Rezeki 21 Hari Belajar di Negara China

GURU PENGGERAK INDONESIA - 1 Oktober 2020
Rezeki 21 Hari Belajar di Negara China
  
|
Editor

REZEKI 21 HARI BELAJAR DI NEGARA CHINA ( XUZHOU )

 ( JUFIENE NGARLIN TUTUBOY,S.Pd )

SMP NASKAT MARIA MEDIATRIX AMBON

Hallo….para pembaca semuanya perkenalkan nama saya Jufiene Ngarlin Tutuboy,S.Pd. saya merupakan seorang guru sederhana yang keseharian saya mengajar di Provinsi Maluku khususnya di Kota Ambon Maniseee, tepatnya di SMP Naskat Maria Mediatrix Ambon dengan jumlah siswa tidak mencapai 100 Orang serta jumlah guru hanya 17 orang dan dikategorikan sebagai sekolah Swasta yang harus bersaing dengan sekolah Swasta dan Negeri lainnya dengan jumlah siswa dan guru yang lebih dari 100 – 1000 orang di Kota Ambon. Sebelum Saya berada di sekolah ini dulunya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dari Kabupaten Maluku Tengah tepatnya di SMP Negeri 4 Pulau Haruku  yang perjalanannya menggunakan speetboard dari Kota Ambon ke Pulau Haruku Desa Aboru dari tahun 2009 – 2012.dan kemudian saya minta mutasi ke Kota Ambon tahun 2012 sampai sekarang yang ditugaskan di SMP Naskat Maria Mediatrix Ambon.

Pengalaman  mengajar pastilah belum seberapa dengan berbagai guru yang sudah mengajar berpuluh – puluhan tahun. tapi diri saya sangat tetap bersemangat untuk bekerja, karena dengan umur yang masih mudah pastilah punya kemampuan lebih untuk bekerja. Di sekolah ini selain mengajar, saya juga ditugaskan oleh Kepala Sekolah sebagai Bendahara Dana BOS, Operator Sekolah dan Kaur. Kepegawaian dan tugas ini saya tidak menolak karena pesan pimpinan Saya ( Sr. Editha Ngobut TMM,S.Pd, M.Pd ) bahwa terimalah tugas ini dan bekerjalah dengan cara kerja iklas, kerja cerdas, kerja keras maka segala sesuatu pasti akan ditambahkan/dicapai olehmu dalam bentuk Prestasi Kerja.

Singkat cerita tahun 2015 saya mencoba menulis dan mengikuti lomba Inovasi belajar tingkat nasional yang saat itu saya mendapat informasi berita lomba ini dari Dinas Pendidikan Kota Ambon yaitu Ibu Ike tetapi menurut beliau karena di kabupaten / kota tidak melaksanakan lomba ini, jadi saya mengirim karya tulisannya sendiri saja. Dan sayapun mengirimnya dan lolos tapiiiiii,,, saya tidak berangkat mengikuti lomba tersebut karena terlambat membuka berita kesharlindung kemendikbud untuk melihat undangan dan jadwal yang dikirim panitia lewat imel. Saat itu Saya tidak patah semangat karena belum jadi berangkat naik Pesawat ke Jakarta.

Baca Liannya  Mengais Mutiara di Negeri Panda

Dalam lebih memantapkan diri untuk berkompetensi, di tahun 2016 Saya mencoba lagi mengikuti Lomba Guru Berprestasi di tingkat kecamatan, Kota sampai Provinsi meraih Juara 3 di saat itu tapi, yang lebih memberikan semangat dan termotivasi yaitu saat ikut di tingkat Provinsi ada seorang Juri dan merupakan Dosen pada Universitas Pattimura Ambon bernama Prof. Edi Lewakabessy menyampaikan bahwa ada seorang Guru Berprestasi tingkat SD namanya Ibu Fitri Djibran, M.Pd yang juga masuk 10 besar di tingkat Nasional yang baru pulang belajar dari Luar Negeri ( Australia ). Wooow….mantap dan hebat  benar Beliau ini dan saat itu kata yang dikeluarkan dari mulut saya bahwa saya juga pasti bisa sampai keluar Negeri. Dan perjalanan itu tidak berhenti di tahun 2016 saja tetapi berlanjut mengikuti lomba Guru Berprestasi di tahun 2017 dan 2018 yang membawa saya sampai ke tingkat nasional dan saat itu baru rasakan naik pesawat terbang mewakili seluruh Guru  SMP seMaluku ke Pusat. Di Jakarta bertemulah 34 Guru Hebat dari berbagai daerah di seluruh Nusantara dan puji Tuhan samapai sekarang ini masih terjalin komunikasi walaupun lewat medsos ( WA Group dan Fasebook ).

Perjalanan karir tidak berhenti sampai di tahun 2018 saja tetapi di tahun 2019 tepatnya bulan Februari, Sayapun diberikan kesempatan untuk belajar ke luar Negeri yaitu Negara China. Ayooooo….para pembaca simaklah cerita Saya ya….

