Puisi Teletet Untuk Sahabat Yang Berpulang

GURU PENGGERAK INDONESIA - 29 Juni 2021
Puisi Teletet Untuk Sahabat Yang Berpulang
  
|
Editor

Puisi Telelet Untuk Sahabat yang Berpulang

Buat orang teknik, puisi telelet itu apa?
Kucari jawabnya di group WA dan mulai mencarinya
Ada apa dengan puisi telelet saudara?
Engkau pasti bertanya hal yang sama
Puisi itu indah wahai saudara
Pelajari isinya dengan sukacita
Banyak orang baik telah berbagi ilmunya

Kubaca pelan-pelan
Kusimak dengan lamunan
Kutahan nafas perlahan
Supaya puisi telelet tersimpan
Duduklah sebentar kawan

….

Bikin puisi di pagi hari
Matahari kian meninggi
Pasti engkau berolahraga pagi
Jangan lupa sarapan pagi

….

Korona makin menggila
Tak ada yang bisa membendungnya
Jaga dirimu dengan iman dan takwa

….

Tangisku pecah seantero dunia
Mereka telah pergi untuk selamanya

….

Pagi ini sahabatku pergi
Dia tak akan kembali lagi
Hanya doa kulakukan pagi ini
Semoga diterima Ilahi Robbi
Kita juga akan pergi
Antrian panjang sudah menanti

….

Bekasi, 29 Juni 2021
Omjay

Apakah Tulisan di Blog Bisa Diedit?

http://belajarmenulisbersamaomjay.blogspot.com/2021/06/apakah-tulisan-di-blog-bisa-diedit.html

Baca Liannya  BLOGGING MENULIS KEHIDUPAN YANG RINGAN

5 Komentar pada “Puisi Teletet Untuk Sahabat Yang Berpulang”

  1. Dwi Pratiwi berkata:

    Keren Pak. Selalu mengungkapkan dalam tulisan👍👍👍

  2. fadlina doktrini berkata:

    Innalilahi wa inna lillahi Roji’un semoga Husnul khotimah teman2 yang berpulang🤲🤲

  3. fadlina doktrini berkata:

    Innalilahi wa inna lillahi Roji’un semoga Husnul khotimah 🤲🤲
    Omjay mengungkap kesedihan mewakili perasaan kita semua.

  4. Aneng Sri Mulyani, berkata:

    Menemu kenali wahai keindahan maya
    Menata waktu menepis luka
    Menjadi bagian seantero raya
    Keluh kesah tiada daya
    Sujud pada sang Maha Agung
    Illahi Robby Ajawajala

    Terima kasihku padamu sang pendamping
    Meliuk menari menebar pesona
    Alunan lirih dalam doa serak terdengar
    Mengawal kepergian sahabat, teman, terkasih di masa pandemi
    Mungkin masih ada jeda
    Mungkin menit ke depan kita pun
    Akan sama
    Melalui jalan sama
    Meski kehendak yang berbeda
    Ajal nenanti di waktu yang berbeda

    Kali pertama ku bermakna
    Meniti jalan pasti terarah sama
    Dalam periode menepi
    Mengikuti rsa enggan tersisih
    Besarnya hembusan hingga menepi
    Meluluh lantahkan bara itu
    Tergopoh terhunyung
    Tetap kusongsong hangatnya mentari itu
    Letih ku kibas
    Keringat ku guyur
    Tanpa elok gelagat beo
    Kurentangkan sayap menggapai bintang
    Tanpa teman tiada mempan
    Tanpa sahabat tiada sampai
    Mari menjulang mega dengan kebersamaan

    Kau berpulang aku berpatah arang
    Sayapku tiada lagi mengembang
    Kerongkonganku terganjal tanpa suara
    Semangat darimulah ku berpegang
    Ada sisa hari, semoga bisa menjadi bakti
    Baktiku untuk negeri
    Melalui jemari
    Aku menulis setiap hari
    Terima Kasih Om Jay🙏
    Sehat selalu

  5. Neliwarni SP.d berkata:

    Puisi yang bagus saya ikut berduka semoga Allah mengampuni dosa-dosanya

Tinggalkan Komentar


JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 22
  • 2.022
  • 12.100
  • 619.308
  • 107.323
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.