Satu Ide Untuk Sebuah Tulisan

GURU PENGGERAK INDONESIA - 13 September 2020
Satu Ide Untuk Sebuah Tulisan
  
|
Editor

Satu Ide Untuk Sebuah Tulisan

“Tulisan ibarat sebuah lego. Tulisan demi tulisan akan tampak baik dan bagus seperti lego yang tersusun dan membentuk sebuah bangunan jika kita terus berusaha menggabungkannya”. Kutipan teori tentang tulisan seperti lego tersebut berasal dari narasumber hebat dan inspiratif bernama Agus Sampurno. Hadir di kelas online ke-16 belajar menulis gelombang 15 bersama Om Jay dan PGRI . Seorang trainer guru dan kepala sekolah yang begitu hebat dan ternama karena memiliki ide cerdas dan praktis menulis di blog. Pak Agus, panggilan akrabnya, pernah menjadi juara pertama Guru Era Baru Acer Award http://gurukreatif.wordpress.com. Dengan teori legonya, beliau berkenan berbagi pengalamannya menulis di blog pribadi.

Ide Dalam Menulis

Mengawali kelas belajar, pak Agus mengatakan bahwa menulis adalah cara kita untuk merencanakan sesuatu. Misalnya, kita sebagai seorang muslim yang berketetapan ingin pergi ke Tanah Suci tentu saja kita memulainya dengan niat kemudian bisa menuliskannya. Untuk ide, kita bisa memilih apa saja. Bisa perihal persiapan, ibadah yang menjadi persiapan sampai menuliskan pengalaman orang yang pernah mengalaminya. Dengan demikian rasa ketertarikan untuk menulis akan ada terus. Ibarat sebuah lego begitulah katanya, tulisan akan tersusun dan menjadi bangunan yang bagus karena kita bisa menggabungkan beberapa ide dalam tulisan.

Menurut beliau bahwa menulis adalah bagian dari sebuah rangkaian minat yang besar. Jika kita adalah “……………..” maka kita mesti menulis. Artinya, siapapun kita maka kita harus menulis. Siapa kita? yaitu:

  1. 1. Sorang yang punya hobby yang unik

Internet menghargai orang-orang dengan minat yang tidak jelas dan unik. Menulis online di blog akan membantu kita menemukan hobi yang berpikiran sama yang tidak dapat kita lakukan di kehidupana.

  1. 2Think-for-Yourself Academic(seorang pintar berbakat dan terobsesi dengan pengetahuan tertentu)
Baca Liannya  Buku Literasi di Tengah Pandemi

Seorang dengan minat jenis ini bisa bisa akan menantang para akademisi tulen di kampus. Mereka adalah orang yang sangat terspesialisasi dan seringkali menentang ide-ide baru. Di Internet kita tidak memerlukan izin dari peer reviewer (otoritas keilmuwan) sebelum kita menerbitkan pekerjaan kita.

  1. 3.Pengusaha Muda atau Pembisnis Baru

Kita sedang bergerak ke dunia produk yang memprioritaskan pembeli atau audiens. Sebelum Internet, perusahaan membuat produk sebelum audiens. Sekarang, mereka membangun audiens sebelum produk. Lebih mudah memulai bisnis saat kita memiliki audiens.

  1. 4Karyawan yang diremehkan(jika kita adalah orang yang merasa tempat kerja kita tidak bisa menerima ide segar dan baru)

Jika pasar meremehkan keterampilan kita, dan kita tidak dapat menunjukkan kompetensi kita di tempat kerja, kita dapat membuktikan diri dengan menulis online.

  1. 5The Deep Thinker (Kaum Pemikir) 

Menulis online akan mempertajam pemikiran kita. Halaman putih kosong adalah cermin ke dalam pikiran kita. Ketika ide-ide di benak kita kabur, begitu pula kata-kata di halaman depan kita. Menulis ulang adalah memikirkan ulang. Menulis adalah cara terbaik untuk meningkatkan ide kita.

  1. 6Orang dengan ide dan pemikiran unik

Secara intelektual kita ingin tahu, tetapi kita terjebak di tempat di mana kita tidak dapat bertemu orang yang berpikiran sama. Menulis online, sehingga orang-orang mendatangi kita. Saat mereka melakukannya, kita dapat melakukan obrolan video dengan mereka dan mencari cara untuk bertemu langsung dengan mereka. Tidak ada lagi kesepian intelektual.

  1. 7The Job Hunter (Si Pencari Kerja atau Order) 

Sebuah blog pribadi yang ditulis dengan baik mengatakan lebih banyak tentang kita daripada CV  apa pun. Menulis menunjukkan keingintahuan, komitmen, dan ketekunan – yang menarik perhatian perusahaan terbaik. Alih-alih menghubungi perekrut, mereka akan menghubungi kita. Dengan menulis online, kita dapat mendemonstrasikan kompetensi kita dan memberi tahu dunia tentang keahlian unik kita.

