Peran Guru Blogger dalam Memulihkan Pendidikan di Indonesia

Seorang blogger adalah juga seorang penulis, karena blog berisi tulisan. Menulis di blog memberikan banyak kemudahan karena sifat tulisan di blog dapat diedit kapan pun oleh penulisnya. Tak hanya itu, tulisan di blog juga dapat disisipkan dengan foto atau video yang dapat memperkaya isi tulisan yang disajikan. 

Sebagai penulis, seorang blogger tentu saja seorang pembelajar pula. Dia akan terus belajar untuk mencari dan mengembangkan ide-ide tulisan melalui kegiatan membaca, berdiskusi, dan lain-lain yang relevan. Dia tidak akan pernah lelah untuk melakukan semua itu karena dia ingin mempersembahkan yang terbaik bagi pembacanya – tulisan yang memberikan manfaat, menginspirasi, dan memotivasi. Bentuk tulisan yang disajikan juga beragam – cerita, artikel, puisi, dan lain-lain.
 
Seorang guru yang menulis di blog disebut sebagai guru blogger. Guru blogger biasanya mengisi blognya dengan tulisan terkait dunia kerjanya, yaitu tentang pendidikan. Saat ini banyak sekali guru bloger di negeri ini, khususnya sejak masa pandemi Covid-19. Hal Ini tak lain terjadi karena guru terus berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi sekaligus meningkatkan kualitas diri sebagai dampak merebaknya Covid-19 di Indonesaia.
 
Sejak Covid-19 melanda negeri ini, perubahan besar-besaran terjadi pada hampir seluruh bidang kehidupan, tak terkecuali pendidikan. Pembelajaran tatap muka tak dapat dilakukan. Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, sistem pembelajaran beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui jaringan (online) harus dilakoni.
 
Guru yang awalnya bingung dengan kondisi ini, dengan terpaksa belajar menggunakan perangkat digital untuk menyampaikan materi. Akhirnya, dengan berbagai cara, penyampaian materi secara online pun berhasil dilaksanakan seadanya sambil melakukan penyempurnaan dengan terus belajar. Itu pun tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Keberhasilan guru dalam mengatasi masalah pembelajaran jarak jauh tidak terjadi secara merata. Untuk daerah-daerah tertentu, kendala jaringan tak dapat dielak, sehingga PJJ tidak dapat dilaksanakan sesuai harapan. Dari sinilah kesenjangan pendidikan di Indonesia bermula.
 
Kesenjangan pendidikan semakin dipertajam dengan adanya hambatan PJJ di kalangan peserta didik. Ada yang terkendala masalah fasilitas berupa gawai yang tidak tersedia dan jaringan internet yang tidak merata. Ada pula minimnya kontrol orang tua terhadap kegiatan belajar anak-anak mereka di rumah dengan berbagai alasan, sehingga pemanfaatan gawai lebih banyak untuk bermain game atau kegiatan lain dari pada untuk kegiatan belajar.
 
Kesenjangan pembelajaran tidak hanya terjadi pada masa PJJ, melainkan juga saat pembelajarn tatap muka terbatas seperti saat ini. Waktu pertemuan yang minim menyebabkan pembelajaran tatap muka tidak berjalan secara maksimal. Oleh karena itu, penggunaan sistem belajar online masih terus berlanjut (blended learning). Namun, hasil yang dicapai masih belum sesuai harapan, Kondisi inilah yang akhirnya memunculkan istilah learning loss – hilang/berkurangnya minat belajar, pengetahuan dan keterampilan di kalangan peserta didik.
 
Guru blogger mempunyai peran strategis dalam pemulihan kondisi pendidikan yang sempat tertinggal disebabkan pandemi ini. Banyak hal yang dilakukan oleh guru bloger dalam mengejar ketertinggalan pembelajaran yang sudah terlanjur terjadi.
 
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan guru bloger dalam pemulihan pendidikan di Indonesia:
 
1. Guru bloger memanfaatkan aplikasi blog sebagai sarana pembelajaran dan pendidikan. Blog diisi dengan materi ajar berupa paparan tertulis yang dapat disisipkan gambar dan video, dan seperangkat kegiatan yang menarik yang dapat dengan mudah diakses peserta didik tanpa batas waktu dan tempat. Desain blog yang menarik dapat meningkatkan minat peserta didik untuk belajar. Murid juga dapat mengumpulkan tugas-tugas mereka dengan menggunakan blog yang pengoperasiannya terbilang mudah dibandingkan aplikasi lainnya.
 
2. Guru bloger membagikan cerita tentang praktik baik yang dilakukan dirinya atau orang lain terkait pendidikan di blog. Dengan demikian, guru-guru atau peserta didik yang membacanya akan mendapatkan manfaat berupa pengetahuan, inpsirasi, dan motivasi dari tulisan yang dipublikasikan oleh guru bloger tersebut.
 
3. Guru bloger membagikan informasi yang bermanfaat tentang berbagai hal terkait kegiatan positif, seperti pelaksanaan lomba bagi guru dan siswa, kegiatan workshop, dan lain-lain. Dengan demikian, informasi tersebut dapat dengan cepat diketahui oleh guru dan siswa untuk dapat ditindaklanjuti.
 
4. Guru bloger dapat mengajak guru-guru dan peserta didik di sekolahnya untuk bersama-sama menulis di blog. Dengan demikian, guru dan murid akan menjadi rajin membaca untuk menggali informasi terkait ide tulisannya. Jika hal ini belangsung secara berkesinambungan, tidak hanya pengetahuan yang diperoleh, melainkan juga keterampilan menulis guru dan peserta didik pun menjadi semakin berkembang.
 
Jika kondisi tersebut di atas dapat direalisasikan oleh guru bloger yang jumlahnya banyak dan menyebar, maka dengan seizin Allah Azza wa Jalla, pendidikan di Indonesia dapat dipulihkan dalam waktu yang tidak begitu lama. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bangsa Indonesia menjadi bangsa dengan kemampuan literasi, numerasi, dan berpikir kritis yang dapat dibanggakan yang dibarengi dengan akhlak mulia.
 
Pangkalpinang, 3 Januari 2022
Rosminiyati
Guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang
rosminiyatiberbagi.blogspot.com

Rosminiyati

Rosminiyati, S.Pd. lahir di Pangkalpinang pada 5 April 1970, berprofesi sebagai guru di SMK Negeri 2 Pangkalpinang dari tahun 1994 hingga sekarang. Ditakdirkan Allah sebagai peserta belajar menulis PGRI asuhan Om Jay, sejak bulan Juli 2021 mempunyai hobi menulis dan membaca. Semangat belajar yang tinggi didorong oleh keinginan yang kuat untuk berbagi.

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Peran Guru Blogger dalam Memulihkan Pendidikan di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.