 

 

 

 

            Rasa syukur Saya panjatkan untuk Tuhan kita Yesus Kristus, begitu baik dan sungguh teramat baik bagi saya. Ketika di telefon dari Panitia Kemendikbud Dikdas ( Ibu Isti ) bahwa nama saya ada untuk Program Pemerintah mengirimkan 1200 Guru belajar ke beberapa Negara. Itulah sekilas ungkapan Syukur Saya. Dan saat itu waktu yang diberikan hanyalah 1 minggu untuk pengurusan pasport sampai tandatangan berkas di dinas serta pengiriman berkas ke tangan panitia. Kisah terharu dan kendala yang saya alami yaitu tidak punya uang untuk pengurusan passport sampai pengiriman berkas , serta pembelian tiket PP untuk ke Jakarta. Tapi dengan keyakinan saya bahwa ketika diberikan Rezeki ini dari Tuhan, maka pasti dibukakan jalan lewat orang – orang yang Tuhan utus untuk membantu saya yaitu Ibu Saya tercinta Octovina Melatunan yang memberikan 500 ribu untuk pengurusan Pasport serta Suami Tercinta Jemston Ronald Lewerissa,S.Pd dengan menggadaikan BPKB motor guna pembelian tiket PP Jakarta – Ambon inilah yang perlu Saya katakan jujur.

Baca Liannya  BEKERJA HARUS BAHAGIA

            Pada tanggal 27 Februari s.d 03 Maret 2019 kita diberikan pembekalan di Jakarta ( Hotel Golden Tulip ) oleh beberapa pemateri tentang pemahaman pendekatan HOTS dan STEM guna bagaimana bisa kita menerapkan dalam dunia pendidikan untuk menghadapi abad ke 21 era globalisasi ini untuk menuntut guru dan siswa agar kreatif dan inovatif.

Dalam kegiatan pembekalan itu bertemulah guru – guru hebat dari berbagai daerah, tapi khususnya saya bertemu dengan teman – teman Alumni Guru Berprestasi Tingkat SMP 2018 yang berjumlah 21 Orang di mana ada yang ke Belanda, Australia dan China. Kita saling bersalaman dan berpelukan terjalinlah keakraban seperti saudara sendiri. Teman sekamarku saat di Jakarta adalah Bunda Ifa yang sangat baik bagi saya sampai sempat meminjamkan sepatunya untuk saya karena di China sangat dingin.

          Waktu berangkat ke China, saya bersama teman-teman sempat transit ke Hongkong dan itu rasanya amat senang karena baru pertama kali menggunakan  Pesawat Cathay Pasific yang sangat besar, dan bandara Hongkong Nanjingpun sungguh luas dan panjang.

Saat kami tiba di China, kami di sambut oleh tim CUMT dan diantar menggunakan Bus di dalam Bus tersebut kami dihibur oleh seorang dari tim itu, beliau menyanyikan lagu Bengawan Solo tetapi menggunakan Bahasa China. Setibanya di Campus CUMT ( China University of Mining and Technology ) yang terletak di Kota Xuzhou Provinsi Jiangsu pusat kegiatan belajar bersama dengan teman – teman yang  di mulai dari tanggal 3 Maret s.d. 21 Maret 2020.

Baca Liannya  Penulis Sukses Adalah Mereka yang Terus Menulis

            Kegiatan belajar yang dilakukan selama berada di Xuzhou itu mulai dari mengunjungi kampus CUMT, ruang kelas bertaraf internasional,Museum, belajar bahasa Cina dasar, kaligraphi,  kunjungan cara belajar di sekolah Wang Jin, Xuzhou Xinyuan Middle School dan Xuzhou Experimental School Affiliated to CUMT, Laboratorium pertambangan, kediaman Confucius, Universitas Teknologi Inovasi Center Robotik ternama di Xuzhou dan tempat wisata.

Sangat terkesan yaitu pembelajaran di sekolah sudah menggunakan pendekatan STEM dan model yang diterapkan itu Problem Based Learning dan Inquiry, Guru tidak disediakan kursi untuk duduk agar dapat lebih rileks dan kreatif mengelola kelas.

dengan menggunakan Pendekatan STEM ini sangat terlihat fasilitas yang canggih dan serba lengkap kami temukan di beberapa Sekolah dan kampus,mulai dari Sains, Thecnologi, Engineering dan Mathematicnya.  Selain itu hal – hal baru yang di temukan makanan khas China yaitu Bakpau yang selalu ada menemani kita,waktu shoping banyak toko dan alat transportasi yang menggunakan barkot, penggunaan jaringan VPN, listrik diambil dari tata surya dan angin, keindahan beberapa tempat wisata dan begitu luas yang terlihat dan dirasakan aman, rapih dan bersih.

ada juga hal yang baik yang bisa saya petik yaitu kharakter Budaya Antrian dan dispilin itupun terlihat baik di siswa maupun mahasiswa dan masyarakat. Yang mungkin saya pribadi bisa meniru cara mereka untuk di terapkan kepada Siswa dan Guru di Sekolah tempat pengabdian saya.

demikianlah cerita pengalaman selama belajar di Negara China,ungkapan terima kasih di sampaikan bagi Pemerintah Indonesia,Pak Pratono,Ibu Elvira,Ibu Neneng,Ibu Isti, Ibu Vika, Pak Herry dan Bu Romi, 5 orang Tim CUMT yaitu Wang Chan, Mis. Monna, Wang Zhou Bo, Phaterson, Chano, Bahrman, tak lupa juga teman sekamarku Ibu Alpha yang sangat baik,serta 50 teman group ke China serta semua pihak yang telah membantu memberikan motivasi dari mulai perjalanan karir  tahun 2015-2018 walaupun tidak disebutkan didalam tulisan ini tapi selalu di ingat sampai tercapainya prestasi semoga kita semua tetap dilindungi oleh Tuhan yang maha Esa.

Tinggalkan Komentar


Terpopuler

JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 168
  • 2.237
  • 10.276
  • 632.505
  • 112.458
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.