Baca Liannya  Kala Prof Ekoji Bercerita Lewat WAG

Mengurai satu ide menjadi sebuah tulisan 

Untuk belajar mengurai beberapa ide menjadi sebuah tulisan yang baik , kita bisa belajar melaluihttps://jamboard.google.com/d/1AsgaSBnpe_gmiKUTp4WA15fBV1r_YWfL4wXGIHoJmdQ/edit?usp=sharing.

Setelah melihat piramida tersebut selanjutnya tugas kita adalah:

  1. Menentukan satu ide pokok tulisan
  2. Terus turun ke bawah tambahkan data atau informasi pendukung
  3. Ada 6 ide yang akan kita buat

Perspektif Dalam Menulis

Pak Agus memberikan banyak sekali wawasan mengenai membangun ide menjadi tulisan yang bagus. Beliau mengatakan bahwa mencari ide sebenarnya mudah untuk ditemukan, yang sulit adalah cara melakukan eksekusi hingga menjadi sebuah tulisan. Dalam menulis banyak hal yang menarik dan bisa dinikmati prosesnya. Dalam mencari ide menulis ada banyak pemicu yang bisa berujung pada terbitnya sebuah tulisan. Seperti yang beliau lakukan di jamboard. Salah satu hal yang menjadi trending topic sekarang ini adalah mengenai Pembelajaran Jarak Jauh. Menyikapi situasi ini ada beberapa hal yang seorang bisa menulis dari beberapa perspektif, yakni:

  1. Persepektif sebagai pendidik yang merasa dirinya sukses; ia akan menceritakan bagaimana dirinya sukses mengampu pembelajaran online, dengan menceritakan kesehariannya dalam mengajar secara online. Ia lupa banyak pendidik diluar sana yang masih berjuang mengatasi kendala.
  2. Perspektif sebagai pendidik yang menyalahkan orang tua siswa yang kurang sigap mendampingi anaknya dalam pembelajaran jarak jauh.
  3. Perspektif pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar berdasarkan pengalamannya. Ia berperan memberikan pertimbangan, tips dan trik bagi kedua belah pihak, bagi orang tua siswa dan guru.

Membangun Ide Menjadi Tulisan

Baca Liannya  Kata Pengantar Omjay untuk Buku Bu Suyati

Pak Agus mengatakan bahwa setiap orang lebih senang mencari sesuatu yang ada hubungannya dengan keuntungan atau kebutuhan dirinya. Hal ini sering dilakukan bagi penulis pemula karena belajar menulis ide berdasar diri sendiri. Dimulai dari yang mudah, yang bisa dan yang dialami. Berikut adalah saran beliau dalam membangun ide menjadi tulisan:

  1. Jika menemukan judul yang sama dan sudah tertuang oleh orang lain, maka cara menyikapi hal ini adalah mencermati tulisan orang lain lalu lakukan ATM (Amati Tiru dan Modifikasi).
  2. Memberikan ‘roh’ pada tulisan adalah tentang hal apa yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Sebuah buku yang tebalnya berlembar-lembar pun pada akhirya punya satu tema besar yang ingin disampaikan.
  3. Tulis dan berikan sumbang saran bagi sebuah hal yang sedang menjadi kegelisahan orang banyak karena hal ini akan memunculkan tanggapan sehingga bisa menambah semangat dalam menulis.
  4. Untuk membangun konsistensi dalam menulis ide di blog adalah memilih topik yang dikuasai kemudian lakukan  riset kecil-kecilan di google, kemudian tampilkan tulisan yang sudah dibuat dengan solusi dari sebuah masalah, tuliskan di bagian apa kita merasa nyaman dan menguasai (tidak harus ahli atau menguasai sekali).

 Contoh berlatih menulis dari sepotong ide:

https://jamboard.google.com/d/1AsgaSBnpe_gmiKUTp4WA15fBV1r_YWfL4wXGIHoJmdQ/viewer?f=5

Tidaklah sulit menebar kebaikan melalui sebuah tulisan. Untuk itu, marilah kita berbagi tentang hal apa saja yang kita ingin orang lain ketahui, tidak perlu menunggu sampai ahli, bahkan kita bisa berbagi proses yang sedang kita jalankan. Dan jika terus menerus menekuni hal yang sama dan fokus maka itu akan menjadi brand atau reputasi kita.

4 Komentar pada “Satu Ide Untuk Sebuah Tulisan”

  1. Susanto berkata:

    Teman seangkatan ikut menghiasi blog kita. Salam literasi!

  2. Rachmat Fuadi berkata:

    Menginspirasi, mencerahkan dan memotivasi.

  3. Yanti Yuni Astuti berkata:

    Terimaksih.. tulisan sederhana saya turut menghiasi blog kerenn ini

Tinggalkan Komentar


Terpopuler

JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 169
  • 2.238
  • 10.277
  • 632.506
  • 112.459
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.