dari Penerbit Andi Yogyakarta

Inilah 6 Orang Guru Blogger yang Mendapatkan Hadiah dari Penerbit Andi Yogyakarta

Buku Informatika Panduan Untuk Guru

Buku Informatika Panduan Untuk Guru

Buku Mendesain Intellectual Journey via Prosiding

Buku Mendesain Intellectual Journey via Prosiding

TRYOUT DAN BEDAH SOAL PPPK

TRYOUT DAN BEDAH SOAL PPPK

Dikejar deadline

Dikejar deadline

Implementasi Informatika Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Implementasi Informatika Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Bedah Tuntas Soal PPPK

Bedah Tuntas Soal PPPK

Merawat Spirit Berliterasi Setiap Hari Bersama Much. Khoiri

Merawat Spirit Berliterasi Setiap Hari Bersama Much. Khoiri

Kupas dan Bedah Tuntas Soal PPPK

Kupas dan Bedah Tuntas Soal PPPK

Optimalisasi Blog Sebagai Media Pembelajaran

Optimalisasi Blog Sebagai Media Pembelajaran

Ikutilah Konferensi Nasional Guru Blogger dan Youtuber PGRI di Bulan Desember 2020

Ikutilah Konferensi Nasional Guru Blogger dan Youtuber PGRI di Bulan Desember 2020

Kita adalah Guru Penggerak

Kita adalah Guru Penggerak

Bunga Tak Pernah Bersuara

Bunga Tak Pernah Bersuara

Pecah

Pecah

Kunjungan Mendikbud Nadiem Makarim ke Kantor PB PGRI

Kunjungan Mendikbud Nadiem Makarim ke Kantor PB PGRI

JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 67
  • 1.850
  • 9.960
  • 643.509
  • 116.508
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.