Resume Belajar Bicara Pertemuan Keempat

GURU PENGGERAK INDONESIA - 21 Januari 2021
Resume Belajar Bicara Pertemuan Keempat
  
|
Editor

Resume ke 4 Public Speaking oleh Nurwahidah

 

Hypnotic Language Pattern untuk Public Speaking

Disampaikan oleh Asep Herna

Sesuai tema Hypnotic Language Pattern untuk Public Speaking, maksudnya adalah bagaimana kita mengeksplorasi kekuatan bahasa verbal / non verbal yang bisa menembus subconscious audiens sehingga pesan yang kita sampaikan itu menancap bukan hanya rasioalitas tapi juga diemosionalnya.

Yang perlu diperhatikan saat hypnotic Language ada 3 :

  1. Memahami mekanisme mental audiens.
  2. Memahami teknik mempengaruhi/menggerakkan audiens.

Yang dapat mempengaruhi : bahasa verbal dan non verbal

  1. Memahami / mengaplikasikan untuk public speaking,agar teredukasi jika kita sebagai Bapak/Ibu Guru.

Seperti apa yang disampaikan Jim Ron bahwa efektifitas komunikasi itu 20% berangkat dari apa yang anda tahu dan 80% dari apa yang anda rasa.

Untuk mempengaruhi orang yang pobia,hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit,yaitu dengan cara kita edukasi aspek subconsciousnya/emosinya.

Level kesadaran manusia/mekanisme pikiran manusia dibagi 2 :

  1. Conscious(rasionalisme) yang mempengaruhi pikiran/prilaku kita sekitar 12%.
  2. Subconscious(sesuatu yang didalamnya sangat logis,rasioanl,sistematis) yang mampu mempengaruhi pikiran kita sampai 88%.

Tipe Sugestibilitas Audience :

  1. 10% dari total manusia di dunia mudah dipengaruhi oleh kita/ akan melahap semua apa yang kita sampaikan.
  2. Kelompok moderat tidak sulit, juga tidak terlalu mudah dipengaruhi,kelompok ini mencapai 85%.
  3. Sulit 5%,orang yang sangat sulit untuk kita pengaruhi,jadi apapun pesan yang kita sampaikan,mereka akan merijektion apa yang kita sampaikan.

Dalam menjalankan hypnotic kita harus bisa latihan fokus,fokus itu sendiri berarti proses mensinergikan antara apa yang ada di kepala kita dengan tubuh fisik kita.

Baca Liannya  MENULISLAH SATU HARI SATU LEMBAR

Sebuah pesan menjadi sangat efektif ketika menyentuh subconscious mind(emotional benefit),bukan conscious mind (rational benefit).

Sebuah pesan menjadi kebenaran mutlak saat berhasil memerogram subconscious audience.

Bahasa Verbal dan Trance

Setiap kata memiliki nilai emosi yang dibangun dari pengalaman sejak ia lahir hingga detik ini.Saat sebuah kata diucapkan,maka otak kita akan searching atau mencari makna atas kata tersebut dengan menghubungkannya atas setiap pengalaman yang pernak dirasakan. Itulah yang disebut Trans Derivational Search (TDS).Ketika proses TDS terjadi maka proses TRANCE pun terjadi.

  1. RHYMING

Penggunaan rima yang konsisten mampu membius orang memasuki trance . Itu sebabnya  ayat-ayat suci juga mantra akrab sekali dengan rima.Asonansi: permainan bunyi vocal. Aliterasi : permainan bunyi konsonan.

  1. REPITISI

Kata,frase atau kalimat yang diulang merupakan alat efektif untuk trance. Orator seperti Bung Karno,Hitler,termasuk Obama sering memakainya. Sesuatu yang diulang akan mewujudkan dirinya menjadi sebuah realitas.

“Betatapapun sebuah data diragukan kebenarannya,saat disampaikan berulang-ulang,maka ia akan dianggap sebagai sebuah kebenaran”.

  1. POLA KLIMAKS DAN ANTI KLIMAKS

Pikiran sadar dan bawah sadar manusia sangat peka dengan pola bahasa ini. Pola ini begitu efektif memainkan intensi audience.

Contoh : dari pada saya mengatakan :”Saya ingin anda bahagia,saya bermimpi anda sejahtera”, lebih kuat mengatakan : Kebahagiaan anda adalah keinginan saya,kesejahteraan anda adalah mimpi saya.

  1. KATA NEGASI VERSUS POSITIF

Pikiran bawah sadar manusia tidak mengenali kata “tidak”, “tak”, “nggak”, “jangan” dan semua kata negasi lainnya. Ubah pola kalimat negasi dengan afirmasi atau pernyataan positif.

  1. SEBAB AKIBAT
Baca Liannya  Pengalaman Sebagai Inspirasi Berharga Eva

Eksplor kalimat, momen, Adegan dengan format sebab akibat atau sebaliknya,untuk memancing kepercayaan subjek.Pikiran bawah sadar sangat peka dengan formulasi kalimat seperti ini,bahkan ketika format “Sebab-Akibat” ini tidak memiliki hubungan logis.

  1. PRESUPOSISI

Sebuah praduga bahwa akan terjadi sebuah tindakan.Praduga ini sesungguhnya merupakan sugesti kuat yang menggiring audience untuk merealisasikannya.

  1. DOUBLE BIND

Mengkondisikan subjek seakan memiliki 2 pilihan. Padahal realitas sebenarnya subjek tidak memiliki pilihan,kecuali ide yang kita tawarkan.

Contoh : Anak-anak,kalian bisa mengerjakan PR langsung sehabis pelajaran ini mumpung masih hangat-hangatnya,atau bisa istirahat dulu sehingga nanti otak terasa lebih segar ya,silahkan,bebas.

  1. SUBMODALITAS

Tehnik ini cocok untuk komunikasi personal. Bukan massal.Eksplorasi kata-kata yang sesuai dengan submodalitas subjek.Apakah subjek itu visual? Audio? Kinestik? Olfactory? Atau gustatory?

Salah satu cara mengenali tipe audience adalah dengan mengamati,jenis kata apa yang sering diucapkannya.Kalau audience kita banyak menggunakan kata “saya dengar”, “bunyi”, “suara”, “nyaring”,artinya audience kita bertipe AUDITORI. Begitu juga cara mendeteksi tipe lainnya.Gunakan kata-kata sesuai hobinya,minatnya,disiplin ilmunya,karakternya.

  1. PACING LEADING

Menerima dan mendukung apa yang dipikrkan,dikatakan,dan diyakini subjek,lalu dengan lembut menggiringnya untuk selaras dengan ide yang kita sodorkan. Filosofinya berangkat bahwa “Manusia adalah makhluk yang selalu ingin diterima”. Ketika keakraban terjadi,maka menjadi mudah untuk melakukan call to action.

 

 

The End

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar


Terpopuler

JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 151
  • 2.220
  • 10.259
  • 632.488
  • 112.449
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.