Tak Selamanya Mendung Itu Jingga

GURU PENGGERAK INDONESIA - 25 Agustus 2020
Tak Selamanya Mendung Itu Jingga
  
|
Editor

TAK SELAMANYA MENDUNG ITU JINGGA

          Ketika menyusun resume ini, saya sangat kagum dan seolah-olah menyindir diri saya betapa saya seorang yang tidak bersyukur dan terkadang sangat mudah menyerah dengan keadaan. Padahal tidak selamanya hal yang negatif terjadi diri kita berdampak buruk, namun akan membawa hikmah yang luar biasa dimasa yang akan datang.

            Narasumber untuk materi 9 merupakan orang yang memiliki mental baja yang tidak pantang menyerah yang bernama Pak Sigit dan nama lengkapnya Sigit Suryono. Profesi Pak Sigit adalah seorang guru yang mengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta.  Kata “gagal” yang sering muncul dalam hidupnya dan kehidupan kita. Gagal sering beriringan dengan kata putus atas dan menyerah. Tapi Pak Sigit adalah seorang manusia yang bijaksana yang menganggap kegagalah adalah latihan jiwa untuk membentuk jiwa yang memiliki mental yang kuat agar kelak kita akan mengetahui kegagalan yang kita alami adalah bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita karena setiap peristiwa mengandung hikmah yang tanpa kita sadari akan menempatkan kita ke tangga keberhasilan.

           

Bukti dari kegagalan itu tampak nyata dalam perjalanan Pak Sigit. Gagal membawa berkah. Kegagalan demi kegagalan yang dialaminya justru mengasah dan mempertajam jiwa menulis sehingga menghasilkan prestasi yang luar biasa berupa prestasi juara 1 Guru SMP berprestasi tujuan nasional tahun 2015. Dengan prinsip ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) dari setiap kompetitior dari berbagai lomba yang diselenggarakan, akhirnya Pak Sigit menghasilkan suatu karya yang luar biasa.

Baca Liannya  Acara Hari Ulang Tahun KOGTIK ke-6 dan Webinar Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Mobile dan Bleded Learning, Kamis, 24 Desember 2020

            Namun prestasi yang diperoleh bukanlah suatu yang instan, namun hasil dari proses yang panjang. Kisah ini dimulai ketika Pak Sigit masih dibangku SD sampai dengan S1. Perjalanan hidup Pak Sigit jauh dari kata prestasi. Bahkan untuk pendidikan S1, Pak Sigit hampir saja dropout dan akhirnya lulus sebagai sarjana selama tujuh tahun masa perkuliahan. Namun dibalik perjalanan panjang kuliah tersebut terjadi karena Pak Sigit sibuk dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan dikampus dan Pak Sigit memiliki usaha sablon dan rental komputer serta mengajar dibeberapa sekolah walaupun belum menyelesaikan kuliah.

            Rasa bangga pertamakali hadir ketika Pak Sigit dinyatakan lulus menjadi PNS untuk menjadi Guru di SMP Negeri 1 pada tahun 2005. Keberhasilan ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa dirasakan oleh Pak Sigit dan merupakan prestasi yang pertama kali yang diraih oleh Pak Sigit dan tidak akan pernah dilupakan oleh Pak Sigit.

            Disekolah inilah, Pak Sigit memulai langkah dan mengambil setiap kesempatan yang ada didepan mata. Kesempatan pertama adalah menghadiri kegiatan pemilihan simposium di tingkat Provinsi di Tahun 2005 walaupun saat itu Pak Sigit masih berstatus CPNS. Dari pengalaman mengikuti simposium tersebut, Pak Sigit termotivasi untuk belajar dari para senior yang hebat dan berpengalaman dengan menerapkan ATM (amati, tiru dan modifikasi).

            Perjalanan terus berlanjut, Pak Sigit mulai mengikuti berbagai perlombangan namun kegagalan-kegagalan datang menghampiri. Tujuh kali gagal dalam ajang prestasi tingkat nasional tidak membuat Pak Sigit menyerah. Dengan melakukan instropeksi diri pada setiap kegagalan yang dihadapi dengan memegang motto dari Ibunya yaitu “Kalah Cacak menang Cacak” yang memiliki arti kalah menang adalah hal yang biasa. Dengan dukungan dari orangtua, istri dan anak-anak. Pak Sigit semakin semangat dan mempertajam ketrampilan dan strategi pada setiap lomba dengan mempelajari hal-hal yang perlu dilakukan untuk memperoleh keberhasilan.

            Dari berbagai pengalaman mengikuti kompetisi, akhirnya Pak Sigit memiliki tips untuk para guru dan anak didik yaitu:

1)      Lakukan yang terbaik

2)      Siapkanlah karya dari jauh hari

3)      Pelajari tahapan perlombaan seperti tahap presentasi yang sangat mempengaruhi dalam penilaian

4)      Siapkan diri pribadi, mental dan fokus pada lomba

5)      Saat presentasi lomba fokus pada materi

Selain itu, Pak Sigit berbagi tips untuk menjadi orang yang berprestasi adalah:

1)      Belajar sejak dini dari orang-orang hebat

2)      Pelajari ilmu dari orang orang hebat dengan modal ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi)

3)      Untuk menjadi penulis yang hebat, maka dekatkan dengan para penulis

 

ATM merupakan metode yang dipegang oleh Pak Sigit dalam perjalanan hidupnya, sedangkan bagi saya ATM adalah ayo terus maju.walaupun kadang gagal, mundur hanya untuk momen intropeksi diri menyusun rencana strategis untuk maju. Bangkit kembali meraih kesuksean yang sudah menunggumu.

 

 

“Kegagalan akan dilihat saat ini, jika suatu saat kamu berhasil maka masa lalu tidak akan dilihat oleh orang lain”

https://farymappa2.blogspot.com/2020/08/resume-9-gelombang-15-tak-selamanya.html

1 Komentar pada “Tak Selamanya Mendung Itu Jingga”

  1. Amin Wibowo berkata:

    I will be there insya Allah.

Tinggalkan Komentar


Terpopuler

JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 12
  • 2.081
  • 10.120
  • 632.349
  • 112.386
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.