Presentasi yang Memukai dari Budi Rahardjo, dosen ITB

PRESENTASI YANG MENYITA PERHATIAN PENUH KRITIK.

Oleh: Dr. Dedi Nurahdiat

Diluar dugaan presentasi Ir.Budhi Raharjo, yang memaparkan sekilas tentang 8 perusahaan milik pribadi dan pengalaman hiduo keluarganya di Luar Negeri sangat memukau penonton. Apalagi keluarganya hampir tidak mau pulang ke Indonesia.

Presentasi sekilas itu laksana bumbu penyedap yang bukan hanya pelengkap. Tapi menyiram lahan kering hingga basah dan kuyup dengan rasa penasaran. Karena sosoknya yang telah menyita perhatian publik. Dengan tayangan foto dan teks dalam presentasinya sangat Luar Negeri banget. Tapi presentasinya terlihat SUNDA.

Begitulah, saat acara NGUPING#3 lanjutan dari Fifsafat Ki Hajar Dewantara VS Peradaban Digital. Ir.Budi Raharjo lebih menyoroti pengalaman hidupnya di Finlandia. Disamping kerendahan hatinya saat menyoroti 8 perusahaan milik pribadinya di dunia maya. Berbeda dengan Dr. Faiz dari UNY yang bicara tentang filsafat pendidikan masa lalu tentang konsep Kyai Ahmad Dahlan yang konteknya kekinian yang identik dengan konsep CTL (Contekstual Teaching Learning). Dr. Fais dengan logat Jawa sangat cocok bicara tentang kiprah Kyai Haji Ahmad Dahlan.

Dalam channel youtube Ir.Budi Raharjo banyak komentar tentang kerinduan pada presentasinya. Hingga ada yang meminta materi perkuliahannya untuk di share link tentang hal itu.

Kembali ke paparan materi di chanbel youtube miliknya yang mengatakan:

“Memberi tugas kepada siswa menggunakan media internet itu jangan terlalu ketakutan”. Karena internet itu “sebagai kuda liar yang perlu di jinakan” begitu penggalan kalimatnya.

Di daerah Sunda disebutnya “kuda lieur yang harus dikendalikan agar bisa dikendarai” begitu ungkap Ir. Budi dengan selingan minum kopi. Menjelaskan juga, minum kopi itu, gak usah pake gula nantinya “jadi kolek” Begitu beliau dalam candanya di cannel youtube milik pribadinya yang sangat renyah di cerna. Bagi yang mengikuti acara nguping #3 tapi tidak penasaran membuka channel milik Pak. Ir. Budi Raharjo, tampaknya belum sempurna. Penulis menganggap peserta webinar belum menangkap makna inti dari materi webinar itu.

Filosofi Pendidikan Ahmad Dahlan Dalam Perspektif Peradaban Digital – YouTube

Walau presentasi Ir. Budi sering dibumbui humor segar, tak lupa juga bicara tentang produk kopi yang dia minum. Kopi asli dari Gunung Halu itu jangan ducampur gula, nanti jadi “kolek”. Begitu seloroh beliau. Tapi kemudian diluruskan “Nanti berdampak jadi diabet” jelasnya lebih serius. Diakhir kalimatnya beliau mengajak pendengar ” Mari kita bikin konten…!”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.