Tulisan ini UntukMu (2)

GURU PENGGERAK INDONESIA - 30 September 2020
Tulisan ini UntukMu (2)
  
|
Editor

Part 1

“Mr, Hari ini kita jadi rapat ya di madrasah”. Ku baca pesan Whatsaap dari Adi temanku.

“Siap”. Jawabku singkat

Baru saja mau mengetikkan sesuatu, namun ada janji yang harus ditepati. Laptop dengan Ms Word dengan kursor yang berkedip-kedip seakan menunggu untuk dituliskan sesuatu, namun akhirnya tidak bekerja sama sekali dan mouse harus rela menghampiri tombol shut down untuk mematikan laptop biru muda.

Adi itu teman kecil Saya, teman bermain sepakbola dengan bola plastik di lapangan semen, mainnya siang-siang yang mengakibatkan kaki pada kapalan. Jika diingat-ingat Saya dengan Adi bukan teman yang sering bertemu, namun setiap kami bertemu selalu banyak membicarakan hal-hal yang seru dan membuka wawasan baru.

“Jam dinding sudah menunjukkan pukul 3” ayoo bersiap pulang teriakku.

“Tango nihhh (teng langsung go)” teriak Ms Anne dari kelas sebelah.

“Iya Ms, ada janji nih” sahutku sambil agak teriak.

“Asik donk janjian” Ms Anne menimpali sambil meledek

“hmmm, orang gue mau ketemu cowo” gumamku dalam hati, sambil terkekeh

“Duluan ya Ms” teriakku sambil berlalu

“Yoi, hati-hati Mr” Kata Ms Anne

Perjalanan ke Madrasah searah dengan perjalanan saya pulang. Biasanya jika perjalanan lancar jarak tempuh Kebayoran Lama – Ciledug dengan si Supra memakan waktu 45 menit, namun jangan harap itu bisa terjadi saat melakukan perjalanan di sore hari. Kemacetan sudah mengular sejak pukul 15.00, bahkan ekor kemacetan sudah mulai terlihat saat si Supra melakukan manufer pertama untuk berbelok di dekat flyover Kebayoran Lama. Belum lagi banyaknya persimpangan yang membuat banyak klakson mobil dan motor bersahutan yang menambah kesemrawutan perjalanan sore ini. Jarak tempuh yang seharusnya 45 menit, bisa bertambah 1/2 jam perjalanan.

Baca Liannya  Belajar Bicara yang Efektif Bersama Indra Charismiadji

Jika berbicara tentang Madrasah, pasti akan bersinggungan dengan ilmu agama, dan harus saya akui ilmu agama saya masih sangat cetek. Asalkan sholat lima waktu, ngaji satu hari satu a’in dan selalu mendoakan orangtua, istri, dan anak anak serta muslimin muslimat menurut saya untuk saat ini, itulah ilmu agama yang saya bisa miliki dan praktekkan, selebihnya mari dipelajari sambil berjalan. Sesuatu yang tidak patut diicontoh dari seorang Indra, maafkan saya!

“Assalamualaikum” Ucapku memberi salam kepada beberapa orang yang sudah lebih dahulu sampai di Madrasah.

“Walaikusalam” Jawab Adi, Pak Darto dan Ibu Norma secara bersamaan.

Bangunan Madrasah ini sangat luas, dengan beberapa bangku serta kursi menjadi barang yang dominan di dalamnya. Madrasah ini sudah mulai beraktifitas lagi setelah hampir 3 bulan vakum akibat pandemi, sama seperti sekolah tempat saya bekerja. Para santriawan dan santriwati sudah melakukan aktifitas belajar di era baru yang biasa disebut new normal dengan selalu menggunakan protokol kesehatan pada saat melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Akhirnya yang ditunggu datang juga” Pak Darto membuka obrolan

“Cukup asing memang seorang Indra berada di dalam Madrasah saat ini, biasanya Saya hanya duduk saja dipelataran Masjid yang berada tepat di samping Madrasah seusai Saya bermain bola, sambil melepas lelah dan menggenggam teh es manis dalam plastik sehabis berlarian mengejar si plastik bundar saat waktu kecil dulu”. gumam saya dalam hati.

“Bisa aja Pak Darto, kaya pejabat aja ditunggu segala” jawabku sekenanya

Baca Liannya  BALA TERGANTUNG KITA MENYIKAPINYA.

“Oke, karena mister Indra sudah hadir, mari kita buka saja acara kita dengan mengucap bassmallah” kata Adi

“ternyata benar, tinggal Saya saja yang ditungggu.. aduuuh jadi malu Saya” lagi-lagi ucapanku dalam hati,

Pertemuan sore itu dipimpin langsung oleh Adi, Adi memperkenalkan saya sebagai anggota baru dalam kepengurusan Madrasah dan diharapkan Saya bisa berkontrobusi dalam perkembangan Madrasah kedepannya.

Ya.. beberapa minggu lalu Adi memang mengirim whatsapp kepada Saya yang isinya, menawarkan saya untuk bisa bergabung dan membantu memberikan sedikit ilmu yang Saya miliki di Madrasah. Jujur saat itu Saya langsung bilang ok, sebagai jawaban dari whatsapp yang Adi kirimkan kepada Saya. Padahal saat itu saya belum tau mau mengajarkan tentang apa.

“Besar harapan Saya mister Indra bisa bergabung di Madrasah Daarussalam ini” Kata Adi menutup perkenalan tentang diriku.

“Insyaallah Kak Adi” jawab saya, “mengikuti Pak Darto dan Ibu Norma memanggil Adi dengan sebutan Kak Adi”

“Mungkin mister Indra mau mengucapkan satu dua kata dalam pertemuan ini” Pak Darto mempersilahkan.

“Iya… Assalamualaikum Wr. Wb, Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan kesempatannya bisa bergabung di Madrasah ini, walaupun mohon maaf Saya belum tau mau mengajar apa” Aku Mengawali pembicaraan.

“Tenang saja mister Indra, Saya yakin dengan pengalaman mister Indra di Sekolah pasti mister Indra bisa berkontribusi dan membagikan pengalaman kepada para santri di Madrasah ini” Pak Darto meyakinkanku

“Saya juga yakin mister, alm. Bapak mister pernah bilang sama Saya” Kata Kak Adi dengan suara yang lembut.

Tinggalkan Komentar


Terpopuler

JUMLAH PENGUNJUNG WEB

  • 0
  • 1
  • 1.957
  • 9.819
  • 632.507
  • 112.460
Close Ads X
Jelajahi

.

.

.

.